Menulis Puisi dan Memahami Makna Puisi

By | August 28, 2020

Menulis Puisi dan Memahami Makna Puisi – Sebelum menyimak pembahasan kali ini, mari kita bermain kuis sederhana!

Menulis Puisi dan Memahami Makna Puisi

Menulis Puisi dan Memahami Makna Puisi

Di bawah ini terdapat sebuah gambar apel yang dikelilingi oleh beberapa kotak. Kotak tersebut berfungsi untuk menuliskan gambaran yang melekat pada gambar apel yang kamu lihat. Deskripsikanlah apel yang ada dalam gambar dengan menyebut sebuah kata dan tulislah kata tersebut dalam kotak yang tersedia. Beberapa kotak sudah terisi dengan jawaban. Maka, lengkapilah kotak yang masih kosong!

Mudah, bukan?

Kuis sederhana di atas melatih kamu menggali ide untuk dituangkan ke dalam tulisan, meski hanya berupa kata. Kemampuan menggali ide sangat penting terutama jika kamu ingin menulis sebuah karangan, termasuk karya sastra. Di antaranya adalah puisi.

Pada materi ini, akan dijelaskan langkah-langkah menulis puisi dan beberapa hal yang harus disiapkan sebelumnya. Maka, simaklah pembahasan berikut ini!

Menulis tentu bukanlah kegiatan yang sulit. Namun, jika yang ditulis adalah karya sastra, termasuk di antaranya puisi, beberapa orang akan mengernyitkan dahi terlebih dahulu. Menulis puisi memang dianggap sulit, namun sebenarnya mudah jika kita memahami langkah-langkahnya.

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang tersusun dari bahasa yang indah dan padat makna. Maka, kunci utama dalam menulis puisi adalah mampu merangkai kata-kata menjadi susunan yang indah. Namun, susunan yang indah itu tetap harus memperhatikan makna sehingga kita harus cermat memilih kata-kata tertentu yang dapat mewakili gagasan yang akan kita tuangkan dalam bentuk puisi. Pilihan kata yang tepat itu disebut dengan diksi.

Sebelum memilih kata, hal yang paling penting adalah menemukan ide. Ide adalah gagasan pokok yang akan dituangkan dalam puisi yang ditulis. Ide seringkali disebut tema. Ide dapat ditemukan dari kehidupan sehari-hari di sekeliling kita. Misalnya, saat kita mendapatkan kebahagiaan, menemui masalah hingga bersedih, melihat pemandangan indah, mendapatkan teman baru, menyaksikan berita di televisi, dan sebagainya. Ide juga dapat ditemukan dengan membaca buku atau koran, menonton televisi, membuka media sosial, dan aktivitas sehari-hari lainnya.

Setelah menemukan ide, barulah kita dapat merangkai kata-kata untuk mengungkapkan ide tersebut ke dalam bentuk yang lebih luas. Sebagai karya sastra, puisi berbeda dari cerpen, novel, atau drama. Puisi cenderung singkat karena ditulis dalam bentuk baris-baris. Bahkan, puisi kontemporer seperti saat ini tidak memiliki aturan yang ketat terhadap jumlah suku kata, baris, bait, atau persamaan akhir bunyi (rima). Namun demikian, puisi tetap harus memperhatikan estetika (keindahan) sehingga kita harus jeli memainkan kreativitas dalam menyusun kata-kata dalam puisi, termasuk rima di dalamnya. Rima dapat berupa a-a (bunyi setiap akhir barisnya sama), a-b-a-b (bunyi akhir baris pertama dan ketiga sama, begitu pun bunyi akhir baris kedua dan keempat juga sama), dan sebagainya.

Menentukan pilihan kata atau diksi dalam puisi adalah hal yang dapat dipelajari. Salah satunya dengan banyak membaca, seperti karya sastra, buku, koran, dan sebagainya. Hal tersebut akan akan menambah kosakata yang kita miliki sehingga dengan mudah kita menemukan kata-kata untuk menuangkan gagasan ke dalam puisi yang ditulis. Kita juga dapat memilih kata-kata yang tidak banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari agar menimbulkan efek indah pada puisi yang ditulis. Cara mengungkapkan gagasan dengan bahasa yang indah disebut juga gaya bahasa.

Secara sederhana, langkah-langkah menulis puisi di atas dapat disimpulkan sebagai berikut.

1. Menentukan ide;
2. Menentukan judul, yaitu kata, frasa, atau klausa yang mewakili keseluruhan ide puisi;
3. Merangkai pilihan kata yang sesuai dengan ide yang hendak dituangkan;
4. Memperhatikan aspek estetika (keindahan) seperti persamaan bunyi di akhir baris (rima), jumlah baris, dan gaya bahasa;
5. Mempublikasikan atau membacakan puisi di hadapan orang lain agar mendapatkan kritik dan saran.

Perhatikan Contoh

Perhatikan puisi berikut ini!

Kidung Semesta

Menerawang hamparan lazuardi
Berhias mega berarak sepadi
Surya mengintip tak enak hati
Sinarnya teduh menerpa keladi
Menyentuh hangat sehalus randi
Menebar cinta kasih abadi

      (Reza S. Nugraha)

      Bait puisi di atas terdiri atas enam baris. Sebagaimana telah kita baca, seluruh baris memiliki bunyi akhir yang sama, yaitu bunyi i. Selain itu, dalam puisi tersebut juga digunakan gaya bahasa yang jarang kita temui sehari-hari. Misalnya kata lazuardi yang berarti biru langit. Ungkapan hamparan lazuardi tentu ditujukan pada hamparan langit. Begitu juga dengan kata sepadi yang berarti sedikit, keladi yang termasuk jenis tumbuhan umbi berdaun lebar, dan randi yang berarti kain halus.

Poin Penting

1. Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang tersusun dari bahasa yang indah dan padat makna;
2. Langkah menulis puisi adalah menentukan ide, merangkai pilihan kata (diksi), dan memperhatikan aspek estetika (keindahan) seperti persamaan bunyi di akhir baris (rima), jumlah baris, dan gaya bahasa.

Siswa mampu memahami makna puisi.


Pernahkah kamu membaca puisi?

Pada ilustrasi di atas, terdapat seseorang yang sedang membacakan puisi. Orang yang sedang membacakan puisi tidak ubahnya seseorang yang membacakan pidato atau berbicara kepada lawan bicaranya, yaitu sama-sama menyampaikan kata-kata lewat bahasa. Namun, bahasa yang digunakan dalam pembacaan puisi, pidato, atau komunikasi sehari-hari tentu berbeda. Jika komunikasi sehari-hari dan pembacaan pidato cenderung lebih mudah dipahami, maka bahasa puisi seringkali membuat kita memikirkan terlebih dahulu makna di balik ucapan si pembaca puisi tersebut.

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah tertentu untuk memahami makna puisi. Pada materi ini akan dijelaskan apa itu makna puisi dan apa saja langkah-langkah memahami maknanya. Simak pembahasan berikut ini!

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang tersusun dari bahasa yang indah dan padat makna. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagai karya sastra, bahasa yang digunakan dalam puisi tidak sama dengan bahasa komunikasi sehari-hari. Namun demikian, itu bukan berarti puisi sulit dimengerti. Diperlukan langkah-langkah tertentu untuk memahami bahasa yang digunakan dalam puisi, termasuk menemukan makna di balik puisi tersebut.

Secara umum, langkah-langkah memahami makna puisi adalah sebagai berikut:

1. Mengurai makna judul

Judul adalah identitas sebuah puisi. Judul terdiri atas kata, frasa, atau klausa yang mewakili isi puisi secara keseluruhan. Mengurai makna judul dimulai dengan memahami makna lugas dari setiap kata, frasa, atau klausa yang digunakan sebagai judul. Makna lugas adalah makna sebenarnya yang dapat dicari dalam kamus. Setelah makna lugas diketahui, selanjutnya mencari makna-makna tambahan yang timbul dari kata, frasa, atau klausa tersebut. Makna tambahan bisa berupa makna kiasan, konotasi, atau lambang.

2. Mengurai makna kata-kata kunci

Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa bahasa dalam puisi tidak sama dengan bahasa komunikasi sehari-hari. Itu artinya, pilihan kata atau diksi puisi ditentukan secara cermat oleh penyair atau penulis puisi. Setiap kata dalam puisi memiliki dua macam makna, yaitu makna lugas dan makna kiasan.

Makna lugas adalah makna sebenarnya yang dimiliki oleh setiap kata. Makna lugas dapat dicari di kamus. Misalnya, kata bintang berarti benda langit yang memancarkan cahaya. Adapun makna kiasan adalah makna yang tidak sebenarnya dari sebuah kata dan digunakan untuk mengungkapkan suatu gagasan dengan cara membandingkan. Misalnya, frasa bintang pelajar tentu tidak berarti benda langit, melainkan pelajar terbaik yang dianggap “bersinar” seperti bintang. Dengan demikian, pada tahap ini kata-kata yang menjadi kata kunci perlu diuraikan maknanya, baik makna lugas maupun makna kiasan.

3. Merumuskan makna keseluruhan isi puisi secara utuh

Setelah menguraikan makna judul dan kata-kata kunci, baik makna lugas maupun makna kiasan, selanjutnya adalah merumuskan keseluruhan makna tersebut menjadi makna utuh. Makna utuh puisi berarti makna yang dihasilkan dari pemahaman terhadap seluruh isi puisi, baik tersurat (lugas) maupun tersirat (kiasan). Makna utuh ini merupakan makna puisi yang sebenarnya.

Perhatikan Contoh

Karangan Bunga

Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu

“Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi”

(Taufik Ismail)

      Puisi di atas berjudul “Tiga Karangan Bunga”. Frasa karangan bunga berarti sejumlah bunga yang disusun menjadi beragam bentuk yang indah. Karangan bunga biasanya digunakan untuk keperluan suatu acara pernikahan, peresmian gedung, atau ungkapan duka cita. Puisi tersebut terdiri atas beberapa kata-kata kunci, seperti: anak kecil, Salemba, sore, pita hitam, dan kakak yang ditembak mati. Jika makna lugas dari seluruh kata tersebut diuraikan, maka puisi tersebut berisi tentang anak kecil yang dengan malu-malu memberikan karangan bunga sebagai ungkapan duka cita ke Salemba, sebuah daerah di Jakarta.

Namun, jika diuraikan makna kiasannya, frasa karangan bunga berarti tanda duka cita secara mendalam, Salemba merujuk ke Universitas Indonesia (UI), anak kecil berarti lambang kesucian, dan kakak yang ditembak mati berarti para pejuang yang gugur setelah memperjuangkan kebenaran. Jadi, makna puisi secara keseluruhan adalah duka cita atas matinya kebenaran. Puisi tersebut mungkin saja terkait dengan peristiwa tertentu, misalnya demonstrasi mahasiswa yang menuntut mundurnya rezim Orde Baru.

Poin Penting

1. Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang tersusun dari bahasa yang indah dan padat makna.
2. Memahami makna puisi dapat dilakukan dengan langkah berikut: mengurai makna judul, mengurai makna kata-kata kunci, dan merumuskan makna utuh puisi.
3. Dikenal dua macam makna dalam bahasa puisi, yaitu makna lugas dan makna kiasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *