Cara Menyimpulkan Tema, Latar, dan Tahapan Alur Cerita dalam Novel

By | April 2, 2020

Cara Menyimpulkan Tema, Latar, dan Tahapan Alur Cerita dalam Novel – Novel remaja berbeda dengan novel lainnya karena dikategorikan khusus bercerita seputar permasalahan remaja pada umumnya. Akan tetapi, walaupun berbeda, unsur intrinsik yang ada dalam novel tetap sama.

Cara Menyimpulkan Tema, Latar, dan Tahapan Alur Cerita dalam Novel

Cara Menyimpulkan Tema, Latar, dan Tahapan Alur Cerita dalam Novel

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun dari dalam sebuah karya. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Tema
  2. Judul
  3. Latar
  4. Alur
  5. Tokoh
  6. Penokohan/watak
  7. Amanat
  8. Sudut pandang

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas salah satu unsur intrinsik tersebut, yakni tema. Tema adalah pokok pikiran sebuah cerita yang dijadikan sumber cerita. Dengan kata lain, tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu cerita. Jika dianalogikan, tema adalah fondasi dalam membangun sebuah rumah. Keberadaan tema pun penting untuk diperhatikan. Jika temanya menarik, akan memberikan nilai lebih pada cerita tersebut. Cara menyimpulkan tema dalam sebuah cerita atau pun novel adalah sebagai berikut.

  1. Baca dan pahami keseluruhan cerita!
  2. Tentukan tokoh utama yang mengalami masalah/kejadian!
  3. Tentukan masalah yang dihadapi tokoh utama!

Biasanya tema berkaitan dengan tokoh dan masalah sehingga ketiga tahapan di atas harus dilakukan ketika kita ingin mengetahui tema dalam sebuah cerita.

Perhatikan Contoh

section-media

Untuk menyimpulkan temanya, coba kita uraikan sesuai petunjuk sebelumnya!

  1. Pahami cuplikan novel di atas dengan membacanya secara saksama!
  2. Tokoh utama dalam cuplikan tersebut adalah Lintang.
  3. Masalah yang terjadi adalah Lintang dihadang seekor buaya besar saat akan pergi ke sekolah. Buaya tak mau menghindar dari tengah jalan sehingga Lintang pun tak berani lewat dan akibatnya dia terlambat ke sekolah. Namun, Lintang pun enggan kembali ke rumahnya karena dia tetap ingin pergi ke sekolah.

Dari uraian di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa tema dari cuplikan novel di atas adalah perjuangan, yaitu keberanian Lintang menghadapi buaya.

Poin Penting

1) Tema adalah pokok pikiran sebuah cerita yang dijadikan sumber cerita.
2) Cara menyimpulkan tema dalam sebuah cerita ataupun novel adalah sebagai berikut.

  • Baca dan pahami keseluruhan cerita!
  • Tentukan tokoh utama yang mengalami masalah/kejadian!
  • Tentukan masalah yang dihadapi tokoh utama!

Latar dalam Novel Remaja

Pada topik sebelumnya, kita sudah membahas salah satu unsur intrinsik dalam sebuah novel, yakni tema. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas unsur yang lainnya, yaitu latar. Dalam sebuah novel, keberadaan latar pun sangat penting. Melalui latar, kita akan mengetahui tempat dan waktu kejadian berlangsung serta suasana yang menaungi tokoh pada saat kejadian atau adegan berlangsung. Selain itu, latar dapat menciptakan kesan realistis dan seolah-olah peristiwa itu benar-benar ada karena latar berfungsi membuat cerita tampak lebih hidup serta menggambarkan situasi psikologis dan batin tokoh. Latar tidak hanya digambarkan secara fisik, tetapi juga dapat berupa tata cara, adat istiadat, kepercayaan, dan nilai-nilai yang berlaku.

Latar terdiri atas tiga jenis, yaitu

1. Latar Tempat
Latar tempat menunjukkan semua tempat yang ada dalam kejadian ketika kejadian/masalah berlangsung. Perhatikan contoh berikut ini!

section-media

Latar tempat dalam cuplikan novel di atas adalah di apartemen.

2. Latar Waktu
Latar waktu menunjukkan setiap waktu yang disebutkan pada saat kejadian/masalah berlangsung. Perhatikan contoh berikut ini!

section-media

Latar waktu dalam cuplikan novel di atas adalah Senin pagi.

3. Latar Suasana
Latar suasana menunjukkan keadaan psikis atau batin yang menaungi tokoh ketika kejadian atau adegan berlangsung. Perhatikan contoh berikut ini!

section-media

Suasana yang tergambar dalam kejadian di atas adalah tegang karena ada tokoh Pak Mustar yang mengamuk dan marah besar serta ada tokoh-tokoh lainnya yang kena marah Pak Mustar sampai dikejarnya.

Poin Penting

  1. Latar terdiri atas tiga jenis, yaitu tempat, waktu, dan suasana.
  2. Latar dapat menciptakan kesan realistis dan seolah-olah peristiwa itu benar-benar ada.
  3. Latar berfungsi membuat cerita tampak lebih hidup serta menggambarkan situasi psikologis dan batin tokoh.
  4. Latar tidak hanya digambarkan secara fisik tetapi juga dapat berupa tata cara, adat istiadat, kepercayaan, dan nilai-nilai yang berlaku.

Tahapan Pengaluran Cerita dalam Novel

Dalam membuat sebuah cerita, baik itu untuk cerpen ataupun novel, tidak bisa begitu saja ditulis tanpa memerhatikan kelengkapan bagian-bagiannya. Cerita yang baik tentu harus memiliki bagian-bagian yang baik pula, bagian yang lengkap. Bagian-bagian tersebut disebut juga sebagai tahapan pengaluran cerita. Tahapan-tahapan pengaluran cerita adalah sebagai berikut.

1. Pengantar atau Pengenalan

Pada bagian ini, diuraikan cerita berupa penggambaran waktu, tempat, atau kejadian yang merupakan awal cerita, misalnya pada cuplikan novel berikut.

section-media

2. Penampilan Masalah atau Konflik

Bagian ini mulai menceritakan masalah yang dihadapi pelaku cerita. Perhatikan cuplikan novel berikut ini.

section-media

3. Puncak Ketegangan atau Klimaks

Pada bagian ini, masalah dalam cerita sudah sangat gawat seolah berada di puncak permasalahan seperti dalam cuplikan berikut ini.

section-media

4. Penurunan Ketegangan atau Antiklimaks

Dalam antiklimaks, masalah secara bertahap dapat diatasi dan kekhawatiran serta ketegangan mulai reda. Perhatikan contoh berikut ini!

section-media

5. Penyelesaian atau Resolusi

Pada bagian inilah masalah benar-benar reda atau telah diselesaikan seperti pada contoh di bawah ini.

section-media

Jika salah satu tahapan dihilangkan, esensi dari cerita tersebut pun akan berkurang sehingga kelima tahapan tersebut wajib ada dalam sebuah cerita atau pun novel.

Poin Penting

1) Alur merupakan susunan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita.
2) Tahapan-tahapan pengaluran cerita adalah sebagai berikut.

  • Pengantar, berupa penggambaran waktu, tempat, atau kejadian yang merupakan awal cerita.
  • Penampilan masalah, mulai menceritakan masalah yang dihadapi pelaku cerita.
  • Klimaks/puncak ketegangan, masalah dalam cerita sudah sangat gawat seolah berada di puncak.
  • Antiklimaks/ketegangan menurun, masalah secara bertahap dapat diatasi dan kekhawatiran serta ketegangan mulai reda.
  • Penyelesaian/resolusi, masalah benar-benar reda atau telah diselesaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *