Membedakan Fakta dan Opini yang ada Dalam Teks Iklan

By | April 2, 2020

Membedakan Fakta dan Opini yang ada Dalam Teks Iklan – Pernah mendengar istilah fakta dan opini? Kali ini, kita belajar membedakan fakta dan opini yang seringkali muncul bersama dalam sebuah teks. Setelah mempelajari materi ini, diharapkan kamu bisa membedakan antara fakta dan opini yang ada dalam sebuah teks.

Membedakan Fakta dan Opini yang ada Dalam Teks Iklan

Membedakan Fakta dan Opini yang ada Dalam Teks Iklan

FAKTA

Fakta berasal dari bahasa Inggris fact yang artinya ‘kenyataan’. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) fakta berarti hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Nah, jelas bukan? Fakta bersifat nyata dan tidak diragukan lagi kebenarannya.

Fakta memiliki beberapa ciri yang bisa kamu kenali. Dengan mengenali ciri-ciri fakta, kamu akan dapat menentukan fakta secara tepat. Apa saja ciri-ciri fakta? Coba kamu simak pemaparannya berikut ini!

1) Bisa dibuktikan
Fakta bisa dibuktikan kebenarannya. Misalnya, kamu baru saja membeli sebuah buku tulis. Buku tersebut kamu beli seharga Rp 5000. Apa buktinya? Buktinya adalah nota pembayaran dari kasir.

2) Terdapat penanda
Berbagai penanda juga menjadi ciri fakta. Penanda dapat diperinci sebagai berikut.

  • Nama,
  • Keterangan (waktu dan tempat),
  • Angka,
  • Ukuran (mm, cm, m, km, kg, dll).

3) Mampu menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, mengapa, dan kapan (5W)

4) Menggunakan istilah objektif, seperti: merupakan, adalah, dan ialah

OPINI

Sekarang, kita beralih ke opini. Dalam KBBI, opini berarti pendapat; pikiran; pendirian. Opini bersifat sangat subjektif, artinya bergantung pada pemahaman dan tanggapan pribadi setiap orang. Contohnya, kamu mengatakan kalau sambal sangat enak untuk lauk. Akan tetapi, temanmu mengatakan sambal tidak enak karena dia memang tidak suka sambal. Berbeda, kan?

Opini bisa dikatakan penilaian, anggapan, atau tanggapan terhadap fakta. Agar mudah mengidentifikasinya, mari simak beberapa ciri opini berikut ini!

  1. Ditandai dengan kata-kata anjuran ( yang menganjurkan)
    Contoh kata-kata anjuran yaitu: sebaiknya, semestinya, dan seharusnya.
  2. Ditandai dengan kata-kata sifat
    Kata sifat juga menjadi ciri opini. Contoh kata sifat yaitu baik, buruk, manis, banyak, sulit, mudah, dan senang.
  3. Berupa ide dan perencanaan
    Karena masih berupa ide dan perencanaan/konsep, umumnya ditandai dengan penggunaan kata-kata seperti bisa jadi, mungkin, diperkirakan, menurut, dan beberapa.
  4. Menjawab pertanyaan bagaimana (how/1H)

Perhatikan Contoh

Agar lebih jelas, coba kamu perhatikan dan bandingan dua contoh kalimat berikut!

(1) Tempe adalah makanan asli Indonesia.
(2) Tempe adalah makanan asli Indonesia yang sangat lezat.

Kalimat nomor (1) termasuk kalimat fakta karena tempe memang makanan yang berasal Indonesia. Kalimat nomor (2) termasuk kalimat opini karena menggunakan kata sifat sangat lezat. Kata sifat tersebut bersifat subjektif karena belum tentu semua orang menganggap tempe sangat lezat. Kata sifat sangat lezat merupakan anggapan pribadi.

Bagaimana? Mudah, kan, membedakan fakta dengan opini? Asal memahami ciri-cirinya dengan saksama, kamu akan mudah membedakan antara fakta dan opini dalam sebuah teks.

Poin Penting

  1. Fakta dan opini bisa muncul bersamaan dalam sebuah teks.
  2. Fakta bisa dibuktikan kebenarannya melalui berbagai penanda seperti nama, keterangan waktu dan tempat, angka, dan ukuran.
  3. Fakta mampu menjawab pertanyaan 5W seperti dalam unsur berita serta menggunakan istilah objektif.
  4. Opini ditandai dengan kata-kata anjuran dan kata sifat.
  5. Opini masih berupa ide dan perencanaan/konsep serta hanya menjawab pertanyaan 1H (how/bagaimana).
  6. Opini bersifat sangat subjektif (berdasarkan pandangan pribadi).

Iklan
Kamu tentu pernah membaca atau menonton iklan di media massa, kan? Di media massa cetak ataupun elektronik, iklan selalu muncul. Sebenarnya, apa pengertian iklan itu sendiri? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), iklan adalah (1) berita pesanan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan; (2) pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual, dipasang di dalam media massa (seperti surat kabar dan majalah) atau di tempat umum.

Nah, sudah paham, kan, apa yang dinamakan iklan? Jadi, pada intinya tujuan utama sebuah iklan yaitu untuk membujuk atau mendorong seseorang. Agar bisa berhasil membujuk dan mendorong seseorang, sebuah iklan perlu dirancang dengan teks yang khusus. Bahasa dalam teks iklan adalah bahasa persuasif (bersifat membujuk/mengajak).

Berdasarkan jenisnya, iklan dibedakan atas:

  1. iklan layanan masyarakat, misalnya imbauan menjaga kebersihan lingkungan;
  2. iklan niaga, misalnya penawaran produk makanan; dan
  3. iklan keluarga, misalnya iklan kelulusan/wisuda.

Mendata Fakta dalam Teks Iklan

Lalu, apakah semua yang tersaji dalam iklan itu berupa fakta? Tentu saja jawabnya tidak. Selain mengandung fakta produk, iklan perlu “dibumbui” dengan opini-opini agar membuat pembaca lebih tertarik.

Pemasang iklan tidak boleh memberikan opini dengan melebih-lebihkan produk. Opini harus didukung fakta-fakta yang ada di dalam produk. Ciri-ciri opini adalah disajikan dengan bahasa yang persuasif (bersifat membujuk/mengajak).

Kamu harus mampu menemukan fakta yang ada dalam sebuah teks iklan. Fakta memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Bisa dibuktikan kebenarannya;
2. Memiliki berbagai penanda seperti nama, keterangan waktu dan tempat, angka, dan ukuran;
3. Mampu menjawab pertanyaan 5W (apa, siapa, di mana, mengapa, dan kapan) seperti dalam unsur berita;
4. Menggunakan istilah objektif seperti merupakan, adalah, dan ialah.

Perhatikan Contoh

Coba kamu perhatikan contoh berikut agar lebih memahami cara menemukan fakta dalam teks iklan!

section-media

Fakta dalam teks iklan di atas dapat kamu temukan dalam kalimat berikut.

  1. PT Dignity Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang IT.
  2. Perusahaan sedang melakukan ekspansi.
  3. Perusahaan mencari tenaga marketing yang menguasai bahasa Inggris dan telah berpengalaman memasarkan dan menjual produk-produk interior.
  4. Email: xx_xx@yahoo.com

Nah, bisa dipahami, ya? Sebenarnya mengidentifikasi fakta dalam teks cukup mudah asal kamu sudah mengenal dan memahami ciri-ciri fakta itu sendiri. Silakan banyak berlatih dengan membaca dan mengidentifikasi teks-teks iklan yang ada di surat kabar! Selamat belajar!

Poin Penting

  1. Tujuan utama sebuah iklan yaitu untuk membujuk atau mendorong seseorang membeli atau menggunakan sesuatu.
  2. Bahasa dalam teks iklan adalah bahasa persuasif (bersifat membujuk/mengajak).
  3. Sangat penting mengenali ciri-ciri fakta agar mudah mendata fakta dalam teks iklan.

Masih ingatkah kamu tentang opini? Opini biasa juga disebut pendapat. Dalam materi ini, kamu akan mempelajari tentang mendata opini yang ada dalam teks, terutama teks iklan. Baik, segarkan lagi pemahamanmu tentang opini, ya!

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), opini berarti pendapat; pikiran; pendirian. Opini bersifat sangat subjektif, artinya sangat bergantung pada pemahaman dan tanggapan pribadi setiap orang. Contohnya, menurut kamu harga sepotong baju itu sangat murah. Akan tetapi, kemungkinan ada temanmu yang mengatakan harga sepotong baju tadi mahal karena menurutnya tidak sebanding dengan kualitasnya. Nah, berbeda bukan opini setiap orang?

Masih ingat ciri-ciri opini? Yuk, pelajari lagi beberapa ciri opini berikut!

  1. Ditandai dengan kata-kata anjuran ( yang menganjurkan)
    Contoh kata-kata anjuran yaitu: sebaiknya, semestinya, dan seharusnya.
  2. Ditandai dengan kata-kata sifat
    Kata sifat juga menjadi ciri opini. Contoh kata sifat yaitu baik, buruk, manis, banyak, sulit, mudah, dan senang.
  3. Berupa ide dan perencanaan
    Karena masih berupa ide dan perencanaan/konsep, umumnya ditandai dengan penggunaan kata-kata seperti bisa jadi, mungkin, diperkirakan, menurut, dan beberapa.
  4. Menjawab pertanyaan bagaimana (how/1H)

Agar lebih jelas, coba kamu perhatikan dan bandingan dua contoh kalimat berikut!

(1) Rendang adalah makanan asli Indonesia.
(2) Rendang adalah makanan asli Indonesia yang sangat lezat.

Kalimat nomor (1) termasuk kalimat fakta karena rendang memang makanan yang berasal dari Indonesia. Kalimat nomor (2) termasuk kalimat opini karena menggunakan kata sangat lezat. Kata sifat tersebut bersifat subjektif karena belum tentu semua orang menganggap rendang sangat lezat. Kata sangat lezat merupakan anggapan pribadi.

Lalu, apa hubungan opini dengan iklan? Perlu kamu tahu kalau iklan itu tujuannya untuk mengajak dan membujuk, kan? Agar bisa mengajak atau membujuk konsumen, iklan perlu dibumbui opini-opini yang tujuannya semakin meyakinkan calon konsumen. Fakta-fakta dalam produk yang diiklankan perlu dipercantik dengan opini-opini. Opini juga disajikan dengan bahasa yang persuasif (bersifat membujuk/mengajak)

Perhatikan Contoh

Contohnya seperti ini, kamu ingin menjual koleksi komik lamamu. Kamu membuat iklan seperti ini.

section-media

Bagaimana? Menarik atau biasa saja? Coba bandingkan dengan iklan berikut!

section-media

Nah, lebih menarik yang mana? Iklan yang kedua, bukan? Dengan inti iklan yang sama, kamu bisa menambahkan opini-opini yang semakin menambah rasa penasaran calon konsumen.

Perlu juga diingat bahwa opini harus tetap sesuai atau tidak melenceng dari fakta. Opini harus didukung fakta-fakta dalam produk. Jangan sampai membuat opini yang berlebihan dan cenderung berbohong. Opini yang kamu buat hendaknya tidak melenceng dari kenyataan yang ada.

Poin Penting

  1. Opini sangat bersifat subjektif, artinya bergantung pada pemahaman dan pandangan seseorang.
  2. Opini digunakan dalam iklan untuk memperkuat isi iklan. Dengan opini, calon konsumen diharapkan menjadi lebih tertarik dengan isi iklan.
  3. Opini disajikan dengan bahasa yang persuasif (bersifat membujuk/mengajak).
  4. Opini harus tetap sesuai dengan fakta dan tidak boleh membohongi calon konsumen.

Membedakan Fakta dan Opini

Setiap hari kita mendapatkan informasi dari banyak media, elektronik maupun cetak. Media elektronik berupa siaran TV atau radio. Media cetak, contohnya buletin, majalah, dan surat kabar. Perbedaannya, media cetak seperti majalah dan koran biasa kita dapatkan secara periodik. Beberapa media tersebut terbit secara berkala mulai dari mingguan hingga bulanan, sedangkan media elektronik, bisa kita nikmati setiap hari.

Surat kabar biasanya terdiri atas tajuk rencana, aneka berita, komik, cerpen, dan iklan. Sebagai salah satu alat berkomunikasi, iklan sangat menarik untuk kita ulas. Iklan adalah sarana komunikasi untuk menjual, menawarkan, atau memperkenalkan sesuatu pada khalayak umum. Intinya, informasi dapat pula disampaikan melalui media iklan.

Iklan pada media memiliki beberapa jenis. Mari simak beberapa jenis iklan yang sering muncul di koran dan majalah Indonesia pada umumnya.

1) Iklan Keluarga

Iklan keluarga biasanya bertujuan memberi informasi secara terbuka berkenaan dengan keluarga.

Contoh:

section-media

2) Iklan Niaga

Iklan niaga dibuat bertujuan untuk mempromosikan barang atau perusahaan ke khalayak umum guna meningkatkan pendapatan atau penjualan.

Contoh:

section-media

3) Iklan Baris

Iklan baris adalah berbagai penawaran jasa, penjualan, atau lowongan. Karakteristik iklan baris adalah menggunakan kata-kata seperlunya, singkat, dan menggunakan singkatan-singkatan yang sudah umum dimengerti khalayak luas. Contoh iklan penjualan mobil, rumah, dan kebutuhan pekerja.

Contoh:

section-media

4) Iklan Layanan Masyarakat

Iklan ini bertujuan menyampaikan informasi bermanfaat bagi masyarakat. Informasi berupa pesan-pesan sosial. Contohnya iklan layanan masyarakat tentang peringatan bahaya narkoba, ajakan menjaga lingkungan hidup, atau anjuran taat tata tertib lalulintas.

Contoh:

section-media

MEMBEDAKAN FAKTA DAN OPINI

Fakta dan opini dapat kita bedakan melalui ciri bahasa dan informasi yang dikandungnya. Perhatikan, yuk, beberapa ciri bahasa dan informasi pada fakta dan opini berikut ini.

Ciri Bahasa dan Informasi dalam Fakta

  1. Informasi berupa hal yang benar-benar terjadi.
    Contoh:
    Senin, 12 Januari terjadi kebakaran di Kompleks Mate.
  2. Informasi berupa keberadaan fisik secara terukur
    Contoh:
    Rumah dengan 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi.
  3. Menggunakan bahasa yang objektif
    Contoh:
    Kecepatan mobil tersebut di jalan tol terukur 80 km/jam

Ciri Bahasa dan Informasi dalam Opini

  1. Informasi berupa pendapat seseorang.
    Contoh:
    Lahannya luas, enak untuk dijadikan lapangan bermain.
  2. Menggunakan bahasa yang subjektif dengan penggunaan kata kunci seharusnya, sebaiknya, atau kata sifat.
    Contoh:
    Seharusnya Anda tidak melewatkan seminar gratis ini.
  3. Informasi belum dapat dibuktikan.
    Contoh:
    Rasanya yang wah akan menyegarkan pikiran Anda.

Perhatikan Contoh

Perhatikan teks iklan berikut ini!

section-media

Dalam iklan di atas, terdapat fakta dan opini, yaitu sebagai berikut.

  1. Fakta
    “Tahun ini, angka kematian ibu melahikan 359 per 100 ribu kelahiran.”
    Penulisan angka dan tahun merupakan ciri-ciri fakta.
  2. Opini
    “Pretagin mengandung banyak gizi, mineral, dan vitamin. Pretagin sangat baik dikonsumsi ibu hamil.”
    Kedua kalimat tersebut adalah opini. Ciri-ciri opini terdapat pada informasi yang menunjukkan sebuah pendapat. Selain itu, kata banyak menunjukkan sesuatu yang tidak terukur sehingga tidak dapat dijadikan fakta. Penggunaan kata sifat sangat baik juga menunjukkan sebuah opini.

Poin Penting

Membedakan opini dan fakta bisa dilihat dari segi bahasa dan muatan informasi yang dikandungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *