Karakteristik dan Menyunting Bahasa Teks Cerita Ulang

By | June 5, 2020

Karakteristik dan Menyunting Bahasa Teks Cerita Ulang – Siswa dapat menyunting teks cerita ulang, sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan.

Karakteristik dan Menyunting Bahasa Teks Cerita Ulang

Karakteristik dan Menyunting Bahasa Teks Cerita Ulang

Pada topik terdahulu sudah dibahas unsur kebahasaan yang menjadi ciri teks cerita ulang biografi. Antara lain penggunaan kata pengacu/ penunjuk, pronomina, konjungsi intra dan antrakalimat, dan kata kerja material.
Menyunting unsur kebahasaan teks cerita ulang biografi tidak terbatas pada unsur-unsur tersebut tetapi juga meliputi penggunaan ejaan, pemilihan kata, dan penggunaan kalimat. Bahkan, dalam sebuah paragraf pun sering ada kesalahan jumlah ide utama. Paragraf yang baik hanya mempunyai satu ide utama dan didukung oleh beberapa kalimat penjelas.

Begitu pula dalam penggunaan kata maupun kalimat, masih terdapat berbagai kesalahan. Misalnya penggunaan dua predikat aktif dalam kalimat secara serentak. Ini tidak dibenarkan. Seharusnya dipilih salah satu.
Contoh : Pencopet itu berhasil ditangkap polisi.

Penggunaan dua predikat berhasil ditangkap menyebabkan makna kalimat itu rancu. Sebab, inti kalimat tersebut menjadi pencopet berhasil. Padahal seharusnya polisi berhasil . Kalimat tersebut sebaiknya diubah menjadi;
– Polisi berhasil menangkap pencopet.
– Pencopet ditangkap polisi.

Mari kita cermati contoh berikut!

1) Tidak punya ibu kandung saat kanak-kanak. 2) Itulah yang dialami oleh perempuan tua yang kini kupanggil nenek. 3) Ibunya kandung nenekku meninggal saat nenek masih kecil. 4) Meskipun ibunya meninggal, beliau tinggal bersama ibu tirinya yang sangat disiplin. 5) Nenek yang masih kecil sering tidak boleh bermain-main dengan teman-temannya.

Pada kutipan tersebut beberapa kesalahan. Pertama, tanda (.) pada akhir kalimat ke-1 seharusnya diganti tanda (,) lalu kata itulah ditulis dengan huruf kecil. Pada kalimat ke-3 kata –nya seharusnya pada kata kandungnya. Pada awal kalimat ke-4 konjungsi meskipun seharusnya diganti setelah. Perbaikan itu akan membuat pembaca mudah memahami teks tersebut.

Poin Penting

• Menyunting unsur kebahasaan teks cerita ulang biografi tidak terbatas pada unsur-unsur tersebut tetapi juga meliputi penggunaan ejaan, pemilihan kata, dan penggunaan kalimat.

Pada topik sebelumnya, kita telah mempelajari apa itu teks cerita ulang, bagaimana cara menganalisis isi dan bahasanya, juga cara menginterpretasikannya. Pada pembahasan topik kali ini, kita akan mempelajari bagaimana karakteristik teks cerita ulang, baik cerita ulang pengalaman maupun biografi. Karakter berarti khas. Sementara karakteristik merupakan sifat khas. Jadi, karakteristik teks cerita ulang ialah mencari sifat khas atau ciri dari sebuah teks cerita ulang.

Amati teks cerita ulang berikut ini!

Berguru ke Negara Korea Selatan

Satu bulan yang lalu aku bahagia sekali karena menjadi salah satu duta sekolah mendampingi mahasiswa Korea Selatan (Korsel) yang tengah mengadakan Praktik Pengajaran Lapangan (PPL). Tentunya karena perbedaan usia yang tidak terpaut jauh kami menjadi sangat akrab hanya dalam beberapa hari saja. Mereka berjumlah 5 orang, sedangkan kami berjumlah 20 orang.

Aktivitas pendampingan berisi berbagai macam acara pengenalan budaya, berupa kesenian dan adat istiadat maupun karakteristik masyarakat masing-masing negara. Saya begitu terkesima ketika pertama kali melihat video kegiatan bela negara di sana. Bela negara merupakan kegiatan yang mirip dengan latihan kemiliteran, menanamkan jiwa nasionalisme, dan menjadi kegiatan wajib setiap warga negara Korsel mulai dari anak-anak sampai usia produktif bekerja. Mereka diajari mulai dari latihan baris-berbaris sampai latihan perang berbagai musim, baik musim panas, semi, gugur, maupun dingin. Tidak hanya itu, saya juga begitu antusias ketika mereka mengajari kami cara memakai baju hanbok, baju khas negara Korsel. Kalau di Indonesia biasa kita sebut pakaian adat. Hal yang lebih membuat saya terpesona ialah karakter bersih mereka. Bila mereka mengadakan pertunjukan baik sepak bola, konser K-pop, atau semacamnya, mereka akan membagikan tas plastik gratis (kresek) . Ketika masuk ke dalam ruang pertunjukkan, tas ini bisa dipakai sebagai aksesoris di atas kepala menjadi pita atau topi. Setelah acara selesai tas plastik tersebut dipakai untuk tempat sampah. Setiap orang harus mengambil sampah mereka dan membuangnya. Alhasil tempat pertunjukkan sebelum dan sesudah selalu bersih.

Tentunya kami juga tidak mau ketinggalan memperkenalkan kebudayaan negara. Bagaimanapun mereka sangat menyukai rujak buah yang kami suguhkan sampai mereka minta untuk membawa pulang. Tak terasa genap dua minggu kami saling bertukar budaya. Semoga tahun depan kerjasama ini bisa diteruskan. Da-eu-me tto bwae-yo, sampai jumpa.

Mari kita menganalisis!

Berikut ini adalah hasil analisis yang menghasilkan karakteristik cerita ulang.
1. Menginformasikan kegiatan atau peristiwa yang pernah terjadi.
Contoh : Satu bulan yang lalu aku bahagia sekali karena menjadi salah satu duta sekolah mendampingi mahasiswa Korea Selatan (Korsel) yang tengah mengadakan Praktik Pengajaran Lapangan (PPL).
2. Bersifat individu atau pribadi, atau universal (umum)
Contoh : Pemakaian kata “Aku”, masyarakat desa, rakyat Indonesia, dsbnya.
3. Isinya berupa fakta
Contoh : Satu bulan yang lalu, mereka mengajari kami cara memakai baju hanbok, dsbnya
4. Pada isi terdapat unsur 5 W (apa, siapa, kapan, dimana, kenapa)
Contoh : Satu bulan yang lalu aku bahagia sekali karena menjadi salah satu duta sekolah mendampingi mahasiswa Korea Selatan (Korsel) yang tengah mengadakan Praktik Pengajaran Lapangan (PPL). Tentunya karena perbedaan usia yang tidak terpaut jauh kami menjadi sangat akrab hanya dalam beberapa hari saja. Mereka berjumlah 5 orang, sedangkan kami berjumlah 20 orang.
Apa : pendamping mahasiswa Korsel ke sekolah
Siapa : Aku
Kapan : satu bulan yang lalu
Kenapa : bahagia karena menjadi salah satu duta sekolah
5. Menggunakan kata ganti waktu lampau
Contoh : satu bulan yang lalu, genap dua minggu
6. Menggunakan kata ganti urutan peristiwa
Contoh : Ketika pertama kali, tidak hanya itu, yang lebih membuat saya terpesona

Poin Penting

Ada 6 hal yang diperhatikan pada karakteristik teks cerita ulang baik cerita ulang pegalaman pribadi ataupun biografi:
1. Menginformasikan kegiatan atau peristiwa yang pernah terjadi.
2. Bersifat individu atau pribadi, atau universal (umum)
3. Isinya berupa fakta
4. Pada isi terdapat unsur 5 W (apa, siapa, kapan, dimana, kenapa)
5. Menggunakan kata ganti waktu lampau
6. Menggunakan kata ganti urutan peristiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *