Membandingkan Teks Biografi dengan Teks Cerita Moral Fabel

By | April 13, 2020

Membandingkan Teks Biografi dengan Teks Cerita Moral Fabel – Pada pertemuan kali ini kita akan belajar bersama-sama tentang cara membandingkan teks biografi dengan teks cerita moral/ fabel. Berbicara tentang ‘membandingkan’ artinya kita akan belajar mencari perbedaan dan persamaan antara kedua teks tersebut baik struktur, isi cerita, struktur bahasa yang membangun teks, dan amanat / pesan yang didapat setelah membaca teks tersebut.

Membandingkan Teks Biografi dengan Teks Cerita Moral Fabel

Membandingkan Teks Biografi dengan Teks Cerita Moral Fabel

Membandingkan Teks Biografi dengan Teks Cerita Moral Fabel



Bila kita amati kedua bagan di atas, struktur teksnya jelas berbeda.
• Teks Biografi terdiri dari orientasi, peristiwa/ masalah, dan reorientasi.
• Teks Cerita Moral/ Fabel lebih rinci yaitu orientasi, peristiwa/ masalah, dan koda (amanat cerita)
Peristiwa/ masalah dibagi menjadi 3 tahapan yaitu komplikasi, klimaks, dan resolusi.

Perhatikan Contoh di Bawah Ini!

Teks I
Ibu Sud yang memiliki nama asli Saridjah merupakan anak angkat Prof.Dr.Mr.J.F.Kramer, seorang pelaut berdarah Bugis yang menetap di Sukabumi. Wanita kelahiran 26 Maret 1908 ini memiliki keprihatinan yang sangat dalam terhadap kehidupan anak-anak Indonesia yang saat itu kurang begitu bahagia. Maka dia pun memiliki keinginan untuk membahagiakan mereka dengan cara menciptakan lagu. Dengan bernyanyi dia mengajak anak-anak bergembira, berkhayal, bermimpi sehingga mereka akan memiliki cita-cita mulia untuk memajukan bangsa tercinta.
Teks II
Tersebutlah seekor kera yang rakus dan licik. Suatu hari dia sedang menghabiskan manggis di perkebunan. Rupanya si pemilik kebun tahu dan dilemparinya kera dengan batu sambil mengucapkan sumpah bila ketahuan datang ke kebunnya lagi maka akan dipanahnya sampai mati. Sang kera pun ketakutan dan mulai berpikir cara mendapatkan makanan tanpa membahayakan jiwanya. Ditemuilah sahabatnya sang kura-kura. Disampaikan niatnya untuk menanam pohon pepaya bersama-sama, bila telah panen maka buahnya akan dimakan bersama. Sang kura-kura pun menyetujui. Beberapa bulan kemudian pohon pepaya pun berbuah. Namun, kera mengingkari janjinya. Buah pepaya itu dihabiskannya sendiri. Sang kura-kura yang tak bisa memanjat hanya melihat dan kembali ke dasar sungai meninggalkan kera sendirian di atas pohon. Karena kekenyangan perut kera kembung dan terjatuh lalu mati seketika.

Mari Analisis

Teks I termasuk teks biografi
Menceritakan kehidupan tokoh. Pada teks biografi struktur teksnya terdiri atas:

• Ibu Sud yang memiliki nama asli Saridjah merupakan anak angkat Prof.Dr.Mr.J.F.Kramer, seorang pelaut berdarah Bugis yang menetap di Sukabumi.

• Wanita kelahiran 26 Maret 1908 ini memiliki keprihatinan yang sangat dalam terhadap kehidupan anak-anak Indonesia yang saat itu kurang begitu bahagia.
ORIENTASI : menceritakan identitas dan kehidupan tokoh

• Maka dia pun memiliki keinginan untuk membahagiakan mereka dengan cara menciptakan lagu.
PERISTIWA : menceritakan kejadian luar biasa yang dialami tokoh

• Dengan bernyanyi dia mengajak anak-anak bergembira, berkhayal, bermimpi sehingga mereka akan memiliki cita-cita mulia untuk memajukan bangsa tercinta.
REORIENTASI : Simpulan teks.
Kalimat yang dipakai pada bagian Orientasi dan Peristiwa termasuk kalimat fakta sedangkan kalimat yang dipakai pada bagian Reorientasi termasuk kalimat opini.

Teks II termasuk teks cerita moral/ fabel
Mengandung ajaran moral/ perilaku dan sifat manusia yang digambarkan pada seekor binatang. Fabel merupakan jenis karya sastra yang isinya mengandung ajaran moral. Struktur teks cerita moral/ fabel sebagai berikut:

• Tersebutlah seekor kera yang rakus dan licik.
ORIENTASI : Pengenalan Tokoh

• Suatu hari dia sedang menghabiskan manggis di perkebunan.

• Rupanya si pemilik kebun tahu dan dilemparinya kera dengan batu sambil mengucapkan sumpah bila ketahuan datang ke kebunnya lagi maka akan dipanahnya sampai mati.

• Sang kera pun ketakutan dan mulai berpikir cara mendapatkan makanan tanpa membahayakan jiwanya. Ditemuilah sahabatnya sang kura-kura. Disampaikan niatnya untuk menanam pohon pepaya bersama-sama, bila telah panen maka buahnya akan dimakan bersama. Sang kura-kura pun menyetujui.
KOMPLIKASI : Pengenalan masalah

• Beberapa bulan kemudian pohon pepaya pun berbuah. Namun, kera mengingkari janjinya. Buah pepaya itu dihabiskannya sendiri. Sang kura-kura yang tak bisa memanjat hanya melihat dan kembali ke dasar sungai meninggalkan kera sendirian di atas pohon.
KLIMAKS : Puncak masalah

• Karena kekenyangan perut kera kembung dan terjatuh lalu mati seketika.
RESOLUSI : Penyelesaian masalah
KODA / Amanat :
1. Bila kita sudah berjanji harus ditepati.
2. Janganlah memiliki sifat egois dan licik
3. Setiap perbuatan pasti akan mendapat balasan. Perbuatan baik mendapat balasan baik dan perbuatan buruk mendapat balasan buruk.

Poin Penting

  1. ‘Membandingkan’ teks artinya mencari perbedaan kedua teks baik dari struktur teks, isi cerita, struktur bahasa , dan amanat/ pesan yang didapat setelah membaca teks tersebut.
  2. Struktur Teks Biografi : OPeRa • Orientasi : identitas dan latar kehidupan tokoh. Bagian ini berupa fakta. • Peristiwa/ Masalah : pengalaman hidup tokoh yang luar biasa (menarik, mengesankan, dan mengharukan) atau bisa juga masalah yang dialami tokoh. Bagian ini berupa fakta • Reorientasi: simpulan berupa opini penulis tentang hal-hal positif dari tokoh yang dapat kita tiru/ contoh.
  3. Struktur Teks cerita moral/ fabel : O Ko K Re Kd (baca ok ok rekd) • Orientasi : pengenalan tokoh , tempat, waktu • Komplikasi : pengenalan masalah • Klimaks : puncak masalah Resolusi : penyelesaian masalah • Koda : amanat yang didapat dari teks cerita moral/ fabel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *