Kohesi Leksikal dan Kohesi Gramatikal dalam Teks Diskusi
Kohesi Leksikal dan Kohesi Gramatikal dalam Teks Diskusi

Kohesi Leksikal dan Kohesi Gramatikal dalam Teks Diskusi

6782 View

Kohesi Leksikal dan Kohesi Gramatikal dalam Teks Diskusi – Pada materi sebelumnya kalian sudah mempelajari struktur teks teks diskusi. Tahapan selanjutnya, kalian akan mempelajari unsur kebahasaan atau ciri-ciri bahasa teks diskusi. Namun dalam materi ini kalian hanya akan mempelajari unsur kebahasaan dengan melihat kohesi leksikal dan kohesi gramatikal pada teks diskusi.

Kohesi Leksikal dan Kohesi Gramatikal dalam Teks Diskusi
Kohesi Leksikal dan Kohesi Gramatikal dalam Teks Diskusi

Kohesi leksikal adalah kepaduan antara kalimat yang satu dengan yang lain dalam sebuah teks dengan menggunakan pemilihan kata. Kepaduan ini bisa dicapai melalui pengulangan kata, sinonim (kata yang memiliki arti yang hampir sama), antonim (kata yang memiliki arti yang berbeda), dan hiponim (hubungan dalam makna kata yang berkaitan dengan makna spesifik dan makna general).

Perhatikan teks berikut ini




Mari kita analisis kohesi dan koherensinya

Kohesi Leksikal

• Pada paragraf ke-1, kepaduan yang dicapai dengan menggunakan pengulangan kata. Kata yang yang diulang beberapa kali pada paragraf satu ini adalah kata ponsel. Contohnya seperti di bawah ini.
Saat ini perkembangan teknologi ponsel semakin berkembang. Fitur-fitur yang terdapat pada ponselpun memungkinkan penggunanya dapat melakukan berbagai aplikasi, seperti akses internet, jejaring sosial, dan memainkan games. Salah satu pengguna ponsel canggih adalah para remaja.

• Pada paragraf ke-1, kepaduan juga dicapai dengan menggunakan frase bersinonim. Frase sangat akrab memiliki makna yang hampir sama dengan keseharian mereka tidak dapat terpisahkan dengan ponsel canggih, dan tiada hari tanpa ponsel canggih. Artinya, makna tersebut menyiratkan bahwa adanya hubungan yang dekat dan erat, serta tidak terpisahkan. Contohnya adalah sebagai berikut.
Hampir sebagian besar remaja di Indonesia sangat akrab dengan ponsel canggih. Bahkan keseharian mereka tidak dapat terpisahkan dengan ponsel canggih ini. Seakan tiada hari tanpa ponsel canggih.

• Pada paragraf ke-2, kepaduan dicapai dengan menggunakan kata yang bersinonim. Kata efek, dampak, dan pengaruh memiliki kandungan makna yang hampir sama, yakni kesan atau akibat yang ditimbulkan. Contohnya terurai seperti di bawah ini.
Pada dasarnya ponsel canggih memiliki efek positif bagi remaja. Dampak positif ponsel canggih bagi para remaja salah satunya adalah mereka dapat lebih mudah mendapatkan berbagai informasi yang menunjang pengetahuan mereka. Di samping itu, pengaruh positif ponsel canggih lainnya adalah memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dan memperluas pertemanan mereka.

• Pada paragraf ke-3, kepaduan dicapai dengan menggunakan frase yang mengandung makna antonim. Frase manfaat positif mengandung makna antonim dengan dampak negatif.
Namun patut disadari pula, dibalik manfaat positif yang terdapat pada ponsel canggih, tentu saja tidak dapat dipungkiri bahwa ponsel ini juga memiliki dampak negatif bagi remaja. Dampak negatif ponsel canggih ini dapat terjadi apabila dalam penggunaannya tidak ada pengawasan dari orang tua. Orang tua membiarkan anak-anak mereka menggunakan ponsel canggih dengan bebas.

• Pada paragraf ke-3, kepaduan dicapai dengan menggunakan hiponim. Hiponim pada paragraf tersebut berupa makna general dari frase dampak negatif. Sedangkan makna spesifiknya dipaparkan dalam bentuk kalimat. Contohnya adalah sebagai berikut.
Dampak negatif yang bisa ditimbuilkan oleh ponsel canggih ini bisa bermacam-macam. Jika ditinjau dari sisi kesehatan, ponsel canggih dapat memaparkan efek radiasi kepada penggunanya. Selain itu, penggunaan ponsel canggih juga dapat mempengaruhi perilaku para remaja apabila mereka tidak dapat memilah bacaan dan tontonan yang dengan mudah diakses oleh mereka.

Selain kohesi leksikal, kepaduan dalam teks juga bisa dicapai melalui kohesi gramatikal.

Kohesi Gramatikal

Kohesi gramatikal adalah kepaduan kalimat-kalimat dalam teks yang dicapai dengan menggunakan aturan gramatikal. Aturan-aturan gramatikal yang dimaksud antara lain adalah rujukan, substitusi, dan elipsis. Rujukan adalah kata atau frase yang mengacu atau merujuk pada kata atau frase yang sudah disebutkan sebelumnya, seperti ini, itu, hal itu, hal ini, dan tersebut. Contohnya adalah sebagai berikut.
• Setiap daerah di Indonesia memiliki kekhasan dalam budayanya masing-masing. Kekhasan tersebut menjadi keunikan dari kebudayaan setiap daerah di Indonesia.
Contoh (2) menggunakan kohesi gramatikal yang berupa kata rujukan. Pada kalimat (2) frase budaya masing-masing digunakan kembali pada kalimat berikutnya dengan menggunakan kata rujukan tersebut.

Selain rujukan, kohesi gramatikal juga dapat menggunakan aturan gramatikal yang berupa substitusi. Subtitusi adalah kata yang digunakan untuk menggantikan frase atau kata yang telah disebutkan sebelumnya. Contohnya adalah sebagai berikut.
• Sejak dini para siswa harus ditanamkan untuk mencintai budaya Nusantara. Sekolah dan orang tua memiliki peran besar untuk mengajarkan mereka agar dapat menghargai dan bangga Nusantara.
Frase para siswa disubstitusi dengan kata ganti mereka.

Kohesi gramatikal juga dapat menggunakan aturan gramatikal berupa ellipsis. Ellipsis adalah peniadaan kata atau satuan lain yang wujud aslinya dapat diramalkan dari konteks bahasa atau konteks luar bahasa.
Contohnya adalah sebagai berikut.
• Tahun ini SMP Kemerdekaan Indonesia memenangkan tiga piala untuk pertandingan basket. Kepala Sekolah meletakkan di lemari sekolah sebagai kenang-kenangan dan lambang prestasi sekolah itu.
Pada kalimat di atas, frase tiga piala dihilangkan pada kalimat berikutnya.

Poin Penting

Dalam teks diskusi terdapat unsur-unsur kebahasaan atau ciri-ciri bahasa. Salah satu unsur kebahasaan atau ciri-ciri bahasa dalam teks diskusi adalah penggunaan kohesi leksikal dan kohesi gramatikal. Kohesi leksikal adalah kepaduan antara kalimat yang satu dengan yang lain dalam sebuah teks diskusi dengan menggunakan pemilihan kata, sinonim, antonim, dan hiponim. Adapun kohesi gramatikal adalah kepaduan kalimat-kalimat dalam teks yang dicapai dengan menggunakan aturan gramatikal. Aturan-aturan gramatikal yang dimaksud antara lain adalah rujukan, substitusi, dan elipsis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *