Identifikasi Bentuk Fisik dan Isi Buku Serta Merangkum

By | April 2, 2020

Identifikasi Bentuk Fisik dan Isi Buku – Kamu tentu pernah membaca buku pengetahuan, bukan? Seperti yang kita tahu bahwa buku memiliki manfaat yang sangat penting, apalagi buku pengetahuan. Dengan membaca buku, wawasan kita semakin terbuka, bahkan kita pun dapat melihat dunia.

Indentifikasi Bentuk Fisik dan Isi Buku

Indentifikasi Bentuk Fisik dan Isi Buku

Jenis buku pengetahuan antara lain buku tentang kesehatan, psikologi, pertanian, teknologi, peternakan, dan agama. Buku-buku tersebut dinamakan buku pengetahuan karena jelas memuat tulisan-tulisan ilmiah yang logis dan sistematis serta memberikan manfaat bagi pembacanya.

Setelah membaca buku sampai tuntas, ada baiknya jika kita dapat merangkum lalu menanggapi isi buku dan memberitahukan kepada khalayak umum tentang kelayakan membaca buku tersebut. Proses tersebut biasa kita kenal dengan istilah resensi. Namun, sebelum beranjak pada tahap-tahap tadi, terlebih dahulu kamu harus mengetahui tahap mengidentifikasi bentuk fisik dan isi buku seperti yang akan kamu pelajari kali ini.

Dalam meresensi sebuah buku pengetahuan, tahap pertama yang harus kamu ketahui adalah bentuk fisik buku. Bentuk fisik buku dapat diidentifikasi ketika pertama kali kamu memegang dan membuka-buka buku tersebut walaupun belum membacanya sama sekali. Bentuk fisik buku terdiri atas unsur-unsur di bawah ini.

Indentifikasi Bentuk Fisik dan Isi Buku

1. Kulit buku/sampul (cover) yang menjelaskan jenis kulit/sampul yang digunakan, baik soft cover atau hard cover, dan menjelaskan hal-hal lainnya yang terdapat pada kulit buku bagian depan dan belakang.

Perhatikan contoh kulit buku di bawah ini!

Indentifikasi Bentuk Fisik dan Isi Buku

Indentifikasi Bentuk Fisik dan Isi Buku

Kamu dapat menjelaskan secara detil tulisan dan gambar yang dimuat pada kulit buku bagian depan dan belakang sesuai apa yang kamu lihat.

2. Ilustrasi, yaitu dengan menjelaskan gambar, baik foto maupun lukisan, yang disajikan dalam isi buku untuk menarik pembaca, misalnya gambar berikut.

Gambar di atas merupakan salah satu ilustrasi yang menggambarkan seorang reporter lapangan yang sedang menyampaikan berita secara langsung. Gambar tersebut dibuat untuk memberitahu pembaca situasi sebenarnya pengambilan berita di lapangan.

3. Tata letak yang mencakup seluruh letak penulisan bagian-bagian dalam buku, misalnya pada gambar berikut.

Indentifikasi Bentuk Fisik dan Isi Buku

Indentifikasi Bentuk Fisik dan Isi Buku

Gambar di atas menjelaskan salah satu tata letak isi buku yang pada setiap bab selalu diawali penulisan judul bab pada lembar sebelum bab tersebut dimulai.

4. Ukuran buku, misalnya 16 x 21 cm

5. Identitas buku yang dapat diketahui dari lembar hak cipta buku yang terletak di belakang halaman judul. Identitas buku terdiri atas hal-hal berikut.

  • Judul buku
  • Pengarang
  • Penerjemah (jika buku terjemahan)
  • Penerbit
  • Tahun terbit
  • Jumlah halaman
  • Kode ISBN

Perhatikan contoh identitas buku berikut!

Selain bentuk fisik, kamu pun harus mengetahui isi buku. Cara mengetahui isi buku secara detil tentu saja dilakukan dengan membaca seluruh isi buku tersebut. Namun, untuk mengetahui gambaran umum dan selintas isi buku dapat dilakukan dengan melihat sinopsis yang tertera pada kulit buku bagian belakang atau agar lebih jelas bisa dengan membaca daftar isi buku tersebut. Misalnya pada buku Jurnalistik Televisi di atas, kita dapat mengidentifikasi isi buku tersebut berupa:

Buku Jurnalistik Televisi setebal 235 halaman tersebut memuat hal-hal mendasar mengenai jurnalistik dalam media televisi. Mulai dari sejarah keberadaan televisi yang merupakan media yang baru muncul setelah media cetak dan radio dan munculnya sosok seorang reporter dalam media televisi, penjelasan mengenai berita yang mencakup berita khusus untuk disiarkan di televisi dan cara memilih berita, penjelasan cara menulis naskah berita untuk disiarkan di televisi, cara meliput berita yang dimulai dari persiapan mencari berita sampai dengan siap diliput, penjelasan format dan proses penyiaran secara menyeluruh, penjelasan standar prosedur pengoperasian bagi reporter dan penyiar, dan terakhir penjelasan tentang struktur organisasi kerja bagian pemberitaan mulai dari pembetukan struktur organisasi hingga pembagian ranah kerja untuk direktur, wakil direktur, penulis berita, pembantu redaksi, penyiar, reporter, dan editor.

Poin Penting

Meresensi buku berarti melakukan tahap-tahap membaca buku sampai tuntas, lalu merangkum isi buku, menanggapi isi buku, dan memberitahukan kepada khalayak umum tentang kelayakan membaca buku tersebut.

      Bentuk fisik buku terdiri atas hal-hal berikut.

  1. Kulit buku (cover) yang menjelaskan jenis kulit yang digunakan, baik soft cover atau hard cover, dan menjelaskan gambar dan tulisan yang terdapat pada kulit buku bagian depan dan belakang.
  2. Ilustrasi dengan menjelaskan gambar yang disajikan dalam isi buku untuk menarik pembaca.
  3. Tata letak yang mencakup seluruh letak penulisan bagian-bagian dalam buku.
  4. Ukuran Buku.
  5. Identitas buku terdiri atas hal-hal berikut.

Gambaran umum dan selintas terhadap isi buku dapat diketahui dengan melihat sinopsis yang tertera pada kulit buku bagian belakang atau dengan membaca daftar isi buku. Pada materi sebelumnya, kita telah belajar mengidentifikasi bentuk fisik dan isi buku. Saat ini, kita akan masuk ke tahap berikutnya dalam persiapan meresensi sebuah buku, yaitu menunjukkan kelebihan dan kekurangan buku. Tahapan ini merupakan tahapan yang sangat penting dilakukan karena kelak akan digunakan sebagai penilaian terhadap buku yang akan kita buatkan resensinya.

Kelebihan dan kekurangan buku dapat ditemukan setelah kamu membaca buku sampai tuntas. Akan tetapi, jika kamu menemukan kelebihan atau kekurangan sebelum membaca seluruh isi buku, tunjukkanlah dan tulislah kelebihan atau kekurangan yang telah kamu temukan tadi.

Kelebihan dan kekurangan buku dapat dilihat dari berbagai aspek, di antaranya adalah sebagi berikut.

1. Bentuk fisik yang mencakup kulit buku, ilustrasi gambar, dan tata letak. Perhatikan contoh di bawah ini!

2. Bahasa yang digunakan pengarang dalam pembahasan, misalnya pada contoh berikut.

3. Isi buku yang mencakup pembahasan materi, seperti contoh di bawah ini.

4. Pengarang, dengan membandingkan buku karyanya dengan buku karya orang lain yang bertema sama, atau bahkan dengan buku-buku karyanya terdahulu.

Perhatikan contoh berikut!

Jika terdapat kelebihan dan kekurangan pada aspek lain selain aspek di atas, kamu dapat mengemukakannya sesuai dengan yang kamu temukan.

Poin Penting

  1. Menuliskan kelebihan dan kekurangan buku harus dilakukan karena akan digunakan sebagai penilaian terhadap buku tersebut dan pertimbangan bagi pembaca untuk memilih buku tersebut sebagai bacaan.
  2. Kelebihan dan kekurangan buku dapat ditemukan setelah buku dibaca sampai tuntas.
  3. Kelebihan dan kekurangan buku dapat dilihat dari berbagai aspek, tetapi yang sering disoroti adalah aspek-aspek berikut.
  • Bentuk fisik yang mencakup kulit buku, ilustrasi gambar, dan tata letak.
  • Bahasa yang digunakan pengarang dalam pembahasan.
  • Isi buku yang mencakup pembahasan materi.
  • Pengarang, dengan membandingkan buku karyanya dengan buku karya orang lain yang bertema sama, atau bahkan dengan buku-buku karyanya terdahulu.

Dua tahap sebelumnya untuk membuat resensi buku tentu kamu sudah pahami, bukan? Tahap mengidentifikasi bentuk fisik dan isi buku serta tahap menuliskan kelebihan dan kekurangan buku dapat kamu lakukan dengan melihat langsung buku tersebut. Dengan kata lain, kamu melakukan tahap-tahap sebelumnya secara objektif, apa adanya di dalam buku. Tak terkecuali dengan tahap yang akan kamu pelajari sekarang yaitu merangkum isi buku.

Seperti yang telah kamu ketahui bahwa merangkum adalah proses meringkas bacaan dengan tetap mempertahankan esensi dan urutan setiap pembahasan. Langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk merangkum sebuah buku adalah sebagai berikut.

1. Menandai kata-kata yang dianggap sulit dimengerti, misalnya penggunaan bahasa ilmiah yang tidak diserta penjelasan.

Contoh:

Beban psikologis terkadang membuat manusia menjadi lupa aturan. Pada beberapa kasus, orang rela mengorbankan dirinya dengan mencicipi narkoba agar bebannya terasa berkurang –menurutnya–bahkan ada pula yang berani melakukan euthanasia agar bebannya hilang. Padahal tanpa mereka sadari perbuatan-perbuatan tersebut justru akan semakin menambah beban mereka. Tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

2. Menggarisbawahi kalimat-kalimat atau hal-hal yang penting.

3. Menentukan gagasan pokok pada setiap pembahasan.

Contoh:

Dalam hubungan yang agresif, bisa sampai terjadi penyerangan terhadap orang lain. Sebagai contoh ada orang yang mengkritikmu lalu kamu meresponsnya dengan menantang atau marah. Tindakan agresif biasanya menyebabkan respons negatif atau pembalasan dari orang lain.

Respons pasif bersifat sebaliknya: kamu nggak banyak melakukan sesuatu. Orang lainlah yang memegang kendali, bukan kamu. Orang-orang pasif membiarkan saja semuanya berlalu. Mereka nggak mengambil keputusan atau memilih.

Di sisi lain, tindakan tegas bakal membuatmu mendapatkan apa yang kamu ingini dan membikin kamu bisa mengekspresikan diri secara langsung dan jujur. Bersikap tegas akan membuatmu mendapatkan apa yang kamu inginkan tanpa menyakiti orang lain atau menarik perhatian.

(Herron, Jon dan Val J. Peter. I Love Me. Hlm: 39-40)

4. Menyusun kalimat-kalimat yang telah ditemukan pada tahap-tahap sebelumnya menjadi beberapa paragraf.

Contohnya:

Tiga cara pokok berinteraksi dengan orang lain: (1) secara agresif yang dapat menyebabkan penyerangan terhadap orang lain, (2) secara pasif yang membuatmu tidak banyak melakukan sesuatu karena kendali dipegang orang lain, (3) secara tegas yang membuatmu mendapatkan apa yang kamu inginkan dan ekspresikan secara langsung dan jujur.

Perhatikan Contoh

Perhatikan contoh rangkuman buku di bawah ini!

Poin Penting

  1. Merangkum adalah proses meringkas bacaan dengan tetap mempertahankan esensi dan urutan setiap pembahasan.
  2. Langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk merangkum sebuah buku yaitu sebagai berikut.
  • Menandai kata-kata yang dianggap sulit dimengerti.
  • Mengarisbawahi kalimat-kalimat atau hal-hal yang penting.
  • Menentukan gagasan pokok/inti pada setiap pembahasan.
  • Menyusun kalimat-kalimat yang telah ditemukan pada tahap-tahap tersebut menjadi beberapa paragraf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *