Menangkap Makna Teks Laporan dan Identifikasi Teks Hasil Observasi

By | April 7, 2020

Menangkap Makna Teks Laporan dan Identifikasi Teks Hasil Observasi – Masih ingatkah kalian tentang struktur dan ciri kebahasaan teks laporan hasil observasi? Untuk lebih memahami kedua hal tersebut, pada materi kali ini kita akan mengidentifikasi kelengkapan struktur teks dan menganalisis kekurangan ciri kebahasaan yang terdapat di dalamnya, termasuk kita juga akan menandai penulisan kata yang tidak baku dan kesalahan pemakaian konjungsi.

Menangkap Makna Teks Laporan dan Identifikasi Teks Hasil Observasi

Menangkap Makna Teks Laporan dan Identifikasi Teks Hasil Observasi

Identifikasi Teks Hasil Observasi

Mengidentifikasi Kekurangan Teks

Perhatikan contoh berikut.

Cabai atau cabe, sebagaimana masyarakat Indonesia menyebutnya, adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran ataupun bumbu. Hal ini tergantung bagaimana cabai digunakan.Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia.  Cabai mengandung anti oksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar anti oksidan ini ada pada cabai hijau.

Cabai juga mengandung lasparaginase dan capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker. Dan kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, tapi harus dikonsumsi sekedarnya untuk menghindari nyeri lambung.

Kandungan vitamin C dan betakaroten (provitamin A) pada cabai ternyata lebih besar dari buah-buahan, seperti mangga, nanas, dan semangka. Bahkan, kadar mineralnya, terutama kalsium dan fosfor, melebihi kadar mineral yang ada pada ikan segar.

Dapatkah kalian menganalisis kekurangan yang terdapat dalam teks laporan hasil observasi di atas?

Penerapan Struktur
Sebagai teks laporan hasil observasi, struktur di atas terlihat kurang lengkap karena hanya terdiri atas definisi umum (paragraf 1) dan deskripsi manfaat (paragraf 2). Tidak ada deskripsi bagian di dalam teks tersebut yang seharusnya wajib muncul dalam struktur teks hasil observasi. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa teks di atas belum dapat dikatakan sebagai teks laporan hasil observasi yang tepat.

Penerapan Ciri Kebahasaan
Berdasarkan ciri-ciri kebahasaan teks hasil observasi, kita menemukan adanya penulisan kata-kata yang tidak baku, seperti anti oksidan, anti kanker, sekedar, dan tapi. Pada dua kata pertama, kata anti- adalah bentuk kata terikat sehingga penulisannya harus digabung dengan kata dasar menjadi antioksidan dan antikanker. Contoh yang lain adalah antibodi, antinyamuk, antikarat. Bentuk kata terikat lain yang sering salah digunakan adalah kata serba-, pro-, kontra-, sub-, dan antar- . Keseluruhan kata tersebut harus ditulis terikat. Sementara itu, kata tapi seharusnya ditulis dengan kata tetapi dan kata sekedarnya seharusnya tertulis sekadarnya.
Perhatikan tabel berikut.

Selain itu, dalam penggunaan konjungsi, kita menemukan satu catatan, yaitu konjungsi dan. Konjungsi dan digunakan sebagai konjungsi antarklausa yang menghubungkan klausa satu dengan klausa yang lain. Penggunaannya tidak dapat digunakan di awal kalimat karena akan menciptakan struktur yang tidak baku. Kesalahan ini muncul di kalimat kelima paragraf kedua. Konjungsi yang tepat yang memiliki makna penambahan, sama seperti kata dan, adalah konjungsi selain itu.

Poin Penting

Terkait identifikasi teks laporan hasil observasi, terdapat dua hal yang perlu kita perhatikan:

  1. Penerapan struktur definisi umum ^ deskripsi bagian ^ deskripsi manfaat
  2. Penerapan ciri kebahasaan
    a. Penerapan dan penulisan kata baku
    b. Penggunaan konjungsi
    c. Kata berimbuhan

Menangkap Makna Teks Laporan Hasil Observasi

Pada topik kali ini, kalian akan belajar untuk menangkap makna dalam teks hasil observasi. Teks yang memiliki struktur berupa deskripsi bagian ini tidak hanya dipahami sebatas struktur saja tetapi juga secara keseluruhan terutama yang menyangkut makna. Makna ini diperoleh dengan memahami isi teks baik secara tersurat maupun tersirat.

Makna adalah hal yang penting dalam berbahasa. Setiap tanda baca, kata, rangkaian kalimat, paragraf, bahkan teks, pasti memiliki makna. Coba saja kalian perhatikan tanda seru (!) dalam bahasa Indonesia. Tanda ini memiliki makna tertentu, yaitu tanda yang digunakan untuk menyampaikan suatu permintaan atau perintah dalam tulisan/kalimat, seperti jawablah! buanglah!. Tanda seru juga menjadi tanda peringatan agar selalu berhati-hati. Tanda seru seperti itu digunakan dalam rambu-rambu lalu lintas. Walaupun hanya sekadar tanda tetapi tanda tersebut memiliki makna yang harus dipahami dengan baik.

Lalu, bagaimana cara mengetahui makna dari sebuah teks? Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah teks berikut ini.

Setelah membaca teks ”Museum Affandi”, apakah kalian dapat memahami makna dari teks tersebut?

Mari kita analisis

Makna atau maksud yang disampaikan oleh penulis dalam teks tersebut harus sampai kepada pembaca. Teks yang ditulis memiliki berbagai tujuan, salah satunya untuk memberikan informasi. Secara umum, teks tersebut memang memberikan informasi tetapi makna dari teks tersebut lebih dari sekadar informasi.

Melalui teks tersebut, pembaca dapat menangkap makna atau melihat lebih jauh bahwa ternyata Indonesia memiliki seorang pelukis yang karya-karyanya masih diabadikan sampai saat ini. Hasil karya Affandi dalam museum tersebut menjadi bukti bahwa karyanya memiliki nilai tinggi dan penting untuk perkembangan seni di Indonesia. Karyanya menjadi bagian dari sejarah dan bangsa Indonesia. Karya-karya dari Affandi dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Meskipun sudah tiada tetapi hasil karyanya masih ada dan dihargai hingga saat ini.

Makna dalam teks tidak hanya didapatkan secara langsung (tersurat) tetapi juga dapat secara tidak langsung (tersirat). Makna tersurat dapat dipahami dengan mudah karena dijelaskan langsung di dalam teks. Adapun makna tersirat dapat dipahami dengan menyimpulkan isi teks. Makna tersebut tidak ditulis/disampaikan secara jelas tetapi pembaca dapat menyimpulkan dengan pemahamannya sendiri. Dengan demikian, untuk memahami makna, pembaca harus memahami isi teks dengan baik.Di samping itu, jika dalam suatu teks terdapat istilah asing, maka carilah pengertian istilah tersebut dengan membuka kamus. Kamus akan memudahkan kita untuk mengetahui makna kata. Dengan demikian, keseluruhan makna dalam teks dapat dipahami dengan baik.

Poin Penting

Menangkap makna teks dapat dilakukan dengan cara berikut ini.
a. Membaca teks dengan cermat
b. Menyimpulkan gagasan umum dalam teks
c. Memahami setiap kata atau istilah-istilah tertentu dalam teks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *