Karakter Tokoh dan Menilai Tokoh dalam Pementasan Drama

By | April 3, 2020

Karakter Tokoh dan Menilai Tokoh dalam Pementasan Drama – Bisakah kamu membedakan peran-peran tokoh berdasarkan adegan di atas? Setiap tokoh dalam sebuah pementasan drama tentu memiliki watak yang berbeda. Meskipun watak selalu dimiliki setiap tokoh dalam drama, terkadang kita sulit mengidentifikasi watak tersebut hanya dengan mengandalkan penampilan fisiknya. Perlu cara lain agar kita dapat memahami karakter tokoh dengan tepat.

Karakter Tokoh dan Menilai Tokoh dalam Pementasan Drama

Karakter Tokoh dan Menilai Tokoh dalam Pementasan Drama

Pada pembahasan kali ini, kamu akan diberikan penjelasan mengenai cara menentukan karakter tokoh dalam pementasan drama agar kamu dapat menafsirkan dengan baik watak yang dimiliki setiap tokoh meskipun tidak dinyatakan secara eksplisit dalam dialog.

Sebagaimana sebuah prosa, watak tokoh dalam sebuah drama pun dapat diketahui melalui cara-cara berikut.

1. Diakui langsung oleh tokoh, yaitu secara gamblang tokoh tersebut menceritakan karakter yang dimilikinya, misalnya

LALA

Peggy, Peggy. Joko kan bukan anak kemarin sore yang setiap detik harus dimonitor detak jantungya. Tidak bakalan dia mendua. Aku kenal betul wataknya sejak duduk di bangku SD. Bagiku, dia adalah sobat karib sepanjang masa. Sampai sekarang, aku belum pernah menemukan orang setulus dia. Apalagi di kampus kita ini, biyuh… Pokoknya kalau masalah setia mati, Joko is the best deh. Sayangnya, aku bukan tipe yang mudah jatuh cinta pada sobat sendiri. Sorry ya, prinsip hidupku tak seperti cerita-cerita konyol di sinetron.

PEGGY

Ceilee, segitu idealisnya. Hati-hati tuh omongan bisa jadi bumerang.

2. Diceritakan tokoh lain, yaitu karakter salah satu tokoh dapat diketahui karena ada tokoh lain yang menyebutkan watak tokoh tersebut, misalnya

LALA

Nah, ini, ini, salah satu bentuk pengkhianatan terselubung. Ternyata kita semua patut dikasihani.

PEGGY

Pengkhianat bagaimana? Apa maksudnya? Eh, bukan berarti itu bisa jadi alasan yang kuat. Butuh proses. Tidak semua orang sepertimu. Sok idealis. Realistis sajalah.

3. Dialog antartokoh, yaitu tidak ada penyebutan watak secara langsung tetapi lewat sebuah dialog dapat diketahui watak setiap tokoh, misalnya

LALA

Maaf interupsi! Sepertinya topiknya sudah mulai sempit lingkup dan quorum berlebih. Sangat sopan bagiku untuk mengundurkan diri. Tak baik bertamu terlalu lama, sementara tuan rumah masih banyak keperluan yang lain. Aku ke sekret BEM dulu ya, siapa tahu teman-teman sudah pada nongol. Silahkan lanjutkan provokasinya. Satu pesanku, kalau bisa jangan ada yang kalah atau menang. Paling tidak posisi draw itu jauh lebih baik, ok.

PEGGY

Maaf, La. Tak seharusnya kita jadi tuan rumah yang semena-mena begitu saja mengusir tamunya. Maaf, kalau tiba-tiba kemudinya berbelok arah ke jalan makadam. Aku tahu dirimu paling suka lewat jalan tol. Nanti aku menyusul. Oh, ya hampir lupa. Tolong sampaikan pada Bo’im, surat perijinan ke rektorat sudah kusiapkan. File-nya aku simpan di laci bawah meja komputer.

4. Digambarkan oleh tindakan tokoh, yaitu tidak ada penyebutan karakter salah satu tokoh tapi karakter tersebut dapat diketahui dari sikap atau tidakannya, misalnya

LALA

Siippp. Beres bos. Titah paduka akan segera hamba laksanakan. Jok, jaga Peggy ya. Jangan sampai dia lupa jalan pulang.

JOKO

Ok juga boss. Hamba siap menjadi abdi sejati bagi tuan putri tercinta.

(Lala Pergi Dengan Senyum)

(“Sandal Jepit” karya Herlina Syarifudin)

Poin Penting

Karakter tokoh dalam sebuah drama dapat diketahui lewat cara-cara berikut.

  1. Diakui langsung oleh tokoh, yaitu secara gamblang tokoh tersebut menceritakan karakter yang dimilikinya.
  2. Diceritakan tokoh lain, yaitu karakter salah satu tokoh dapat diketahui karena ada tokoh lain yang menyebutkan watak tokoh tersebut.
  3. Dialog antartokoh, yaitu tidak ada penyebutan watak secara langsung tetapi lewat sebuah dialog dapat diketahui watak setiap tokoh.
  4. Digambarkan oleh tindakan tokoh, yaitu tidak ada penyebutan karakter salah satu tokoh tapi karakter tersebut dapat diketahui dari sikap atau tidakannya.

Menilai Tokoh dalam Pementasan Drama

Apakah kamu sudah dapat mengidentifikasi karakter para tokoh dengan benar dalam sebuah pementasan drama? Jika pada pembahasan sebelumnya kamu dituntut untuk dapat menentukan karakter tokoh, pada materi sekarang kamu dituntut untuk dapat mengevaluasi pemeranan tokoh dalam pementasan drama agar kamu pun dapat menilai seni peran tokoh tersebut memiliki kualitas atau tidak.

      Langkah yang perlu kamu lakukan untuk mengevaluasi pemeranan tokoh dalam pementasan drama adalah sebagai berikut.

1. Tulislah kekurangan dan kelebihan tokoh

      Kekurangan dan kelebihan tersebut dapat kamu temukan dari unsur-unsur berikut ini.

  • Vokal yang berhubungan dengan kecocokan suara dengan karakter tokoh yang diperankan.
  • Artikulasi yang berhubungan dengan jelas tidaknya dan tepat tidaknya pelafalan setiap kata yang diucapkan tokoh.
  • Intonasi yang berkaitan dengan cepat lambatnya atau tinggi rendahnya suara yang diucapkan tokoh saat menjalani karakter.
  • Mimik yang berkaitan dengan ekspresif tidaknya tokoh pada saat menjalani karakternya, misalnya

    (“Ann Lezique Yeofaza”, School Production SGS)
  • Gesture yang berhubungan dengan gerakan tubuh tokoh yang sesuai atau tidak dengan karakternya, misalnya

2. Mengembangkan catatan kelebihan dan kekurangan menjadi sebuah tanggapan

Setelah kamu mengisi kartu evaluasi, langkah selanjutnya adalah menguraikan catatan kartumu menjadi sebuah paragraf yang berisi tanggapan. Seperti pada pembahasan sebelumnya, tanggapan yang kamu berikan dapat berupa pendapat, kritik, atau saran dengan aturan sebagai berikut.

  • Tanggapan harus disertai alasan yang logis agar menjadi pertimbangan bagi orang-orang yang berperan dalam pementasan drama.
  • Tanggapan harus ditulis dengan menggunakan bahasa yang santun, meskipun tanggapan yang disampaikan merupakan kekurangan.
  • Tanggapan harus ditulis secara jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Pendapat
Setelah saya amati dari awal hingga akhir pementasan, tokoh Lala memiliki kualitas suara yang bagus saat beradegan. Vokal suaranya sangat sesuai dengan karakter yang diperankannya.

Saran
Sebaiknya pemeran Lala banyak berlatih dalam menyampaikan dialog sebab ada beberapa dialog yang salah menyimpan jeda berhenti. Selain itu, kerendahan suaranya terkadang meleset hingga seperti kehabisan suara.

Kritik
Sayang sekali, ekspresi Lala yang bagus tidak didukung gerak tubuh yang sesuai dengan situasi saat itu. Dialog yang menggambarkan adegan menantang justru tidak digambarkan dengan baik melalui gerakan tubuhnya.

Poin Penting

Langkah yang perlu kamu lakukan untuk mengevaluasi pemeranan tokoh dalam pementasan drama adalah sebagai berikut.

1. Tulislah kekurangan dan kelebihan tokoh

Kekurangan dan kelebihan tersebut dapat ditemukan dari unsur-unsur berikut ini.

  • Vokal yang berhubungan dengan kecocokan suara dengan karakter tokoh yang diperankan.
  • Artikulasi yang berhubungan dengan jelas tidaknya dan tepat tidaknya pelafalan setiap kata yang diucapkan tokoh.
  • Intonasi yang berkaitan dengan cepat lambatnya atau tinggi rendahnya suara yang diucapkan tokoh saat menjalani karakter.
  • Mimik yang berkaitan dengan ekspresif tidaknya tokoh pada saat menjalani karakternya.
  • Gesture yang berhubungan dengan gerakan tubuh tokoh yang sesuai atau tidak dengan karakternya.

2. Mengembangkan catatan kelebihan dan kekurangan menjadi sebuah tanggapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *