Bukti Transaksi dan Dokumen Sumber Pencatatan

By | November 22, 2020

Bukti Transaksi dan Dokumen Sumber Pencatatan – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami berbagai sumber pencatatan dalam akuntansi.

Bukti Transaksi dan Dokumen Sumber Pencatatan

Bukti Transaksi dan Dokumen Sumber Pencatatan

Dokumen Sumber Pencatatan

Transaksi keuangan merupakan sumber pencatatan akuntansi. Akibat dari suatu transaksi langsung pengaruhnya dapat ditunjukkan dalam posisi keuangan (neraca) atau pencatatan ke dalam persamaan akuntansi. Dalam praktik yang sesungguhnya hal semacam itu tidak bisa dilakukan, sebab selain transaksi keuangan yang terjadi cukup banyak, laporan keuangan juga tidak diperlukan setiap kali terjadi transaksi.

Menurut Mulyadi (1993:45), ditinjau dari pengolahan data akuntansi, dokumen atau formulir digolongkan menjadi dua macam:
1. Dokumen sumber (source document).
2. Dokumen pendukung (supporting document).

Dokumen sumber adalah dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu, sedangkan dokumen pendukung adalah dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber.

Sebagai contoh, dokumen yang digunakan untuk merekam transaksi penjualan terdiri dari faktur penjualan, yang merupakan dokumen sumber sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal penjualan dan kartu piutang, yang dilampiri dengan surat order pengiriman, laporan pengiriman barang, dan surat muat (bill of lading) sebagai dokumen pendukung faktur penjualan tersebut. Dokumen pendukung ini berfungsi untuk membuktikan sahnya transaksi penjualan yang direkam dalam faktur penjualan.

Surat order pengiriman membuktikan bahwa transaksi penjualan tersebut telah disetujui oleh bagian order penjualan. Laporan pengiriman barang membuktikan telah dilaksanakannya pengiriman barang kepada pembeli sesuai dengan perintah yang tercantum dalam surat order pengiriman, sedangkan surat muat membuktikan telah diserahkannya barang kepada
perusahaan angkutan umum dalam pelaksanaan pengiriman barang kepada pembeli.

Dokumen sumber pencatatan akuntansi berupa bukti transaksi, dapat dikelompokkan menjadi:
1. Bukti transaksi intern adalah bukti pencatatan yang dibuat perusahaan untuk kepentingan perusahaan sendiri dan tidak berhubungan dengan pihak luar perusahaan, biasanya berupa memo. Misalnya: penaksiran kerugian piutang, pembebanan biaya yang dibayar di muka, penyusutan aktiva tetap, pemakaian perlengkapan, penggunaan bahan baku, pengambilan barang, dan sebagainya.
2. Bukti transaksi ekstern adalah bukti pencatatan yang terjadi antara perusahaan dengan pihak di luar perusahaan. Misalnya: faktur, nota, cek, kuitansi, dan sebagainya.

Macam-­macam Bukti Transaksi

a. Kuitansi
Adalah bukti transaksi yang ditandatangani langsung oleh pihak yang menerima pembayaran (penjual jasa/barang). Setiap kuitansi yang telah disetujui harus diberi materai sesuai peraturan yang berlaku. Lembar aslinya dapat disimpan oleh pihak pembayar (konsumen) sedangkan pihak satunya hanya memegang tembusannya/bagian potongannya.

b. Nota Kontan
Adalah bukti transaksi yang dikeluarkan oleh pihak penjual dan diberikan kepada pihak pembeli atas transaksi secara tunai. Nota kontan yang asli dipegang oleh pembeli, sedangkan tembusannya disimpan penjual.

c. Faktur
Adalah bukti transaksi secara kredit yang ditandatangani oleh kedua pihak. Bagian aslinya dipegang oleh penjual sebagai bukti saat penagihan utang. Sedangkan tembusannya dipegang oleh pembeli.

d. Nota Kredit
Adalah surat bukti terjadinya pengurangan utang/piutang karena adanya pengembalian barang atau terjadi penurunan harga karena terjadinya kerusakan/tidak sesuai dengan pesanan. Nota kredit dikeluarkan serta ditandatangani oleh penjual. Lembar aslinya diberikan kepada pembeli.

e. Nota Debit
Merupakan tanda penambahan utang pembeli. Nota ini diberikan kepada pembeli sebagai pemilik utang. Pemilik utang memegang lembar aslinya, sedangkan salinannya dipegang oleh penjual/pemilik piutang.

f. Cek
Adalah kertas yang berisi tanda untuk mengambi luang pada pihak bank sejumlah nilai yang tercantum di cek. Cek tersebut digunakan untuk membayar kepada pihak lain dengan jumlah yang cukup besar. Maka dari itu, pihak penerima cek harus mengambil uangnya sendiri. Sedangkan pihak pemberi cek berarti telah menyelesaikan transaksinya. Lembar aslinya dipegang oleh penerima cek untuk kemudian dibawa ke bank, sedangkan potongannya dipegang oleh pemberi cek.

g. Bilyet Giro
Adalah bukti yang digunakan untuk membayar pada pihak lain dengan cara memindahkan saldo rekening bank milik pembayar ke rekening penerima. Bagian aslinya dipegang oleh penerima bilyet, sedangkan potongannya dipegang oleh pihak pemilik bilyet giro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *