Karakteristik Teks Negosiasi

By | June 18, 2020

Karakteristik Teks Negosiasi – Pada topik ini, kalian akan mempelajari struktur, ciri-ciri, dan jenis-jenis teks negosiasi.

Karakteristik Teks Negosiasi

Karakteristik Teks Negosiasi

Pengertian Negosiasi

Negosiasi adalah bentuk interaksi sosial berupa perundingan atau tawar-menawar yang dilakukan pihak tertentu dengan pihak lainnya untuk mencapai kesepakatan. Negosiasi dilakukan jika terdapat perbedaan keinginan, selisih paham, dan ketidakcocokan antara pihak tertentu dengan pihak lainnya dalam membuat kesepakatan.

Kaidah Negosiasi

Berikut kaidah negosiasi.
1. Negosiasi dilakukan dua pihak atau lebih, baik antarindividu, antarlembaga, maupun antara individu dengan lembaga.
2. Negosiasi merupakan bentuk komunikasi langsung.
3. Negosiasi terjadi jika terdapat perbedaan pendapat, keinginan, dan tujuan antara dua pihak atau lebih.
4. Hasil negosiasi berujung pada dua kemungkinan, yaitu sepakat atau tidak.

Pengertian Teks Negosiasi

Teks negosiasi adalah teks yang berisi perundingan atau tawar-menawar yang dilakukan oleh pihak tertentu dengan pihak lainnya untuk mencapai kesepakatan.

Struktur Teks Negosiasi

Teks negosiasi setidaknya memiliki struktur yang sederhana, yaitu:
1. pembuka atau orientasi, yaitu salam pembuka dengan mengajukan permasalahan yang akan dinegosiasikan,
2. isi, yaitu proses negosiasi yang terdiri atas permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan, dan pembelian,
3. penutup, yaitu salam penutup jika proses negosiasi telah selesai.

Berdasarkan struktur sederhana tersebut, dapat dilihat bahwa struktur teks negosiasi yang kompleks terdiri atas: (1) orientasi, (2) permintaan, (3) pemenuhan, (4) penawaran, (5) persetujuan, (6) pembelian, dan (7) penutup.

Ciri-ciri Teks Negosiasi

Ciri-ciri teks negosiasi adalah sebagai berikut:
1. teks berupa dialog antarpihak yang bernegosiasi,
2. adanya perselisihan atau perbedaan pendapat, keinginan, dan tujuan,
3. adanya penawaran yang diajukan,
4. hasil akhir berupa kesepakatan atau penolakan.

Negosiasi dapat dilakukan untuk berbagai kepentingan, diantaranya:
1. perdagangan, misalnya negosiasi antara penjual dengan pembeli,
2. pekerjaan, misalnya negosiasi antara pelamar kerja dengan pihak perusahaan mengenai gaji atau pemain bola dengan manajer klub yang memintanya bergabung dalam klub tersebut,
3. peraturan, misalnya negosiasi antara ketua OSIS dengan pihak sekolah mengenai rencana iuran untuk acara sekolah atau kelompok warga dengan ketua RT mengenai jadwal ronda,
4. konflik, misalnya negosiasi yang terjadi saat terjadi masalah yang harus dipecahkan.

Perhatikan!

Berikut contoh teks negosiasi yang menunjukkan negosiasi antara Amir, ketua kelas X-A, dengan Bu Sinta, wali kelas X-A, mengenai rencana iuran tur studi akhir tahun. Negosiasi terjadi saat jam istirahat di ruangan guru.

Amir : Selamat siang, Bu. Maaf mengganggu waktu istirahat Ibu.
Bu Sinta : Siang, Amir. Ada keperluan apa di jam istirahat seperti ini?
Amir : Ada yang perlu saya bicarakan dengan Ibu terkait rencana iuran untuk tur studi akhir tahun, Bu. Ibu ada waktu siang ini atau selepas pulang sekolah saja?
Bu Sinta : Oh, tidak apa-apa. Sekarang saja. Ada apa dengan iuran itu?
Amir : Begini, Bu. Setelah saya umumkan kepada teman-teman di kelas, kebanyakan dari mereka berkeberatan dengan iuran sebesar Rp300.000,00.
Bu Sinta : Mengapa? Itu sudah kesepakatan para wali kelas X dengan kepala sekolah. Iuran tersebut sudah cukup kecil karena pembiayaan dibantu oleh kas sekolah.
Amir : Iya, Bu. Namun, kami merasa keberatan karena banyak diantara orang tua kami yang tidak memiliki uang sebanyak itu, apalagi harus diserahkan awal bulan depan. Kalau harus mengumpulkan pun, kami tidak yakin akan terkumpul secepat itu.
Bu Sinta : Baiklah, Ibu akan bicarakan hal ini kepada kepala sekolah terlebih dahulu karena ini adalah kesepakatan bersama para wali kelas X dengan kepala sekolah. Ibu tidak bisa memutuskan. Apalagi, iuran dari siswa sebetulnya hanya cukup untuk membuat kaus dan makan kalian selama satu hari penuh, termasuk makanan ringan. Biaya operasionalnya ditanggung sekolah, seperti bus dan tiket masuk objek wisata.
Amir : Maaf, Bu, kami mengusulkan, bagaimana jika para siswa tidak perlu menggunakan kaus yang sama sehingga tidak perlu biaya pembuatan kaus. Setiap siswa juga dapat membawa makanan ringan sendiri. Dengan begitu, iuran yang perlu kami tanggung lebih kecil lagi, misalnya Rp100.000,00 atau Rp120.000,00.
Bu Sinta : Itu ide bagus, Amir. Tapi, Ibu perlu bicarakan hal tersebut kepada kepala sekolah terlebih dahulu. Ibu akan ajukan ide kamu. Semoga kepala sekolah berkenan sehingga para siswa tidak berkeberatan dengan iurannya.
Amir : Baik, terima kasih banyak, Bu. Kalau begitu, saya permisi. Selamat siang, Bu.

Identifikasi Struktur Teks

Berdasarkan contoh tersebut dapat diuraikan bahwa struktur teks negosiasi tersebut antara lain:

Orientasi : Tuturan pertama dan ke-2, yaitu salam pembuka dan perbincangan awal
Pengajuan : Tuturan ke-3, ke-5, dan ke-7 yaitu saat Amir mengajukan permasalahan yang akan dinegosiasikan
Pemenuhan : Tuturan ke-8, yaitu saat Bu Sinta bersedia menindaklanjuti keberatan siswa kepada Kepala Sekolah
Penawaran : Tuturan ke-9, yaitu saat Amir mengusulkan tawarannya
Persetujuan : Tuturan ke-10, yaitu saat Bu Sinta menyetujui usul Amir namun harus membicarakan hal tersebut kepada kepala sekolah terlebih dahulu
Penutup : Tuturan ke-11

Poin Penting

1. Teks negosiasi harus berupa dialog yang di dalamnya terdiri atas orientasi atau pembuka, isi, dan penutup. Isi dapat berupa pengajuan, pemenuhan, penawaran, pembelian, persetujuan, dan penolakan.
2. Kalimat yang digunakan dalam teks negosiasi diantaranya:
(1)Kalimat deklaratif, yaitu untuk menyatakan pendapat
(2)Kalimat interogatif, yaitu untuk menanyakan sesuatu
(3)Kalimat persuasif, yaitu untuk membujuk pihak tertentu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *