Pengertian, Tujuan dan Fungsi Jurnal Penutup

Pengertian, Tujuan dan Fungsi Jurnal Penutup
Pengertian, Tujuan dan Fungsi Jurnal Penutup

Pengertian, Tujuan dan Fungsi Jurnal Penutup – Jurnal penutup dibuat pada akhir periode akuntansi untuk me-nol-kan atau mengembalikan akun ke asalnya, namun tidak semua akun dapat dibuatkan jurnal penutupnya. Dalam materi ini kita akan mengetahui akun apa saja yang perlu dibuatkan jurnal penutup? Apa fungsi utama penyusunan jurnal penutup? Untuk lebih jelasnya, mari kita cermati materi berikut ini.

Pada dasarnya, akun keuangan perusahaan terdiri atas tiga kelompok, yaitu aktiva, kewajiban, dan modal. Proses operasional yang dilakukan perusahaan kemudian mengembangkan akun ini menjadi lima kelompok, yaitu dengan menambahkan penghasilan dan beban. Penghasilan dan beban merupakan unsur penambah atau pengurang modal pemilik. Oleh karena itu, pada akhir periode akuntansi kedua kelompok tersebut harus dikembalikan ke akun induknya, yaitu modal pemilik begitu juga dengan saldo laba atau rugi akan ditambahkan ke dalam modal pemilik.

Hal tersebut merupakan pemindahan kelompok pendapatan dan beban ke dalam kelompok modal. Dalam istilah akuntansi, proses demikian disebut ayat penutup, yang dilaksanakan melalui jurnal penutup.

Jurnal penutup adalah salah satu bagian dari siklus akuntansi, jurnal penutup berfungsi untuk me-nol-kan akun-akun nominal pada akhir periode akuntansi sehingga pada awal periode akuntansi selanjutnya, akun memiliki saldo nol. Fungsi jurnal penutup dapat dilihat dengan jelas pada rekening akun-akun sementara (temporer) seperti akun pada laporan laba-rugi periode berjalan dan akun penarikan modal oleh pemilik atau prive. Secara singkat, akun pada laporan laba-rugi akan ditutup dengan akun ikhtisar laba-rugi dan akun prive karena akan mengurangi modal maka ditutup pada rekening modal.

Tujuan dan fungsi jurnal penutup antara lain sebagai berikut :
1. Memisahkan transaksi akun pendapatan dan beban sehingga tidak tercampur dengan jumlah nominal dari pendapatan dan beban pada tahun selanjutnya.
2. Menyajikan neraca awal periode berikutnya setelah dilakukan tutup buku.
3. Mempermudah penarikan informasi jika dilaksanakan pemeriksaan karena telah dilakukan pemisahan transaksi yang terjadi di periode sebelumnya dengan transaksi-transaksi pada periode akuntansi selanjutnya.
4. Menyajikan informasi keadaan riil suatu perusahaan setelah dilakukan penutupan buku.

Akun-akun yang perlu dibuatkan jurnal penutup adalah :

1. Akun Pendapatan
Menutup seluruh rekening akun pendapatan dengan memindahkan rekening pendapatan ke rekening ikhtisar laba-rugi.

section-media

2. Akun Beban
Menutup seluruh rekening akun beban dengan memindahkan rekening akun beban ke ikhtisar laba-rugi.

section-media

3. Ikhtisar Laba-Rugi
Menutup akun ikhtisar laba-rugi dengan memindahkan saldo ikhtisar laba-rugi ke akun modal. Pada situasi ini ada dua kondisi yang terjadi, yang pertama adalah Laba jika pendapatan lebih besar dari beban atau Rugi jika pendapatan lebih kecil dari beban.
Jika memperoleh Laba, maka ikhtisar Laba-Rugi berada pada posisi debit dan akun modal di posisi kredit :

section-media

Sementara jika menderita rugi, maka akun modal di posisi debit dan ikhtisar laba-rugi di posisi kredit :

section-media

4. Akun Prive
Menutup akun prive atau penarikan modal oleh pemilik dengan cara memindahkan akun prive ke rekening akun modal.

section-media

Berikut adalah contoh jurnal penutup pada sebuah perusahaan dagang :

section-media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *