Hasil, Definisi Pengindraan Jauh dan Satelit

By | November 27, 2020
Hasil, Definisi Pengindraan Jauh dan Satelit

Hasil, Definisi Pengindraan Jauh dan Satelit

Hasil Pengindraan Jauh

Hasil, Definisi Pengindraan Jauh dan Satelit – Pengidraan jauh merupakan salah satu cara yang dapat kita gunakan untuk melihat suatu obyek yang jauh, dan hasil dari pengindraan jauh adalah citra. Untuk lebih memahami mengenai hasil pengindraan jauh mari kita simak pembahasan berikut ini.

Proses pengindraan jauh memberikan keluaran atau hasil yang disebut citra, yaitu gambaran yang tampak dari suatu obyek yang sedang diamati sebagai hasil liputan atau rekaman oleh suatu alat pemantau. Kelengkapan informasi yang disajikan pada citra pengindraan jauh merupakan daya tarik tersendiri bagi para ilmuwan dan peneliti dari berbagai bidang keahlian untuk dapat memanfaatkan secara sendiri (monodispliner) atau gabungan beberapa bidang (multidispliner).

Jika dibandingkan dengan survei lapangan, pengindraan jarak jauh jelas lebih unggul dan bermanfaat bagi pengkajian dan pengelolaan wilayah atau sumber daya alam. Survei lapangan memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang lebih besar jika dibandingkan dengan pengindraan jarak jauh. Selain itu, data yang dihasilkan pengindraan jauh lebih valid.

Beberapa keistimewaan citra pengindraan jauh dapat dirinci sebagai berikut:
a) Menyajikan gambaran obyek secara lengkap dengan kenampakan yang nyata sesuai keadaan di lapangan.
b) Waktu pembuatan relatif cepat.
c) Biaya relatif murah dibandingkan pengukuran langsung di lapangan.
d) Dapat digunakan untuk memonitor obyek lapangan, seperti informasi banjir, gempa bumi, kebakaran hutan, dan bencana alam lainnya.
e) Lebih sesuai digunakan untuk daerah yang sarana perhubungannya kurang baik dan sulit untuk dijangkau, seperti hutan, pegunungan, atau daerah rawa.

Secara umum, citra yang dihasilkan pengindraan jauh dapat dibedakan atas:
1) Citra Foto
Dalam pengindraan jauh, citra foto sering disebut dengan ‘foto udara’ atau ‘potret udara’. Citra foto dapat dibedakan berdasarkan:
a) Spektrum Elektromagnetik yang Digunakan
Penggunaan spektrum elektromagnetik dapat menghasilakan foto yang berbeda-beda, yakni:
• Foto ultraviolet
Merupakan foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum ultraviolet. Spektrum yang dapat digunakan untuk pemotretan saat ini adalah spektrum ultraviolet dekat dengan panjang gelombang 0,29 mikrometer.
• Foto ortokromatik
Dibuat dengan menggunakan spektrum tampak dari saluran biru (0,4 – 0.5 mikrometer) hingga saluran hijau (0.56 mikrometer). Foto ini dapat digunakan untuk mendeteksi dasar perairan untuk kegiatan pelayaran.
• Foto pankromatik
Dibuat dengan menggunakan seluruh spektrum tampak mata, mulai dari warna merah hingga ungu. Foto pankromatik baik untuk mendeteksi pencemaran air, kerusakan akibat banjir maupun penyebaran air tanah dan air permukaan.
• Foto inframerah asli (true infrared photo)
Dibuat dengan menggunakan spektrum inframerah dekat (0,9 – 1,2 mikrometer). Foto inframerah asli baik untuk mendeteksi berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman yang sehat atau yang sakit.
• Foto inframerah berwarna
Disebut juga foto berwarna semu. Filmnya dikembangkan untuk kepentingan militer (camouflage detection film).
• Foto inframerah modifikasi
Menggunakan spektrum inframerah dekat dan sebagian spektrum tampak (0,7 – 0,9 mikrometer), ditambah saluran hijau dan merah.

b) Sumbu Kamera
Foto udara dapat dibedakan berdasarkan arah sumbu kamera ke permukaan bumi sebagai berikut:
• Foto vertikal, apabila sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi termasuk apabila sumbu kamera condong 1°-4°.
• Foto condong, apabila sumbu kamera menyudut 10° terhadap permukaan bumi. Foto condong masih dibedakan lagi menjadi foto agak condong (low oblique photograph) yaitu apabila cakrawala tidak tergambar pada foto, serta foto sangat condong (high oblique photograph) yakni jika pada foto tampak cakrawalanya.

c) Warna yang Digunakan
• Foto berwarna semu (false colour), warna obyek tidak sama dengan warna foto. Misalnya, vegetasi yang berwarna hijau, akan tampak merah pada foto.
• Foto warna asli (true colour), obyek yang terekam pada foto akan menampakan warna sama dengan aslinya.

d) Sistem Wahana
• Foto udara, yakni foto yang direkam dari pesawat atau balon udara.
• Foto satelit atau foto orbital, yaitu foto yang direkam melalui satelit yang mengelilingi bumi.

2) Citra Non-Foto
Citra non-foto merupakan citra yang direkam melalui sensor bukan kamera. Citra ini dapat dibedakan berdasarkan:
a) Sensor
Berdasarkan sensor yang digunakan citra non-foto terbagi atas:
• Citra Tunggal, sensor yang digunakan pada citra ini adalah sensor tunggal dengan saluran lebar.
• Citra Multi Spektral, sensor yang digunakan pada citra ini adalah sensor jamak multisaluran dengan saluran sempit.

b) Wahana
Berdasarkan wahana yang digunakan, citra non-foto dapat dibedakan atas:
• Citra Dirgantara (Airborne Image), yaitu citra yang dibuat dengan wahana yang beroperasi di udara (dirgantara).
• Citra Satelit (Satellite/Spaceborne Image), yaitu citra yang dibuat dari antariksa atau angkasa luar. Citra ini dibedakan lagi atas penggunaannya, yaitu citra satelit untuk pengindraan planet, citra satelit untuk pengindraan cuaca, citra satelit untuk pengindraan sumber daya bumi, serta citra satelit untuk pengindraan laut.

Rangkuman

1) Tujuan utama dari penginderaan jauh adalah untuk mengumpulkan data sumber daya alam dan lingkungan.
2) Karakteristik yang tergambar pada citra dan digunakan untuk mengenali objek disebut unsur interpretasi citra yang meliputi: rona/warna, ukuran, bentuk, pola, tekstur, bayangan, situs, asosiasi, dan konvergensi bukti.

Definisi Pengindraan Jauh dan Satelit

Untuk melihat objek yang jauh atau untuk mengkaji suatu fenomena alam dibutuhkan suatu teknik. Pengindraan jauh dapat dilakukan dengan pesawat udara dengan ketinggian tertentu. Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai definisi pengindraan jauh dan satelit.

Pengindraan Jauh

Secara umum, pengindraan jauh dapat dimaknai sebagai teknik dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu sasaran/objek, wilayah, atau fenomena dengan menganalisa data yang diperoleh dari alat sehingga tidak menyentuh/kontak langsung dengan obyek, wilayah, maupun fenomena yang dikaji. Obyek yang diambil berupa gejala di permukaan bumi atau ruang angkasa dan terbatas pada objek yang tampak, yaitu obyek permukaan bumi (atmosfer, biosfer, hidrosfer, dan litosfer) yang tidak terlindungi oleh obyek lain.

Disebut pengindraan jauh karena pengindraan dilakukan dari jarak jauh, yaitu melalui pesawat udara dengan ketinggian sekitar 500-25.000 meter dari permukaan bumi atau pun melalui satelit dengan ketinggian mencapai lebih dari 250.000 meter. Pengindraan jauh dapat diartikan juga sebagai proses membaca dengan menggunakan berbagai sensor, berupa kamera atau alat bantu lain untuk memperoleh informasi serta data.

Para ahli juga memberikan definisi mengenai pengindraan jauh sebagai berikut:
• Lindgren
Pengindraan jauh adalah teknik yang digunakan untuk memperoleh dan menganalisis tentang bumi.
• Welson dan Buffon
Pengindraan jarak jauh adalah suatu ilmu, seni, dan teknik untuk memperoleh informasi tentang obyek, area dan gejala dengan menggunakan alat dan tanpa kontak langsung dengan obyek area dan gejala tersebut.
• Lillesand dan Keifer
Pengindraan jauh adalah ilmu atau teknik dan seni untuk mendapatkan informasi tentang objek, wilayah atau gejala dengan cara menganalisis data-data yang diperoleh dengan suatu alat, tanpa hubungan langsung dengan objek wilayah atau gejala yang dikaji. 

Satelit

Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Secara garis besar, ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan. Adapun jenis-jenis satelit buatan adalah berikut:
aSatelit astronomi adalah satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi, dan obyek angkasa lainnya yang jauh.
bSatelit komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro.
cSatelit pengamat bumi adalah satelit yang dirancang khusus untuk mengamati bumi dan ditujukan untuk penggunaan non-militer, seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dan lainnya.
dSatelit navigasi adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik di permukaan bumi.
eSatelit mata-mata adalah satelit pengamat bumi atau satelit komunikasi yang digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata.
fSatelit cuaca adalah satelit yang digunakan untuk mengamati cuaca dan iklim di bumi.
gSatelit miniatur adalah satelit yang ringan dan kecil.
hStasiun angkasa Stasiun luar angkasa tidak memiliki tenaga pendorong pesawat angkasa utama atau fasilitas pendaratan. Stasiun angkasa dirancang untuk bertahan jangka menengah di orbit, baik selama beberapa minggu, bulan, atau bahkan tahun.

Satelit buatan juga dapat dikategorikan atas ketinggian orbitnya, meskipun sebuah satelit bisa mengorbit dengan ketinggian berbeda. Berikut beberapa kategori orbit dimaksud:

1. Satelit Low Earth Orbit (LEO)
Satelit jenis LEO merupakan satelit yang mempunyai ketinggian 320-800 kilometer di atas permukaan bumi. Karena orbit yang sangat dekat dengan bumi, maka satelit LEO harus mempunyai kecepatan sangat tinggi supaya tidak terlempar ke atmosfer. Aplikasi dari satelit jenis LEO ini biasanya dipakai pada sistem pengindraan jauh dan peramalan cuaca.

2. Satelit Medium Earth Orbit (MEO)
Satelit pada orbit mempunyai ketinggian di atas 10.000 kilometer dengan aplikasi dan jenis yang sama seperti orbit LEO.

3. Satelit Geostationery Earth Orbit (GEO)
Satelit GEO merupakan sebuah satelit yang ditempatkan dalam orbit yang posisinya tetap dengan posisi suatu titik di bumi. Karena mempunyai posisi yang tetap, maka waktu edarnya pun sama dengan waktu rotasi bumi. Posisi orbit satelit GEO sejajar dengan garis khatulistiwa atau mempunyai titik lintang nol derajat. Satelit GEO banyak digunakan oleh satelit untuk sistem telekomunikasi tetap.

4. Satelit Orbit Bipolar
Satelit yang mengorbit pada orbit polar merupakan satelit yang mempunyai inklinasi (penyimpangan) sebesar 90° dari orbit geostationer. Satelit berorbit polar sangat bermanfaat untuk mengamati permukaan bumi, karena mengorbit pada arah utara-selatan dan bumi berputar dalam arah timur-barat, maka satelit berorbit polar akhirnya akan dapat menjangkau seluruh permukaan bumi.

5. Satelit Orbit Eliptikal
Orbit ini digunakan untuk keperluan satelit komunikasi.

6. Satelit Circular Polar Orbit
Satelit ini diigunakan untuk keperluan navigasi, pengamatan di bidang meteorologi dan sumber-sumber alam.

Rangkuman

Pengindraan jauh dapat diartikan juga sebagai proses membaca dengan menggunakan berbagai sensor, berupa kamera atau alat bantu lain untuk memperoleh informasi serta data. Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *