Langkah Konversi Teks Negosiasi Menjadi Teks Drama Pendek

By | August 5, 2020

Langkah Konversi Teks Negosiasi Menjadi Teks Drama Pendek – Siswa dapat mengonversi teks negosiasi ke dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan.

Langkah Konversi Teks Negosiasi Menjadi Teks Drama Pendek

Langkah Konversi Teks Negosiasi Menjadi Teks Drama Pendek

Pada pelajaran sebelumnya, telah diketahui struktur, ciri-ciri, dan jenis-jenis teks negosiasi. Seperti yang kita ketahui, teks negosiasi adalah teks yang berisi perundingan atau tawar-menawar yang dilakukan oleh pihak tertentu dengan pihak lainnya untuk mencapai kesepakatan.

Langkah-Langkah Konversi Teks Negosiasi Menjadi Teks Drama Pendek

Untuk menulis teks negosiasi menjadi teks drama pendek, ada beberapa langkah yang harus diikuti. Berikut langkah-langkah untuk menulis sebuah teks negosiasi yang dikonversi menjadi teks drama pendek.
1. Menentukan dan memilih teks negosiasi yang akan dijadikan teks drama pendek. Topik negosiasi dapat berupa: penawaran harga barang, pemenuhan kebutuhan barang rumah tangga, antara nasabah dan bank, dan antara ayah dan anak. Pilih sebuah topik yang menarik.
2. Menentukan partisipan sesuai teks negosiasi. Partisipan adalah pemeran yang dapat digambarkan sebagai penjual-pembeli, ayah-anak, ibu-anak, guru-siswa, warga masyarakat desa Mekar – kepala desa Mekar, dan sebagainya.
3. Mengubah teks negosiasi menjadi sebuah percakapan atau dialog pendek. Caranya dengan mengubah kalimat tidak langsung menjadi kalimat langsung.
4. Menambahkan kesan drama berupa konflik batin dan memunculkan aksi atau akting pada partisipan. Aksi atau akting pada partisipan biasanya dituliskan dalam tanda kurung buka dan tutup [( )]
5. Mengembangkan atau mengonversi teks negosiasi menjadi teks drama pendek atau dialog.

Contoh Mengonversi Teks Negosiasi Menjadi Teks Drama Pendek

Perhatikan!

Teks Negosiasi
Di sebuah kantor penerbitan sedang diadakan sebuah rapat yang dihadiri oleh kepala redaksi, editor, dan penulis. Oleh karena telah lama menjalin kerja sama, ketiganya merasa perlu untuk membuat sebuah buku mengenai Kebudayaan Indonesia yang mulai luntur. Kepala redaksi berniat menerbitkan buku tersebut dengan jumlah halaman 80, sedangkan penulis bersikukuh menulis 150 halaman. Setelah bernegosiasi, mereka akhirnya sepakat untuk menerbitkan buku sebanyak 120 halaman.

Mari Konversi!

Kepala redaksi: Bagaimana, Bu, mengenai rencana kita untuk menerbitkan buku Kebudayaan Indonesia? (membuka buku catatan)
Penulis: Ya, Pak. Ini saya sudah membuat konsepnya. Silakan dilihat. (menyerahkan dua lembar kertas konsep buku)
Kepala redaksi: Hmmm, isinya sangat lengkap membahas kebudayaan Indonesia, ya, Bu. Ini bagus sekali. Saya targetkan akan mencetak 80 halaman, ya, Bu.
Penulis: 80 halaman, Pak? (mengerutkan dahi) Sedikit sekali, ya, Pak. Saya malah perkirakan ini akan menjadi 150 halaman, Pak.
Kepala redaksi: Ya, Bu. Keputusan itu sudah berdasarkan sistem cetak buku. Kalau melebihi 80 kemungkinan harga buku akan mahal.
Editor: Maaf, Pak, menurut saya, buku ini akan laku di pasaran. Bagaimana kalau 120 halaman saja? Jadi, naikkan harga sedikit dan naikkan juga kualitas isi buku agar pembeli tidak merasa rugi dengan harga yang sedikit mahal.
Penulis: Nah, saya setuju dengan editor. Ya, lebih baik 120 halaman saja.
Kepala redaksi: Oh ya, saya pikir 120 tidak terlalu masalah. Baiklah kalau begitu akan kita terbitkan dengan jumlah halaman 120 saja.
Penulis: Baik, terima kasih.(saling bersalaman)

Poin Penting

• Teks negosiasi berupa tindak sosial yang memiliki masalah untuk disepakati bersama.
• Teks drama pendek mengubah kalimat tidak langsung menjadi kalimat langsung.
• Teks drama pendek terdiri dari (1) topik yang akan dinegosiasikan, (2) partisipan atau tokoh atau pelaku, (3) ciri ejaan berupa tanda petik dua yang mengapit percakapan, dan (4) adanya kesan drama atau konflik batin dan memunculkan aksi atau akting pada partisipan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *