Pengertian, Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasi Pengangguran

By | November 23, 2020
Pengertian, Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasi Pengangguran

Pengertian, Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasi Pengangguran

Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasi Pengangguran

Pengertian, Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasi Pengangguran – Pengangguran bukan hanya menyangkut masalah ekonomi, melainkan juga masalah sosial. Dampak-dampak yang ditimbulkannya akan berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan nasional baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Apa sih pengangguran itu? Bagaimana dampak dan cara mengatasinya? Untuk lebih memahaminya, mari kita simak pembahasan berikut ini.

Pengertian Pengangguran

Pengangguran adalah penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau mempersiapkan suatu usaha baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena sudah diterima bekerja/mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

Penyebab Pengangguran

Ada beberapa sebab yang menimbulkan pengangguran yaitu sebagai berikut.

1. Pertumbuhan penduduk yang cepat menciptakan banyak pengangguran karena meningkatnya jumlah angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja.
2. Ketidakberhasilan sektor industri. Pola investasi yang ada cenderung padat modal menyebabkan semakin kecil terjadinya penyerapan tenaga kerja.
3. Angkatan kerja tidak dapat memenuhi kualifikasi persyaratan yang diminta oleh dunia kerja.
4. Ketidakstabilan perekonomian, politik, dan keamanan negara. Krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997 juga menyebabkan terjadinya pengangguran sebanyak 15,4 juta orang.
5. Pajak penghasilan (PPn) yang tinggi (progresif) akan membuat orang cenderung mengurangi jam kerja.
6. Perkembangan teknologi tinggi yang tidak diimbangi oleh keterampilan dan pendidikan dari para pencari kerja.
7. Tidak ada kecocokkan upah, karena tidak semua perusahaan mampu dan bersedia mempekerjakan seorang pelamar dengan tingkat upah yang diminta pelamar.
8. Tidak memiliki kemauan wirausaha. Orang yang tidak punya kemauan kerja tidak akan berusaha menciptakan lapangan kerja sehingga ia harus menunggu uluran tangan dari orang lain.
9. Adanya diskriminasi ras, gender, orang cacat mengakibatkan timbulnya pengangguran.

Dampak Pengangguran

Berikut ini beberapa dampak pengangguran terhadap perekonomian dan kehidupan sosial, antara lain:

1. Menurunkan Aktivitas Perekonomian

Pengangguran menyebabkan turunnya daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat yang menurun menyebabkan turunnya permintaan terhadap barang dan jasa.

2. Menurunkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Perkapita

 Orang yang tidak bekerja (menganggur) tidak akan menghasilkan barang dan jasa. Itu berarti semakin banyak orang yang menganggur maka PDB (Produk Domestik Bruto) yang dihasilkan akan menurun. PDB yang menurun akan menyebabkan turunnya pertumbuhan ekonomi sekaligus turunnya pendapatan perkapita.

3. Meningkatkan Biaya Sosial

Pengangguran ternyata mengakibatkan meningkatnya biaya sosial, karena pengangguran mengharuskan masyarakat memikul biaya-biaya seperti biaya perawatan pasien yang stres (depresi) karena menganggur, biaya keamanan dan biaya pengobatan akibat meningkatnya tindak kriminalitas yang dilakukan oleh pengangguran, serta biaya pemulihan dan renovasi beberapa tempat akibat demonstrasi dan kerusuhan yang dipicu oleh ketidakpuasan dan kecemburuan sosial para pengangguran.

4. Menurunkan Tingkat Keterampilan

Dengan menganggur, tingkat keterampilan seseorang akan menurun. Semakin lama menganggur, semakin menurun pula tingkat keterampilan seseorang.

5. Menurunkan Penerimaan Negara

Orang yang menganggur tidak memiliki penghasilan (pendapatan). Itu berarti semakin banyak orang yang menganggur, akan semakin turun pula penerimaan negara yang diperoleh dari pajak penghasilan.

Cara Mengatasi Pengangguran

Upaya-upaya dalam mengatasi pengangguran dapat ditempuh dengan berbagai kebijakan seperti:

1. Menyelenggarakan Bursa Pasar Kerja
Bursa tenaga kerja adalah penyampaian informasi oleh perusahaan-perusahaan atau pihak-pihak yang membutuhkan tenaga kerja kepada masyarakat luas. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar terjadi komunikasi yang baik antara perusahaan dan pencari kerja.

2. Menggalakkan Kegiatan Ekonomi Informal
Dewasa ini telah ada lembaga pemerintah yang khusus menangani masalah kegiatan ekonomi informal yakni Departemen Koperasi dan UKM. Selain itu dalam pengembangan sektor informal diperlukan keterpihakan dari pemerintah daerah setempat.

3. Meningkatkan Keterampilan Tenaga Kerja
Pengembangan sumber daya manusia dengan peningkatan keterampilan melalui pelatihan bersertifikasi internasional.

4. Meningkatkan Mutu Pendidikan
Mendorong majunya pendidikan, dengan pendidikan yang memadai memungkinkan seseorang untuk memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik.

5. Mendirikan Pusat-Pusat Latihan Kerja
Pusat-pusat latihan kerja perlu didirikan untuk melaksanakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi yang ada.

Rangkuman

Pengangguran adalah penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau mempersiapkan suatu usaha baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena sudah diterima bekerja/mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

Macam-macam pengangguran

1. Menurut jumlah jam kerja
a. Pengangguran terbuka
Yang disebut sebagai pengangguran terbuka adalah penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan suatu usaha baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, dan pendduduk yang tidak aktif mencari pekerjaan dengan alasan sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
b. Setengah pengangguran
Setengah pengangguran adalah pekerja yang bekerja dibawah jam kerja normal, yaitu kurang dari 40 jam seminggu. Setengah pengangguran ini terdiri dari:
– Pengangguran terpaksa (involuntary)
Yaitu orang yang bersedia bekerja untuk suatu pekerjaan tertentu dengan upah tertentu, tetapi sebenarnya pekerjaannya tidak ada.
– Pengangguran sukarela (Voluntary)
Pengnagguran sukarela adalah pengangguran yang disebabkan para pekerja tidak mau menerima suatu pekerjaan dengan upah yang berlaku di pasar.
– Pengangguran bruto
Pengangguran bruto merupakan gabungan antara pengangguran terbuka dengan setengah pengangguran.
c. Pengangguran terselubung
Merupakan tenaga kerja yang bekerja tetapi tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau keahliannya.

2. Menurut faktor penyebab
a. Pengangguran friksional
Yaitu pengangguran yang terjadi karena tidak bertemunya permintaan dan penawaran tenaga kerja. Pengangguran ini bersifat jangka pendek.
b. Pengangguran siklikal (konjungtural)
Merupakan pengangguran yang terjadi karena pengangguran yang disebabkan oleh pergerakan naik turunnya kegiatan perekonomian suatu negara (siklus konjungtur).
c. Pengangguran struktural
Adalah pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan struktur perekonomian suatu negara.
d. Pengangguran teknologi
Merupakan pengangguran yang ditimbulkan oleh penggunaan mesin-mesin dan kemajuan teknologi lainnya.
e. Pengangguran musiman
Penngangguran ini merupakan pengangguran yang disebabkan oleh adanya perubahan musim atau perubahan permintaan tenaga kerja secara berkala.

Penyebab terjadinya pengangguran

Beberapa penyabab terjadinya pengangguran:
– Ketidakberhasilan sektor industri
– Perkembangan teknologi
– Tingkat Pendidikan
– Situasi perekonomian

Cara mengatasi masalah pengangguran

Cara utama untuk mengatasi pengangguran adalah dengan menciptakan lapangan kerja. Untuk itu, Bank Dunia memberikan tiga cara penting dalam menciptakan lapangan kerja:
a. Menciptakan pertumbuhan yang tinggi melalui peningkatan iklim investasi
b. Meningkatkan fleksibilitas pasar tenaga kerjadan investasi pada pekerja
c. Menciptakan pekerjaan secara langsung

Secara khusus, pengangguran dapat diatasi dengan melihat jenis pengangguran tersebut sebagai berikut.

a. Pengangguran siklikal
Karena pengangguran ini disebabkan oleh adanya resesi ekonomi, maka craa mengatasinya adalah:
– Meningkatkan daya beli masyarakat
– Mengarahkan masyarakat menggunakan pendapatannya untuk membeli barang dan jasa
– Menciptakan teknik-teknik pemasaran dan promosi yang menarik

b. Pengangguran musiman
Cara mengatasi pengangguran ini:
– Memberikan latihan keterampilan kerja lain
– Segera memberikan informasi bila ada lowongan kerja di sektor lain

c. Pengangguran struktural
Untuk pengangguran ini, cara untuk mengatasinya:
– Memindahkan tenaga kerja ke tempat yang lebih membutuhkan
– Membuka pendidikan dan pelatihan tenaga kerja
– Mendirikan industri dan proyek padat karya
– Meningkatkan perputaran modal dan tenaga kerja
– Menyadarkan masyarakat pentingnya menguasai teknologi modern

d. Pengangguran friksional
Pengangguran ini tidak dapat dihilangkan sama sekali, karena disebabkan tidak bertemunya penawaran dan permintaan tenaga kerja. Namun, pengangguran ini dapat dikurangi dengan cara menyediakan sarana informasi lowongan kerja yang cepat, mudah dan murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *