Pikiran, Pendapat, dan Gagasan Seorang Tokoh atau Narasumber
Pikiran, Pendapat, dan Gagasan Seorang Tokoh atau Narasumber

Pikiran, Pendapat, dan Gagasan Seorang Tokoh atau Narasumber

434 View

Pikiran, Pendapat, dan Gagasan Seorang Tokoh atau Narasumber  – Narasumber merupakan orang yang memberikan informasi tentang sebuah permasalahan atau hal-hal yang tengah menjadi perbincangan atau orang yang menguasai materi tentang hal atau permasalahan tersebut. Narasumber sendiri bisa dibedakan menjadi dua jenis narasumber.

Pikiran, Pendapat, dan Gagasan Seorang Tokoh atau Narasumber
Pikiran, Pendapat, dan Gagasan Seorang Tokoh atau Narasumber

Jenis Narasumber

Responden

Responden merupakan orang yang dimintai dan memberikan keterangan tentang sebuah peristiwa atau kegiatan dan juga dimintai data pribadinya. Contoh responden di antaranya orang yang memiliki prestasi, orang memiliki pengaruh, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Saksi mata atau informan

Saksi mata atau informan merupakan orang yang memberikan informasi tentang sebuah peristiwa atau hal yang disaksikannya secara langsung.

Informasi-informasi yang didapatkan dari narasumber diperoleh melalui proses wawancara secara langsung dengan narasumber tersebut. Wawancara sendiri merupakan sebuah percakapan atau dialog yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk membahas sebuah permasalahan atau peristiwa.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan proses wawancara, di antaranya sebagai berikut.
1. Menentukan tema atau permasalahan yang akan diangkat dalam wawancara.
2. Menentukan narasumber yang akan memberikan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan permasalahan yang diangkat.
3. Menentukan waktu dan tempat pelaksanaan wawancara.
4. Menyusun daftar pertanyaan. Usahakan untuk menggunakan rumus 5W+1H (what ‘apa’, when ‘kapan’, who ‘siapa’, why ‘mengapa’, where ‘di mana’, dan how ‘bagaimana’) yang akan diajukan dalam wawancara.
5. Mulai melakukan proses wawancara.
6. Membuat simpulan dari hasil wawancara yang sudah dilakukan.

Mendata Pendapat dan Gagasan Narasumber

Mendata pendapat dan gagasan dari narasumber bisa dilakukan dengan mengumpulkan hasil wawancara, baik dalam bentuk rekaman ataupun tulisan, menjadi sebuah data yang tersusun dengan rapi. Dalam melakukan sebuah wawancara, tentunya sudah ada pertanyaan-pertanyaan yang disusun sebaik mungkin untuk kemudian diajukan kepada narasumber. Dari pertanyaan tersebut, narasumber akan menjawabnya dengan pendapat-pendapat dan gagasannya. Pendapat dan gagasan tersebut kemudian direkam atau dicatat sebaik mungkin agar bisa disimpulkan pada akhirnya. Akan tetapi, sebelum dibuat simpulan, ada baiknya untuk didata terlebih dahulu semua pendapat dan gagasan yang telah diberikan oleh narasumber.

Gagasan Seorang Tokoh

Ada beberapa hal yang dilakukan dalam mendata pendapat dan gagasan tersebut di antaranya sebagai berikut.
1. Menuliskan kembali dengan kalimat yang baik dan rapi pendapat dan gagasan dari narasumber sesuai dengan urutan pertanyaan.
2. Menganalisis secara singkat setiap pendapat dan gagasan dari narasumber tersebut.
3. Menyusun dengan rapi pertanyaan dan jawaban yang berupa pendapat dan gagasan narasumber.
4. Mendata pendapat dan gagasan yang kemudian akan dijadikan bahan untuk akhirnya dibuat simpulan.

Poin Penting

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam materi ini, yaitu:
1. Ada dua jenis narasumber, yaitu responden dan informan (saksi mata).
2. Memperhatikan hal-hal yang harus dilakukan dengan baik saat melakukan wawancara.
3. Memperhatikan langkah-langkah mendata pendapat dan gagasan dari narasumber.

Siswa dapat menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan seorang tokoh/narasumber.

Sebelum kita mempelajari tentang cara menyimpulkan pendapat narasumber, ada baiknya kita pelajari terlebih dahulu tentang jenis-jenis wawancara.

Jenis-Jenis Wawancara

Wawancara merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi dan mengetahui pendapat serta gagasan dari narasumber. Sebelum melangkah ke tahap menyimpulkan pendapat yang diberikan oleh narasumber dalam proses wawancara, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu beberapa jenis wawancara yang umum dilakukan. Jenis-jenis wawancara tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. Wawancara dengan berbagai pertanyaan yang sudah dibakukan
Wawancara jenis ini merupakan wawancara pertanyaannya sudah disiapkan. Urutan dan kata-katanya juga sudah ditetapkan dan dibakukan. Oleh karena itu, pewawancara yang bertugas hanya tinggal membacakan pertanyaan-pertanyaan tersebut saat wawancara.

2. Wawancara dengan menggunakan petunjuk umum
Wawancara jenis ini mengharuskan pewawancara merancang dan membuat kerangka pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber. Artinya, pewawancara juga terlibat dalam pembuatan pertanyaan, tidak sekadar membacakan pertanyaan kepada narasumber.

3. Wawancara secara alamiah atau spontan
Wawancara jenis ini merupakan wawancara yang dilakukan secara spontan atau alamiah. Artinya, percakapan yang terjalin antara pewawancara dan narasumber terjadi secara spontan. Dalam pengajuan pertanyaan juga dilakukan secara alami seperti halnya percakapan sehari-hari.

Menyimpulkan Pendapat dari Pihak Narasumber

Sebuah wawancara tentunya akan menghasilkan informasi yang didapatkan dari narasumber yang diberikan pertanyaan-pertanyaan. Informasi tersebut salah satunya bisa berupa pendapat atau opini dari narasumber tersebut. Pendapat sendiri merupakan sebuah pemikiran atau opini terhadap sebuah hal. Pendapat-pendapat yang disampaikan oleh pihak narasumber juga bisa dibut simpulannya. Untuk bisa menyimpulkan pendapat yang disampaikan oleh narasumber, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Langkah-langkah tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. Mendengarkan sebaik mungkin proses wawancara.
2. Mencatat pokok-pokok dari pendapat yang diberikan oleh narasumber berkaitan dengan tema yang tengah diangkat dalam wawancara tersebut.
3. Setelah pendapat-pendapat tersebut dituliskan, mulailah untuk menyimpulkan pendapat tersebut dengan kalimat yang baik dan benar.

Perhatikan Contoh

Contoh kutipan wawancara dan simpulan pendapat narasumber

Tema wawancara : Kesehatan Tubuh

Pewawancara: Menurut Bapak, arti dari kesehatan tubuh itu apa?
Narasumber  : Menurut saya, kesehatan tubuh adalah kondisi baik yang dimiliki oleh tubuh.
Pewawancara: Maksudnya kondisi baik?
Narasumber  : Ya, artinya kita sedang tidak sakit. Tubuh kita sedang sehat dan mampu untuk bekerja dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
Pewawancara: Seberapa penting kesehatan tubuh menurut Bapak?
Narasumber  : Kesehatan tubuh itu sangat penting. Bila selalu menjaga kesehatan tubuh, kita tidak akan mudah terserang penyakit. Selain itu, kita juga bisa banyak melakukan berbagai hal dan membuat prestasi.
Pewawancara: Apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh?
Narasumber  : Menurut saya, cara untuk menjaga kesehatan tubuh itu dengan makan makanan yang bergizi, tidak sering makan makanan berlemak tinggi, banyak olahraga, istirahat cukup, rutin pemeriksaan kesehatan ke dokter, dan berpikiran positif setiap harinya.

Membuat Simpulan Pendapat Narasumber

1. Pokok-pokok pendapat narasumber, di antaranya sebagai berikut.

a. Kesehatan tubuh merupakan kondisi baik yang dimiliki oleh tubuh.
b. Kondisi baik adalah ketika tubuh tidak sakit dan bisa melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
c. Menjaga kesehatan tubuh itu sangat penting agar kita tidak mudah terserang penyakit dan bisa melakukan banyak hal dan juga berprestasi.
d. Hal yang dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh adalah dengan makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, rajin mengecek kesehatan pada dokter, banyak berolahraga, dan selalu berpikiran positif.

2. Simpulan pendapat narasumber

Kesehatan tubuh merupakan kondisi ketika tubuh berada dalam kondisi baik sehingga bisa melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Menjaga kesehatan tubuh merupakan hal yang sangat penting. Ketika tubuh sehat, seseorang bisa melakukan banyak hal bahkan mencetak prestasi. Beberapa cara untuk menjaga kesehatan tubuh adalah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, rajin berolahraga, rajin memeriksakan kesehatan ke dokter, istirahat dengan cukup, dan selalu berpikiran positif.

Poin Penting

Poin penting dari materi ini adalah sebagai berikut.

1. Mengetahui jenis-jenis wawancara berdasarkan persiapan pertanyaan yang akan diajukan.
2. Untuk bisa menyimpulkan pendapat dari narasumber, seseorang harus mendengarkan, menyimak, dan menuliskan pokok-pokok dari wawancara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *