Ciri-Ciri Bahasa Petunjuk dan Menulis Menggunakan Bahasa yang Efektif

By | April 3, 2020

Ciri-Ciri Bahasa Petunjuk dan Menulis Menggunakan Bahasa yang Efektif – Pada pembahasan sebelumnya, kamu sudah belajar cara mengurutkan petunjuk melakukan sesuatu dengan ketentuan urutan petunjuk harus logis dan tidak diawali konjungsi atau kata hubung. Contohnya adalah petunjuk pertama dan kedua dalam membuat baso ayam berikut ini.

Ciri-Ciri Bahasa Petunjuk dan Menulis Menggunakan Bahasa yang Efektif

Ciri-Ciri Bahasa Petunjuk dan Menulis Menggunakan Bahasa yang Efektif

  1. Tumis bawang putih sampai kecoklatan.
  2. Tumbuk bawang putih bersama bumbu-bumbu lainnya sampai lembut.

Kamu tentu mudah memahami petunjuk di atas. Akan tetapi, pernahkah kamu bertanya mengapa kalimat-kalimat pada petunjuk begitu singkat dan selalu menggunakan kalimat perintah? Nah, kali ini kamu akan belajar menemukan kalimat petunjuk berdasarkan ciri-cirinya agar selain kamu dapat mengurutkannya secara sistematis, kamu juga dapat menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan menggunakan bahasa yang efektif.

Kalimat-kalimat yang digunakan dalam petunjuk melakukan sesuatu bersifat pemaparan (eksposisi) sehingga kalimat yang harus kamu gunakan ketika membuat sebuah petunjuk adalah sebagai berikut.

1. Menggunakan kalimat perintah yang halus

Salah satu cirinya yaitu dengan membubuhkan tanda titik (.) pada akhir kalimat perintah, bukan tanda seru (!).

Contoh:
Sambungkan kabel ke dalam stop kontak. (BENAR)
Sambungkan kabel ke dalam stop kontak! (SALAH)

2. Menggunakan kalimat bermakna denotatif

Contoh:
Jemur pakaian di bawah sinar matahari. (BENAR)
Terangi hatimu dengan sinar kehidupan. (SALAH)

3. Menghindari kalimat yang menimbulkan keraguan

Contoh:
Masukkan setengah sendok garam. (BENAR)
Masukkan sedikit garam. (SALAH)

4. Menggunakan kalimat yang singkat, padat, dan jelas

Contoh:
Tunggu sampai mangga mengeras. (BENAR)
Tunggu sampai buah mangga mengeras. (SALAH)

Poin Penting

  1. Ketentuan mengurutkan petunjuk melakukan sesuatu yaitu urutan petunjuk harus logis dan tidak diawali konjungsi atau kata hubung
  2. Kalimat-kalimat yang digunakan dalam petunjuk melakukan sesuatu bersifat pemaparan (eksposisi)
  3. Ciri-ciri kalimat petunjuk adalah sebagai berikut.
  • Menggunakan kalimat perintah yang halus.
  • Menggunakan kalimat bermakna denotatif.
  • Menghindari kalimat yang menimbulkan keraguan.
  • Menggunakan kalimat yang singkat, padat, dan jelas.

Menulis Petunjuk dengan Menggunakan Bahasa yang Efektif

Pada pembahasan sebelumnya mengenai petunjuk melakukan sesuatu, kamu telah belajar beberapa tahap, yaitu tahap mendata urutan petunjuk dan tahap menentukan ciri-ciri kalimat petunjuk. Kali ini, kamu akan mempelajari tahap akhir dari pembahasan petunjuk, yaitu menulis petunjuk menggunakan bahasa yang efektif agar petunjukmu dapat membantu orang lain dengan maksimal.

      Bahasa yang efektif dalam sebuah petunjuk ditandai dengan hal-hal berikut.

1. Tidak bertele-tele

Contoh:

Oleskan minyak pada bagian tubuh yang terasa sakit tak tertahankan.

2. Tidak terdapat pemborosan kata

Contoh:

Tunggu sampai air raksa naik ke atas.

3. Tidak membingungkan

Contoh:

Tambahkan satu sendok atau satu sendok teh gula sesuai tingkat kemanisan yang diinginkan.

Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya bahwa kalimat-kalimat petunjuk memiliki aturan harus berupa kalimat perintah yang halus, bermakna denotatif, tidak menimbulkan keraguan, serta singkat, padat, dan jelas. Selain itu, terdapat pula ketentuan dalam mengurutkan petunjuk, yaitu urutan petunjuk harus logis dan tidak diawali konjungsi atau kata hubung. Dengan demikian, jika kamu menulis sebuah petunjuk, tulislah petunjuk yang berisi langkah yang jelas, singkat, sistematis, mudah dipahami, mudah dilaksanakan, serta bersifat membimbing.

Perhatikan Contoh

Perhatikan contoh di bawah ini dengan saksama!

Setelah kamu menulis sebuah petunjuk, jangan lupa untuk menyunting tulisan tersebut sebelum kamu memublikasikan pada orang lain agar petunjuk yang kamu buat tidak terdapat kesalahan dan memudahkan orang lain untuk mengikuti petunjuk buatanmu. Misalnya petunjuk di atas dapat kamu sunting agar menjadi petunjuk yang baik seperti berikut ini.

Setelah disunting, kamu dapat membagikan petunjuk yang telah kamu tulis kepada orang-orang di sekitarmu yang membutuhkan. Selamat menulis.

Poin Penting

  1. Bahasa yang efektif dalam sebuah petunjuk ditandai dengan hal-hal berikut. a) Tidak bertele-tele; b) Tidak terdapat pemborosan kata; c) Tidak membingungkan.
  2. Kalimat petunjuk ditandai dengan kalimat perintah yang halus, bermakna denotatif, yang tidak menimbulkan keraguan, dan kalimat yang singkat, padat, dan jelas.
  3. Ketentuan dalam mengurutkan petunjuk, yaitu urutan petunjuk harus logis dan tidak diawali konjungsi atau kata hubung.
  4. Petunjuk yang baik adalah petunjuk yang berisi langkah yang jelas, singkat, sistematis, mudah dipahami, mudah dilaksanakan, serta bersifat membimbing.

Mengurutkan Petunjuk Melakukan Sesuatu Secara Sistematis dan Runtut

Kamu tentu pernah membeli ponsel (telepon seluler), bukan? Saat kamu membeli ponsel, penjualnya pasti menjelaskan cara mengaktifkan ponsel barumu itu, mulai dari membuka ponsel dari kardus, melepas casing ponsel bagian belakang untuk memasang kartu provider yang kamu gunakan, melepas baterai ponsel, memasang provider pilihanmu, memasang kembali baterai, menutup kembali casing, memencet tombol On lalu menunggu sesaat sampai menyala, kemudian meregistrasikan kartu provider sehingga akhirnya ponselmu sudah dapat digunakan. Petunjuk tersebut harus kamu ikuti sesuai urutannya agar barang yang kamu beli dapat dioperasikan dengan baik. Jika urutannya terlewat satu tahap atau tertukar, akan berdampak pada cara kerja ponsel tersebut yang tidak maksimal.

Pada pembahasan kali ini, kamu akan belajar mengurutkan suatu petunjuk dalam melakukan sesuatu secara runtut. Dengan begitu, ketika terdapat kesalahan atau kekurangan terhadap apa yang kamu lakukan, kamu akan mudah memperbaiki atau menyempurnakannya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa petunjuk adalah ketentuan yang membimbing atau mengarahkan kita ketika akan melakukan sesuatu. Selain diperoleh dari penjelasan orang yang sudah paham atau berpengalaman, petunjuk juga biasa kita temukan pada bungkus makanan instan atau buku petunjuk dari barang yang kita beli. Semua itu bertujuan memudahkan kita.

Petunjuk terdiri atas beberapa jenis, antara lain sebagai berikut.

  1. Petunjuk pemakaian, misalnya pada obat.
  2. Petunjuk pembuatan, misalnya membuat ayam goreng spesial.
  3. Petunjuk pemasangan, misalnya pemasangan ponsel.
  4. Petunjuk pengoperasian, misalnya mengoperasikan mixer.

Tujuan dibuat petunjuk tersebut tentu saja agar kita tidak salah ketika akan memasak atau menggunakan barang tersebut. Untuk lebih memudahkan, petunjuk biasanya disertai dengan gambar yang sesuai dengan isi petunjuknya. Tahap-tahap yang harus kamu lakukan untuk mendata urutan sebuah petunjuk adalah sebagai berikut.

  1. Menentukan jenis petunjuk yang akan diinformasikan, misalnya petunjuk pembuatan.
  2. Menginformasikan hal yang telah kamu pahami atau pernah kamu praktikkan agar informasi semakin akurat, misalnya membuat telur dadar.
  3. Mengurutkan informasi tersebut dari awal proses hingga akhir secara runtut, misalnya dari memecahkan telur sampai dengan menghidangkannya.

Selain itu, hal penting yang harus kamu pahami ketika membuat petunjuk adalah sebagai berikut.

  1. Urutan petunjuk harus logis.
  2. Urutan petunjuk tidak diawali konjungsi atau kata hubung.

Perhatikan Contoh

Sebagai contoh, perhatikan petunjuk pembuatan berikut ini!

section-media

Poin Penting

  • Petunjuk adalah ketentuan yang membimbing atau mengarahkan ketika akan melakukan sesuatu.
  • Petunjuk terdiri atas beberapa jenis, antara lain sebagai berikut.
  1. Petunjuk pemakaian
  2. Petunjuk pembuatan
  3. Petunjuk pemasangan
  4. Petunjuk pengoperasian
  • Tahap-tahap yang harus dilakukan untuk mendata urutan sebuah petunjuk yaitu sebagai berikut.
  1. Menentukan jenis petunjuk yang akan diinformasikan.
  2. Menginformasikan hal yang telah kamu pahami atau pernah kamu praktikkan agar informasi semakin akurat.
  3. Mengurutkan informasi tersebut dari awal proses hingga akhir secara runtut.
  • Hal penting yang dipahami ketika membuat petunjuk adalah sebagai berikut.
  1. Urutan petunjuk harus logis.
  2. Urutan petunjuk tidak diawali konjungsi atau kata hubung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *