Thu. Feb 9th, 2023
Menyusun dan Langkah-langkah Menulis Teks Cerita Moral/ Fabel

Menyusun dan Langkah-langkah Menulis Teks Cerita Moral/ Fabel – Dalam pelajaran kali ini, kamu akan mempelajari cara menyusun sebuah teks cerita moral atau fabel. Jika kamu melakukan langkah penyusunan yang tepat, kamu akan mampu membuat cerita fabel sendiri.

Menyusun dan Langkah-langkah Menulis Teks Cerita Moral/ Fabel
Menyusun dan Langkah-langkah Menulis Teks Cerita Moral/ Fabel

Menyusun Teks Cerita Moral/Fabel

Menulis sebuah cerita merupakan sebuah kegiatan yang bisa membantu kita untuk mengolah imajinasi kita. Salah satu cerita yang bisa kita buat adalah cerita fabel. Seperti sudah dibahas sebelumnya, cerita fabel merupakan cerita berisi pesan moral dengan tokoh-tokoh yang diperankan oleh hewan yang memiliki sifat dan karakter seperti manusia.

Cerita fabel ini bisa menjadi cerita pertama yang kamu buat. Akan tetapi, kamu harus bisa menyusun cerita fabel sesuai dengan struktur dari teks cerita fabel itu sendiri. Untuk struktur teks cerita fabel sudah dibahas pada pelajaran sebelumnya.

Langkah Menyusun Teks Cerita Moral/Fabel

  1. Mengamati perilaku dari hewan yang ada di sekitar lingkungan. Misalnya kucing yang tinggal di dekat rumah. Amati perilaku kucing tersebut. Kamu bisa mulai menentukan hal-hal menarik yang bisa dijadikan bahan atau tema cerita fabel.
  2. Buatlah tema yang menarik dan berhubungan dengan kebaikan.
  3. Buatlah kerangka karangan berdasarkan masing-masing struktur teks cerita fabel yaitu judul, orientasi, komplikasi, klimaks, resolusi, dan koda.
  4. Buatlah ide poko atau gagasan untuk kerangka karangan pada setiap bagian strukturnya.
  5. Kembangkan setiap ide pokok, gagasan, atau kerangka karangan tersebut menjadi kalimat-kalimat yang runtut.
  6. Baca kembali cerita fabel yang sudah selesai tersebut dan lengkapi kekurangannya.

Contoh Menyusun Teks Cerita Moral/Fabel

Kerangka teks fabel
1. Judul: Persahabatan Kucing dan Tikus
2. Orientasi:
(a) Di Sebuah rumah besar di desa hiduplah sebuah keluarga dengan seekor kucing.
(b) Kucing itu sangat disayang oleh keluarga tersebut.
3. Komplikasi:
(a) Muncul tikus putih yang lucu dan menggemaskan.
(b) Semua anggota keluarga sangat menyukainya dan menjadikan tikus sebagai hewan peliharaan mereka juga.
(c) Kucing mulai merasa iri dengan perhatian yang didapatkan oleh tikus.
4. Klimaks:
(a) Kucing dan tikus bertengkar hebat dan saling menunjukkan siapa yang paling disayangi di antara mereka.
(b) Mereka mulai membuat keributan dan hal itu diketahui oleh keluarga tersebut.
5. Resolusi:
(a) Salah satu anggota keluarga yaitu Rahmi memisahkan mereka berdua.
(b) Rahmi menjelaskan kalau mereka tidak perlu bertengkar.
(c) Seluruh keluarga menyayangi mereka berdua.
(d) Mereka berdua akhirnya berbaikan.
6. Koda:
(a) Kucing dan tikus mulai berteman baik.
(b) Seluruh keluarga merasa bahagia dengan persahabatan mereka.

Teks cerita fabel utuh

Poin Penting

  1. Menyusun cerita fabel harus berurutan.
  2. Amati terlebih dahulu perilaku hewan yang ada di sekitar rumah kemudian cari tema yang tepat.
  3. Susun berdasarkan struktur pembangun dari teks cerita fabel.

Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu menulis teks cerita moral/ fabel yang menarik dan mudah dipahami pembaca

Teman-teman, dalam sesi ini kita akan belajar menulis teks fabel. Tentu kalian masih ingat bukan apa itu teks fabel? Teks fabel adalah teks narasi yang tokohnya binatang. Binatang-binatang dalam teks ini berperilaku dan memiliki kehidupan seperti layaknya manusia. Selain tokohnya, fabel juga memiliki ciri khas, antara lain adalah penggunaan bahasa, pesan moral, struktur, alur, latar, serta pengembangan karakter. Nah, berdasarkan aspek ciri khas itulah, kita belajar menulis teks cerita fabel.

Langkah-Langkah dalam Menulis Teks Fabel

  1. Menentukan tema. Tema adalah ide cerita. Tanpa tema, seorang penulis tidak akan tahu apa yang akan dituliskannya. Dalam teks fabel, pilihlah tema-tema sederhana yang dipahami oleh anak-anak, contohnya tema persahabatan, akibat sombong, dan akibat tidak patuh pada nasihat orang tua.
  2. Menentukan pesan moral yang ingin disampaikan. Pesan moral merupakan salah satu unsur penting dalam fabel. Pesan moral disampaikan dengan cara tersurat. Pesan moral ini menjadi panduan bagi penulis fabel dalam menyampaikan ceritanya agar cerita menjadi lebih terarah.
  3. Membuat kerangka karangan. Kerangka karangan merupakan ide-ide pokok yang akan ditulis dalam cerita. Kerangka karangan ini juga merupakan rangkaian peristiwa yang terdapat pada cerita. Dalam teks fabel, kerangka karangan didasarkan pada strukturnya. Contohnya sebagai berikut.        Struktur pada kerangka karangan ini disusun dengan urutan yang logis dan sebab akibat. Menyambungkan antara peristiwa yang satu dengan lain dalam struktur fabel itu digunakan kata penghubung lalu, kemudian, dan akhirnya.
  4. Menentukan karakter tokoh. Karakter tokoh pada fabel sebaiknya adalah karakter yang sederhana karena pembaca fabel adalah anak-anak. Sederhana yang dimaksud adalah tokoh tidak memiliki karakter yang rumit dan memiliki beberapa karakter, contoh kancil adalah sosok yang cerdik. Karakter tokoh dapat disampaikan dengan berbagai cara: • Karakter tokoh disampaikan langsung oleh pengarang, contohnya adalah sebagai berikut. Keke adalah katak yang rajin dan baik hati. Ia selalu menolong teman-temannya. • Karakter tokoh disampaikan melalui dialog antartokoh, contohnya sebagai berikut. Burung pun berkata, “Terima kasih atas pertolonganmu, wahai katak yang baik. Karena pertolonganmu ini aku bisa terbang kembali.” Keke, si katak baik,”Aku senang kamu bisa terbang kembali, wahai burung.” • Karakter tokoh disampaikan dengan cara tindakan tokoh, contohnya sebagai berikut. Keke mendekati tubuh burung yang terluka. Ia memeriksa luka burung itu, lalu membawanya pulang. Dengan segera Keke mengambil obat dan mengobati burung malang itu.
  5. Menentukan latar tempat dan waktu. Dalam teks fabel, latar waktu dan tempat ditunjukkan dengan menggunakan kata keterangan tempat dan waktu, seperti pada suatu hari, di sungai.
  6. Menentukan judul. Menentukan judul merupakan langkah terakhir karena judul harus dapat mewakili keseluruhan isi cerita.       Setelah seluruh langkah ini kalian laksanakan, kalian siap menulis teks fabel. Namun, kalian harus ingat, teks fabel menggunakan kalimat-kalimat yang sederhana, dan pilihan kata yang mudah dipahami. Perhatikan pula ejaan dan tanda baca yang digunakan dalam penulisan.

Poin penting

Teks fabel memiliki ciri khas, antara lain adalah penggunaan bahasa, pesan moral, struktur, alur, latar, serta pengembangan karakter. Berdasarkan aspek ciri khas itulah, langkah-langkah menulis teks cerita fabel terbentuk. Ada beberapa langkah dalam menulis teks cerita fabel.

By Mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *