Mekanisme Debit dan Kredit

By | November 22, 2020

Mekanisme Debit dan Kredit – Sebelum mempelajari jurnal umum atau pun buku besar sangat wajib bagi kita untuk memahami mekanisme debit dan kredit suatu akun/perkiraan. Materi berikut akan memberikan kita pemahaman mengenai mekanisme debit dan kredit.

Mekanisme Debit dan Kredit

Mekanisme Debit dan Kredit

Akun/perkiraan adalah tempat yang digunakan untuk menggolongkan transaksi yang sejenis. Ada beberapa hal yang harus diingat, yaitu :

section-media

Debit kredit adalah suatu mekanisme pencatatan transaksi perusahaan apakah dicatat pada sisi debit atau sisi kredit. Pendebitan berarti mencatat atau memasukkan sejumlah angka pada sisi debit. Sedangkan pengkreditan adalah mencatat atau memasukkan sejumlah angka pada sisi kredit. Hal yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa mendebit belum tentu menambah dan mengkredit belum tentu mengurangi.

Saldo normal merupakan saldo ketika perkiraan-perkiraan tersebut mengalami penambahan yaitu ketika ada transaksi yang menambah saldo dari perkiraan-perkiraan atau akun-akun tersebut, sehingga pencatatan pada sisi mana antara saldo normal dan ketika saldo bertambah adalah sama, sebaliknya pada sisi mana antara saldo normal dan ketika saldo berkurang adalah berkebalikan.

Hasil analisis digunakan sebagai acuan pencatatan selanjutnya dengan mencatat ke sisi debet atau kredit berdasarkan ketentuan sebagai berikut.

1. Harta : bertambah di debet, berkurang di kredit, saldo normal di debet.
2. Utang : bertambah di kredit, berkurang di debet, saldo normal di kredit.
3. Modal : bertambah di kredit, berkurang di debet, saldo normal di kredit.
4. Prive : bertambah di debet, berkurang di kredit, saldo normal di debet.
5. Pendapatan : bertambah di kredit, berkurang di debet, saldo normal di kredit.
6. Beban : bertambah di debet, berkurang di kredit, saldo normal di debet.

Dalam mempelajari mekanisme debit/kredit ada satu hal yang harus diingat dan diperhatikan. Yaitu selalu pastikan bahwa nilai debit dan kredit pada pencatatan selalu sama. Jika tidak sama/tidak seimbang, maka ada pencatatan yang tidak tepat.

Berikut beberapa contoh penerapan aturan debit dan kredit:

Pada awal periode perusahaan, yaitu tanggal 1 Januari 2014. Pak Billy menyetorkan uangnya senilai Rp.10.000.000,00 sebagai modal awal percetakan.

Pencatatan : Kas perusahaan (+) Rp. 10.000.000,00. Berada pada posisi debit.

Modal perusahaan (+) Rp. 10.000.000,00. Berada pada posisi kredit.
Tanggal 3, pak Billy mengeluarkan uang dalam rangka pembayaran sewa tempat dua bulan sebesar Rp.1.200.000,00.

Pencatatan: Sewa dibayar muka (+) Rp. 600.000,00. Berada pada posisi debit.
Kas (+­) Rp. 1.200.000,00. Berada pada posisi kredit
Beban sewa (+) Rp. 600.000,00. Berada pada posisi Debit
Tanggal 8 dibayarkan secara tunai perlengkapan percetakan sebesar Rp.250.000,00 kepada toko Jaya Paper serta Rp.400.000,00 secara kredit.

Pencatatan: Perlengkapan salon (+) Rp. 650.000,00.Berada pada posisi Debit
Kas (­+) Rp. 250.000,00. Berada pada posisi kredit.
Hutang (+) Rp.400.000,00 Berada pada posisi kredit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *