Pengertian, Struktur dan Ciri-Ciri Bahasa Teks Eksplanasi

By | April 8, 2020

Pengertian, Struktur dan Ciri-Ciri Bahasa Teks Eksplanasi – Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu untuk memahami struktur teks eksplanasi dengan baik. Pernahkah kalian mendengar dan membaca tentang teks eksplanasi? Jika belum, mari perhatikan gambar di bawah ini agar kalian mengerti!

Pengertian, Struktur dan Ciri-Ciri Bahasa Teks Eksplanasi

Pengertian, Struktur dan Ciri-Ciri Bahasa Teks Eksplanasi

 

(sumber gambar www. flickr.com)

Gambar di atas merupakan fenomena dan kejadian alam. Fenomena tersebut bisa saja ada di lingkungan kita tinggal, benar dan nyata terjadi. Kejadian alam tersebut dapat dijelaskan sebab dan akibatnya dari awal hingga akhir. Teks yang dapat menjelaskan hal itu disebut dengan teks eksplanasi.

Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi berisi penjelasan atau eksplanasi dari sebuah hal. Teks eksplanasi menjelaskan berbagai kejadian yang berhubungan dengan alam, ilmu pengetahuan, budaya, sosial, dan berbagai kejadian lain. Teks jenis ini menjelaskan semua proses yang terjadi dari awal hingga akhir.

Struktur Teks Eksplanasi

Struktur teks eksplanai tediri dari tiga bagian yaitu pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi atau penutup.

1. Pernyataan Umum

Pernyataan umum berisi bahasan, topik, dan gambaran umum mengenai suatu hal.
2. Deretan Penjelas
Deretan penjelasan merupakan bagian inti dari sebuah teks eksplanasi. Bagian ini berisi penjelasan dan uraian-uraian topik bahasan dengan lebih mendalam. Struktur ini berisi sebab dan akibat bagaimana kejadian tersebut bisa terjadi. Umumnya bagian penjelasan ini ditulis sebanyak dua sampai tiga paragraf.

3. Penutup / Interpretasi
Penutup merupakan bagian akhir dari teks eksplanasi yang berisi simpulan atau inti dari pembahasan. Dapat berupa saran, ajakan, dan solusi bahasan.

Contoh Teks Eksplanasi

Judul: Fenomena Banjir

  1. Banjir merupakan sebuah fenomena alam yang cukup sering terjadi di Indonesia terutama ketika memasuki musim penghujan. Banjir termasuk ke dalam jenis bencana alam karena kejadian ini banyak merugikan masyarakat. Banjir bisa terjadi secara tiba-tiba maupun sudah ada peringatan terlebih dahulu dari orang-orang yang berada di hulu sungai. Bencana banjir merupakan sebuah bencana yang tidak diinginkan tetapi sering terjadi bahkan karena ulah manusia sendiri.
  2. Bencana banjir bisa disebabkan karena dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor sosial. Pertama adalah faktor alam. Hujan deras ayng terjadi dalam waktu yang lama akan membuat berbagai tempat penampungan air seperti danau, sungai, dan berbagai penampungan air lainnya tidak lagi bisa menahan banyaknya air yang datang. Akhirnya air meluap ke luar dari penampungan dan mengalir ke daerah-daerah sekitarnya bahkan sampai ke pemukiman penduduk.
  3. Sedangkan banjir yang disebabkan oleh faktor sosial merupakan banjir yang terjadi karena cara hidup dan kebiasaan manusia yang sering tidak memedulikan lingkungan dan akhirnya merusak keseimbangan alam. Contohnya seperti menebang pohon sembarangan, membuang sampah sembarangan terutama ke sungai-sungai, dan membangun pemukiman dengan skala besar di tempat-tempat resapan air. Semua hal tersebut bisa memicu banjir pada saat musim penghujan tiba.
  4. Dari penjelasan di atas bisa kita ketahui bahwa banjir bisa terjadi karena dua faktor yaitu faktor alam dan faktor sosial. Kita perlu memerhatikan lebih dari sisi faktor sosial karena berhubungan dengan sikap hidup dan kebiasaan manusia. Oleh karena itu, berusaha untuk mencegah terjadinya banjir dengan mulai mengubah cara hidup yang tidak baik adalah salah satu jalan yang penting untuk dipilih. Setidaknya, bencana banjir akibat faktor sosial akan semakin berkurang kejadiannya dan diharapkan tidak akan terjadi lagi banjir akibat faktor sosial.

Mari Kita Ulas!

Pernyataan umum terdapat pada paragraf pertama yang menjelaskan tentang hal-hal umum seputar banjir. Paragraf pertama bisa menggiring permasalahan untuk kemudian dijelaskan dan dipaparkan secara mendalam pada paragraf selanjutnya.

Deretan penjelas terdapat pada paragraf kedua dan ketiga. Setiap paragraf menjelaskan bagaimana proses terjadinya banjir melalui dua faktor yang berbeda. Teks ini sudah berisi penjelasan yang cukup untuk sebuah teks eksplanasi, terdapat penjelasan tentang bagaimana terjadinya proses banjir dan akibat yang ditimbulkan.
Penutup terdapat pada paragraf ketiga. Paragraf terakhir dari teks eksplanasi berisi simpulan dari isi teks. Artinya, paragraf keempat tersebut sudah termasuk ke dalam bagian penutup dari teks eksplanasi.

Poin Penting

  1. Teks eksplanasi merupakan sebuah teks yang menjelaskan dan menguraikan mengapa dan bagaimana sebuah hal bisa terjadi.
  2. Teks eksplanasi berisi fakta yang sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya.
  3. Struktur teks eksplanasi terbagi menjadi tiga bagian yang berurutan yaitu pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup.

Jika sebelumnya kalian sudah mempelajari tentang struktur dari teks eksplanasi, dalam pembahasan kali ini kalian akan mempelajari tentang ciri-ciri bahasa dari teks eksplanasi. Setiap jenis teks memiliki ciri kebahasaan dan gaya penyampaian yang berbeda.

Ciri-Ciri Bahasa Teks Eksplanasi

Ciri-ciri bahasa teks eksplanasi adalah sebagai berikut.

1. Menggunakan Kalimat Kompleks
Kalimat kompleks adalah kalimat yang berstruktur lebih dari satu verba.

Contoh:Banyaknya penebangan liar di kawasan perbukitan menyebabkan tidak adanya lagi penahan tanah sehingga saat musim hujan tiba, tanah menjadi longsor dan menimpa permukiman penduduk.

(Verba: menyebabkan, menjadi longsor, dan menimpa)
Bandingkan dengan kalimat sederhana ini:
Penebangan liar menyebabkan tanah kongsor. (verba: menyebabkan)

2. Menggunakan konjungsi waktu dan konjungsi sebab-akibat
Konjungsi waktu, misalnya: ketika, saat, tatkala, sebelum, sesudah.
Konjungsi sebab-akibat misalnya: disebabkan oleh, akibatnya

Contoh:

Bencana tanah longsor beberapa tahun terakhir sering terjadi. Bencana ini sering muncul ketika musim penghujan tiba di wilayah-wilayah rawan longsor. Becana longsor disebabkan oleh faktor alam dan juga faktor manusia. Contoh faktor manusia adalah banyaknya penebangan liar di kawasan perbukitan yang menyebabkan tidak adanya lagi penahan tanah sehingga saat musim hujan tiba, tanah menjadi longsor dan menimpa permukiman penduduk. Akibatnya, berbagai macam kerugian dirasakan masyarakat setempat seperti hancurnya rumah serta ladang yang tengah mereka garap.

(Konjungsi waktu: ketika. Konjungsi sebab: disebabkan, akibatnya)

3. Pilihan Kata
Teks eksplanasi menggunakan kata kerja aksi.
Contoh:

Kurangnya asupan gizi menyebabkan anak menjadi mudah terserang penyakit. Untuk mengatasi hal itu, orang tua sebaiknya memberikan makanan bergizi.
(Kata kerja aksi: mengatasi, memberikan)

4. Kata Baku dan Ilmiah.
Contoh:

Reboisasi adalah menghijaukan kembali sebuah lahan kososng atau hutan gundul. Proses reboisasi memerlukan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat agar bisa berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan reboisasi akan membantu mengembalikan keseimbangan alam yang terganggu.

5. Menunjukkan fakta
Contoh:

Salah satu penyebab terjadinya banjir adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan ke sungai-sungai. Kebiasaan ini akan menyebabkan sungai dipenuhi oleh sampah sehingga beberapa bagian alirannya menjadi tersumbat, sungai mengalami pendangkalan, dan akhirnya terjadi banjir saat sungai tidak mampu menampung banyaknya debit air yang mengalir dari hulu akibat hujan besar.

Poin penting

Ciri kebahasaan teks eksplanasi adalah menggunakan kalimat kompleks, menggunakan konjungsi waktu, menggunakan kata kerja aktif, menggunakna kata baku dan ilmiah, dan bahasan/topik berisi fakta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *