Pengertian, Faktor Hukum Permintaan dan Penawaran

By | November 27, 2020
Pengertian, Faktor Hukum Permintaan dan Penawaran

Pengertian, Faktor Hukum Permintaan dan Penawaran

Hukum Permintaan

Pengertian, Faktor Hukum Permintaan dan Penawaran – Dalam ekonomi, pasti ada yang namanya permintaan dan penawaran. Permintaan tercipta apabila pembeli memiliki keinginan untuk membeli barang dan jasa yang disertai oleh kemampuan untuk membayarnya. Apa sih sebenarnya penawaran itu? Apa bunyi hukum dari penawaran? Untuk lebih memahaminya, mari kita simak pembahasan berikut ini.

Faktor Hukum Permintaan

Definisi Permintaan

Keinginan seseorang untuk mendapatkan sejumlah barang/jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan disebut sebagai permintaan. Permintaan dapat dibedakan menjadi beberapa definisi, yaitu:
● Permintaan efektif (berdaya beli), yaitu permintaan konsumen terhadap suatu barang/jasa yang disertai dengan daya beli (kemampuan membayar).
● Permintaan absolut, yaitu permintaan konsumen terhadap suatu barang/jasa yang tidak disertai dengan daya beli (hanya didasarkan pada kebutuhan saja).
● Permintaan potensial, yaitu permintaan konsumen terhadap suatu barang/jasa yang disertai daya beli tetapi belum melaksanakan pembelian.

Dari ketiga jenis permintaan tersebut, yang dapat dianalisis dalam ilmu ekonomi adalah permintaan yang berdaya beli atau permintaan efektif. Sebab, permintaan terhadap jumlah barang/jasa akan memiliki arti jika didukung oleh daya beli dari konsumen. Dapat diartikan bahwa permintaan adalah berbagai jumlah barang tertentu yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga tertentu dan dalam jangka waktu tertentu.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Permintaan individu atau masyarakat terhadap suatu barang dan jasa dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:
1. Harga Barang

Harga barang merupakan faktor utama yang mempengaruhi permintaan seseorang atau pasar. Harga yang murah dengan mutu yang baik akan menjadikan permintaan lebih banyak, sedangkan harga tinggi dengan mutu yang biasa-biasa saja menjadikan permintaan berkurang.

2. Perubahan Harga Barang
Jika kompor gas disubstitusikan dengan kompor minyak tanah maka ketika terjadi kenaikan harga gas, permintaan terhadap kompor minyak tanah bertambah sebagai barang pengganti karena dianggap lebih murah.

3. Pendapatan Masyarakat
Pendapatan mempengaruhi daya beli seseorang. Semakin besar pendapatan, permintaan terhadap barang cenderung meningkat. Begitupun semakin kecil pendapatan maka akan semakin kecil pula permintaan terhadap barang.

4. Populasi Penduduk
Pertambahan penduduk yang diikuti oleh perkembangan kesempatan kerja menyebabkan pertambahan permintaan. Artinya, lebih banyak orang yang menerima pendapatan dan pendapatan tersebut menambah daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa, sehingga permintaan akan bertambah.

5. Selera Konsumen
Selera atau cita rasa masyarakat dapat mempengaruhi tinggi rendahnya permintaan terhadap suatu barang. Misalnya, ketika seseorang lebih menyukai barang bermerek maka permintaan terhadap barang bermerek tetap tinggi walaupun harganya mengalami kenaikan.

Hukum Permintaan

Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi:
“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”
Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).

section-media

Kurva Permintaan

Hukum permintaan akan lebih jelas dan mudah dipahami apabila dituangkan dalam bentuk gambar, yaitu sebuah grafik atau kurva yang disebut kurva permintaan. Dengan menggunakan skedul permintaan, besarnya permintaan barang dan jasa pada berbagai tingkat harga dapat diketahui dengan mudah. Perhatikan kurva permintaan berikut sesuai contoh tabel di atas.

section-media

Rangkuman

  1. Keinginan seseorang untuk mendapatkan sejumlah barang/jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan disebut sebagai permintaan.
  2. Hukum permintaan berbunyi “Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”

Hukum Penawaran

Transaksi di pasar tidak terwujud bila hanya ada permintaan dari pihak pembeli saja. Permintaan dapat terwujud apabila ada barang-barang dan jasa yang disediakan penjual (penawaran). Dengan demikian, bila ada permintaan dan penawaran maka terjadilah transaksi di pasar. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai hukum penawaran. Untuk lebih memahaminya, mari kita simak pembahasan berikut ini.

Pengertian Penawaran

Dalam kegiatan ekonomi, produsen memproduksi barang/jasa namun tidak digunakan untuk keperluan sendiri melainkan untuk dijual kepada konsumen dengan tujuan memperoleh laba atau keuntungan. Inilah yang dinamakan dengan penawaran. Penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual (produsen) pada berbagai tingkat harga dan dalam waktu tertentu (per hari, per minggu, per tahun). Seperti dalam permintaan menurut ekonomi mikro, dijelaskan bahwa penawaran juga dapat digolongkan menjadi penawaran perorangan dan penawaran pasar.

1. Penawaran Perorangan
Penawaran perorangan ialah penawaran yang dilakukan oleh seorang penjual dalam menawarkan berbagai jumlah barang pada berbagai tingkat harga.

2. Penawaran Pasar
Penawaran pasar ialah keseluruhan penawaran yang didapat dari penjumlahan penawaran perorangan suatu barang atau jasa pada berbagai tingkat harga.

Faktor yang Mempengaruhi Penawaran

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi produsen dalam menawarkan produknya pada suatu pasar, diantaranya sebagai berikut.

1. Harga Barang Itu Sendiri
Dalam hukum penawaran dikatakan, jumlah barang yang ditawarkan dipengaruhi oleh perubahan harga barang itu sendiri. Hubungan ini bersifat positif, yaitu jika harga barang naik maka jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen bertambah. Tujuannya adalah untuk meraih keuntungan yang lebih besar.

2. Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi dapat meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini akan mempengaruhi besarnya jumlah barang yang ditawarkan di pasar. Seorang pengrajin sepatu sebelum adanya mesin dapat menghasilkan sepatu 250 pasang seminggu, tetapi ketika menemukan mesin yang dapat memproduksi sepatu 1.000 pasang dalam seminggu, jumlah penawaran pun bertambah.

3. Biaya Input (Faktor Produksi)
Biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memperoleh faktor-faktor produksi mempengaruhi besarnya biaya produksi. Biaya produksi akan naik jika harga faktor-faktor produksi naik. Biaya produksi yang melebihi hasil penjualan akan menyebabkan kerugian. Hal ini dapat menimbulkan jumlah barang yang ditawarkan berkurang.

4. Adanya Tingkat Persaingan
Semakin tinggi persaingan suatu barang karena semakin banyaknya produsen maka jumlah penawaran pun semakin banyak.

5. Ekspektasi (Harapan Masa Depan)
Ketika suatu barang langka di pasaran, produsen mencoba menahan barang tersebut untuk tidak ditawarkan dulu ke pasar dengan harapan harga naik terus dan produsen akan mendapatkan laba yang besar dari perbuatannya.

6. Harga Barang Subtitusi dan Komplementer
Apabila harga barang substitusi meningkat, maka penawaran harga barang yang diamati akan turun. Hal ini karena harga barang yang diamati menjadi relatif lebih murah dibandingkan harga barang substitusinya, demikian sebaliknya jika harga suatu barang komplementer meningkat, maka penawaran terhadap barang yang diamati meningkat.

Hukum Penawaran

Bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan demikian bunyi hukum penawaran adalah:

“Semakin tinggi tingkat harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditawarkan.”

Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang mempengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).
Contoh tabel penawaran:

section-media

Kurva Penawaran

Dalam kurva penawaran perlu dibedakan antara dua pengertian yaitu penawaran dan jumlah barang yang ditawarkan. Penawaran berarti keseluruhan kurva penawaran. Adapun jumlah barang yang ditawarkan berarti jumlah barang yang ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu.
Contoh kurva penawaran berdasarkan tabel di atas:

section-media

Rangkuman

  1. Penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual (produsen) pada berbagai tingkat harga dan dalam waktu tertentu (per hari, per minggu, per tahun).
  2. Bunyi hukum penawaran ialah: “Semakin tingi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditwarkan.” Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *