Masalah Pokok di Bidang Ekonomi

By | November 26, 2020
Masalah Pokok di Bidang Ekonomi

Masalah Pokok di Bidang Ekonomi

Masalah Pokok di Bidang Ekonomi

Masalah Pokok di Bidang Ekonomi – Permasalahan ekonomi yang sering muncul di masyarakat menyangkut tiga masalah pokok yaitu barang/jasa apa yang akan diproduksi (what), bagaimana cara memproduksinya (how), dan untuk siapa barang/jasa tersebut (for whom). Di dalam mengatasi masalah tersebut diperlukan cara tertentu untuk menjalankan perekonomian suatu negara. Lalu, apa sajakah yang menjadi masalah pokok dalam ekonomi? Agar kalian lebih memahaminya, mari kita simak pembahasan berikut ini.

Timbulnya Masalah Pokok Ekonomi

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan. Berdasarkan pada keterbatasan pada sumber daya yang ada maka manusia harus memilih barang-barang mana yang perlu dihasilkan agar mendapatkan hasil kepuasan yang maksimal, hal inilah yang menyebabkan mengapa timbulnya masalahan pokok ekonomi.

Masalah pokok ekonomi adalah bagaimana caranya manusia dapat mencukupi kebutuhannya untuk mencapai kemakmuran sementara alat pemuas kebutuhan jumlahnya tidak sepadan dengan barang atau jasa yang dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah kelangkaan ini diperlukan perilaku berkonsumsi yang rasional dengan membuat skala prioritas dari berbagai macam kebutuhan. Dalam upaya memenuhi kebutuhan terdapat dua aliran, yaitu:

Menurut Aliran Klasik

Menurut aliran klasik, guna mencukupi kebutuhannya maka dilakukan tiga kegiatan yang sampai sekarang masih berlangsung, yaitu:

A. Kegiatan Produksi

Yaitu kegiatan menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang/jasa sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia. Kemampuan faktor produksi dalam proses pembuatan barang dan jasa mempunyai keterbatasan. Misalnya tenaga kerja manusia juga membutuhkan masa istirahat, sakit, ataupun cuti. Selain itu, mesin-mesin produksi bekerja dengan kapasitas tertentu.

Produksi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
• Produksi Langsung, yaitu memproses bahan mentah menjadi barang jadi dan barang siap dikonsumsi.
• Produksi Tidak Langsung, yaitu memproses lebih lanjut barang yang telah mengalami proses produksi sebelumnya, atau dengan kata lain memproses kembali barang setengah jadi hingga siap dikonsumsi. Misalnya proses produksi kapas sampai menjadi baju mengalami beberapa tahap produksi.

B. Kegiatan Distribusi

Yaitu semua kegiatan yang meliputi sejak barang selesai diproduksi sampai barang di tangan konsumen akhir. Kegiatan distribusi tidak hanya mengangkut barang dari pabrik ke konsumen, juga termasuk dalam kegiatan distribusi adalah pengepakan, penyimpanan, transportasi, asuransi, dan yang lainnya.

C. Kegiatan Konsumsi

Yaitu kegiatan memanfaatkan atau menghabiskan barang/jasa atau nilai guna suatu hasil produksi guna memenuhi kebutuhan secara langsung. Konsumsi ada yang langsung habis (makanan dan minuman) ada pula yang habis dalam jangka waktu tertentu. Contohnya sepatu akan habis nilai gunanya setelah beberapa waktu digunakan.

Menurut Aliran Modern

Sementara menurut aliran modern, ketiga kegiatan tersebut lebih disempurnakan terutama pada kegiatan produksi. Sehingga menurut aliran modern masalah pokok ekonomi bagi masyarakat modern adalah:

A. Barang atau Jasa Apa yang Akan Diproduksi (What)

Dalam memproduksi barang atau jasa, harus ditentukan terlebih dahulu produk apa yang harus dihasilkan dan berapa jumlahnya. Kali ini penentuannya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, melainkan juga untuk mendapatkan keuntungan maksimum. Kemajemukan masyarakat beserta kebutuhannya dengan sendirinya menuntut diadakannya survei pasar yang cermat.

Tanpa langkah seperti itu, pihak produsen akan meraba-raba dalam menentukan jenis dan jumlah produk yang dihasilkan. Sudah tentu hal ini akan berakibat tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat sehingga keuntungan yang mau diraih oleh pihak produsen pun menjadi hilang. Sekarang ini kita lihat bermunculan usaha-usaha jasa dibidang survei ataupun riset. Gejala ini memperlihatkan betapa pentingnya diperoleh suatu data statistik mengenai kebutuhan aktual masyarakat.

B. Bagaimana (How)

Setelah jenis dan jumlah produksi dipilih, persoalan yang harus dipecahkan adalah, bagaimana barang tersebut diproduksi?

  • Siapa yang memproduksi?
  • Sumber daya apa yang digunakan?
  • Teknologi apa yang digunakan?

C. Untuk Siapa (For whom)

Setelah pemecahan persoalan bagaimana memproduksi lebih lanjut adalah untuk siapa (for whom) barang yang akan diproduksi? – siapa yang harus menikmati? Menghadapi masalah pokok ekonomi tersebut, bagaimana kita memecahkan pokok persoalan itu?

Secara garis besar, kita mengenal empat sistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan situasi kondisi dan ideologi negara yang bersangkutan. Keempat sistem ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat, sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi campuran.

Rangkuman

  1. Inti dari masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas, dan masalah ekonomi pasti dihadapi oleh setiap negara.
  2. Masalah ekonomi terdiri dari masalah ekonomi klasik dan masalah ekonomi modern. Masalah ekonomi klasik terdiri dari masalah produksi, konsumsi dan distribusi. Permasalahn ekonomi modern terdiri dari pilihan tentang barang dan jasa apa (what) yang harus diproduksi dan berapa (how many? how much) jumlah yang diproduksi, dan bagaimana (how), serta untuk siapa (for whom) barang itu di produksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *