Buku Besar dan Buku Pembantu

By | November 22, 2020
Buku Besar dan Buku Pembantu

Buku Besar dan Buku Pembantu

Buku Besar dan Buku Pembantu

Buku Besar dan Buku Pembantu – Buku besar dan buku pembantu sering digunakan dalam penyusunan laporan ekonomi, namun apakah kalian tahu apa itu buku besar dan buku pembantu? Bagaimana langkah penyusunan buku besar? Bagaimana menyajikan buku besar dalam sebuah perusahaan? Apa yang harus dilakukan untuk melakukan perincian akun di buku besar? Berikut penjelasannya.

Buku besar atau disebut dengan general ledger adalah kumpulan akun dan rekening yang digunakan untuk mengelompokkan dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal. Rekening–rekening yang ada dalam buku besar harus disesuaikan dengan jenis dan susunan informasi yang hendak disajikan dalam sebuah laporan keuangan. Rekening tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan penggolongan transaksi yang tercatat sebelumnya pada jurnal. Untuk memastikan fungsi rekening pada buku besar maka dilakukan pemberian kode untuk memudahkan identifikasi.

Tujuan lengkap pemberian kode adalah sebagai berikut :
1. Melakukan identifikasi data akuntansi secara unik.
2. Meringkas data.
3. Melakukan klasifikasi terhadap rekening atau transaksi.
4. Menyampaikan makna tertentu.

Dalam memberikan kode rekening digunakan 5 metode, yaitu :
1. Kode angka atau alfabet secara berurutan.
2. Kode angka blok.
3. Kode angka kelompok.
4. Kode angka desimal.
5. Kode angka urut yang didahului dengan huruf .

Berdasarkan aturan akuntansi di Indonesia, bentuk buku besar yang digunakan dalam penyajian di perusahaan terbagi dalam 3 bentuk, yaitu :

1. Bentuk T
Buku besar berbentuk huruf T adalah bentuk buku besar yang paling sederhana.

section-media

Keterangan:
a) Nama akun diisi dengan nama akun
b) Sisi sebelah kiri (Debet) diisi dengan jumlah uang yang harus dicatat di sisi sebelah kiri perkiraan tersebut.
c) Sisi sebelah kanan (Kredit) diisi dengan jumlah uang yang harus dicatat di sisi sebelah kanan perkiraan tersebut.

2. Bentuk Skontro
Bentuk skontro adalah bentuk buku besar dua kolom atau bentuk buku besar T yang lebih lengkap.

section-media

3. Bentuk Staffel
Bentuk stafel atau biasa juga disebut dengan bentuk vertikal atau disebut dengan balance-column account. Bentuk ini terdiri dari kolom-kolom untuk pemindahan (posting) debit, satu kolom untuk pemindahan (posting) kredit, satu kolom untuk menunjukkan saldo akun jika yang terjadi adalah saldo debit, dan satu kolom untuk menunjukkan saldo akun jika yang terjadi adalah saldo kredit. Bentuk ini yang sering digunakan dalam praktik karena saldo untuk setiap akun bisa diketahui setiap saat.

Bentuk staffel dibedakan menjadi 2 yaitu:
a) Buku besar 3 kolom:

section-media

b) Buku besar 5 kolom.

section-media

Buku besar berbentuk stafel (balance-column account) tersebut sedikit berbeda dengan rekening T. Perbedaannya terletak pada :
1) Letak kolom debit dan kredit tidak berlawanan tetapi berdampingan.
2) Kolom jumlah rupiah bertambah untuk mencatat saldo setiap akun. Dengan kolom tambahan ini saldo akun ditentukan setiap kali terjadi transaksi.

Terkadang pada sebuah perusahaan, akun pada buku besar tidak dapat menjelaskan data secara rinci untuk akun seperti rekening Hutang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang. Untuk mengetahui saldo pada masing-masing akun tersebut secara rinci maka diperlukan rekening-rekening lain yang dikelompokkan dalam suatu buku yang disebut buku besar pembantu atau subsidiary ledger. Dengan adanya buku besar pembantu maka akan dijumpai :

1. Buku Besar Pembantu Hutang (account payable subsidiary)
Berfungsi sebagai tempat mencatat perubahan hutang kepada kreditor secara individual sehingga merupakan rincian dari akun Hutang dagang dalam buku besar umum.

2. Buku Besar Pembantu Piutang (account receivable subsidiary ledger)
Berfungsi sebagai tempat mencatat perubahan piutang (tagihan) kepada debitor secara individual sehingga merupakan rincian dari akun Piutang dagang dalam buku besar umum.

3. Buku Besar Pembantu Barang Dagang.
Rekening pada buku besar yang dirinci dalam subsidiary ledger disebut dengan rekening kontrol atau controlling account. Data yang diposting ke dalam buku pembantu diperoleh dari dokumen sumber (faktur pembelian, faktur penjualan, bukti pengeluaran, bukti penerimaan kas, dan lain sebagainya) atau dari jurnal. Karenanya dalam perusahaan yang menggunakan buku pembantu dalam sistem akuntansinya, prosedur yang harus dilakukan sebagai berikut :

a. Dicatat dalam buku jurnal untuk dipindah bukukan ke dalam buku besar, baik pada pos jurnal individual ataupun kolektif.
b. Dicatat ke dalam buku pembantu yang selanjutnya pada tiap akhir periode tertentu dari data buku pembantu disusun daftar saldo. Artinya dari data pada buku pembantu dapat dihasilkan daftar saldo hutang, daftar saldo piutang dan daftar barang dagang di setiap akhir periode akuntansi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *