Menarasikan Teks Wawancara Menggunakan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

By | April 3, 2020

Menarasikan Teks Wawancara Menggunakan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung – Pernahkah kamu membaca berita dan artikel di majalah atau koran? Berita adalah informasi tentang suatu hal atau peristiwa. Bentuknya disebut dengan narasi. Berita ini bisa didapatkan dengan mengamati langsung atau dengan melakukan wawancara.

Menarasikan Teks Wawancara Menggunakan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

Menarasikan Teks Wawancara Menggunakan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

Wawancara adalah kegiatan tanya jawab antara penanya dan narasumber. Narasumber adalah orang yang diwawancarai, yaitu orang yang mengetahui tentang hal-hal atau kejadian yang mau kamu tulis. Misalnya, jika kamu mau menulis tentang cara mengatur buku di perpustakaan, narasumber yang tepat adalah bapak atau ibu pustakawan sekolah.

Nah, dalam topik ini, kamu akan belajar melakukan wawancara. Kamu bisa mencari narasumber dan bertanya apa saja yang bisa menambah pengetahuanmu.

Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung

Wawancara biasanya dilakukan dalam bentuk dialog atau percakapan. Dalam dialog, kita menggunakan kalimat langsung. Kalimat langsung adalah kalimat yang berisikan perkataan atau ucapan seseorang. Kalimat langsung ditulis dalam tanda petik [“…”].

Misalnya:
“Sudah berapa lama menjadi pustakawan, Pak?” tanya saya.
“Sudah 12 tahun saya menjadi pustakawan.” jawab pustakawan.

Nah, dalam berita atau artikel, kita akan lebih banyak menggunakan kalimat tidak langsung. Kalimat tidak langsung merupakat kalimat yang isinya menceritakan kembali isi perkataan atau ucapan orang lain. Kalimat tidak langsung tidak lagi menggunakan tanda petik [“…”].

Mari kita ubah contoh kalimat langsung sebelumnya menjadi kalimat tidak langsung!

Misalnya:
Saya bertanya tentang berapa lama Pak Asep menjadi pustakawan sekolah.
Pustakawan itu berkata bahwa ia sudah 12 tahun menjadi pustakawan.

Apakah kamu bisa melihat perbedaannya? Mari kita bahas satu per satu!

Contoh 1
Kalimat langsung :
“Sudah berapa lama menjadi pustakawan, Pak?” tanya saya.

Kalimat tidak langsung :
Saya bertanya tentang berapa lama Pak Asep menjadi pustakawan sekolah.

Perhatikan bahwa contoh kalimat langsung menggunakan kalimat tanya. Saat diubah menjadi kalimat tidak langsung, kalimat tersebut berubah menjadi kalimat berita. Kedua kalimat tersebut berbeda dalam penggunaan tanda baca [“…”]

Contoh 2
Kalimat langsung :
“Sudah 12 tahun saya menjadi pustakawan.” jawab pustakawan.

Kalimat tidak langsung:
Pustakawan itu berkata bahwa ia sudah 12 tahun menjadi pustakawan.

Perhatikan bahwa kata ganti yang digunakan pada kalimat langsung adalah saya. Saat diubah menjadi kalimat tidak langsung, saya berubah menjadi ia karena saya pada kalimat tersebut merujuk pada pustakawan.

Poin Penting

Menarasikan Teks Wawancara

Pernahkah kamu membaca berita dan artikel di majalah atau koran? Berita atau artikel biasanya berbentuk narasi. Narasi adalah uraian tentang suatu hal. Berita bisa didapatkan dengan dengan melakukan wawancara. Wawancara adalah kegiatan tanya jawab antara penanya dan narasumber. Narasumber adalah orang yang diwawancarai, yaitu orang yang mengetahui tentang hal-hal atau kejadian yang akan dijadikan berita.

Wawancara biasanya dilakukan dalam bentuk dialog atau percakapan. Dalam dialog, kita menggunakan kalimat langsung. Kalimat langsung adalah kalimat yang berisikan perkataan atau ucapan seseorang.

Dalam berita atau artikel, kita akan lebih banyak menggunakan kalimat tidak langsung. Kalimat tidak langsung merupakat kalimat yang isinya menceritakan kembali isi perkataan atau ucapan orang lain. Mari kita perhatikan contoh di bawah ini!

Perhatikan Contoh

section-media

Menarasikan Teks Wawancara

Dalam topik ini, kamu akan belajar cara mengubah teks wawancara menjadi teks narasi. Setelah melakukan wawancara dan mengubah percakapan tersebut menjadi kalimat tidak langsung, langkah selanjutnya adalah menyusun kalimat tidak langsung tersebut menjadi sebuah narasi. Mari kita simak contoh teks wawancara berikut.

Perhatikan Contoh

section-media

Sekarang, mari kita ubah kalimat langsung dalam teks wawancara di atas menjadi kalimat tidak langsung dalam narasi!

Perhatikan Contoh 2

section-media

Setelah teks narasi jadi, kita masih harus menyuntingnya agar teks narasi tersebut menjadi lebih menarik. Teknik atau langkah-langkah menyunting teks akan dibahas dalam topik “Menyunting Teks Narasi” (topik selanjutnya)

Poin Penting

Langkah mengubah teks wawancara menjadi teks narasi adalah sebagai berikut.

  1. Lakukan wawancara dengan memilih narasumber yang tepat
  2. Tulis hasil teks wawancara dalam kalimat langsung
  3. Ubah kalimat langsung dalam teks wawancara menjadi kalimat tidak langsung
  4. Susun menjadi narasi dalam bentuk paragraf
  5. Menyunting teks narasi

Di pelajaran sebelumnya, kamu telah belajar mengenai wawancara, mendalami tentang kalimat langsung dan kalimat tidak langsung, dan mencoba mengubah teks wawancara menjadi teks narasi. Sekarang, mari kita belajar menyunting teks narasi yang telah kita buat!

Menyunting Teks Narasi

Dalam topik ini, kamu akan belajar menyunting teks narasi. Caranya, setelah narasi selesai ditulis, cobalah baca kembali narasi tersebut secara keseluruhan. Bisa juga meminta temanmu atau orang lain untuk ikut membacanya.

Dalam menyunting teks narasi, kamu bisa menyusun ulang kalimat tidak langsung agar mejadi sebuah uraian yang mengalir dan menarik untuk dibaca. Urutannya boleh divariasikan agar tidak membosankan, selama tidak mengubah inti dari kalimat tersebut.

Oh iya, kamu juga boleh menambahkan keterangan yang kamu dapatkan dari hasil mengamati selama proses wawancara. Tujuannya adalah agar narasimu semakin akurat dan tidak membosankan. Misalnya tentang suasana tempat atau lokasi wawancara. Selain itu, jangan lupa untuk memerhatikan juga hal-hal berikut!

  1. kelengkapan isi,
  2. penggunaan bahasa baku,
  3. pemilihan kata,
  4. ketepatan tanda baca, dan
  5. ketepatan huruf kapital dan huruf kecil.

Yuk, kita coba menyunting teks narasi!

Perhatikan Contoh

Teks Narasi sebelum Disunting

section-media

Teks Narasi setelah Disunting

section-media

Bagaimana? Sekarang teks narasimu menjadi jauh lebih menarik untuk dibaca, kan?

Poin Penting

Poin-poin penting dalam topik “Menyunting Teks Narasi” adalah sebagai berikut.

  • Dalam menyunting, kamu bisa menyusun ulang kalimat tidak langsung agar menjadi sebuah uraian yang mengalir dan menarik untuk dibaca.
  • Dalam menyunting, urutannya boleh divariasikan agar tidak membosankan, selama tidak mengubah inti dari kalimat tersebut.
  • Dalam menyunting, hasil mengamati selama proses wawancara boleh dimasukkan.
  • Dalam menyunting, perlu diperhatikan aturan baku penulisan paragraf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *