Analisis Pola Urutan Waktu, Ruang, dan Topik dan Sitematika Laporan Perjalanan

By | April 3, 2020

Analisis Pola Urutan Waktu, Ruang, dan Topik dan Sitematika Laporan Perjalanan – Kamu sudah sering mendengar perjalanan orang lain, bukan? Apalagi pada materi-materi sebelumnya, kamu sudah diperkenalkan dengan contoh-contoh laporan perjalanan. Masihkah kamu ingat contoh-contoh kisah perjalanan itu?

Analisis Pola Urutan Waktu, Ruang, dan Topik dan Sitematika Laporan Perjalanan

Analisis Pola Urutan Waktu, Ruang, dan Topik dan Sitematika Laporan Perjalanan

Analisis Pola Urutan Waktu

Sebuah laporan perjalanan biasanya berbentuk narasi yang memiliki unsur-unsur berupa rangkaian waktu, ruang, dan topik. Pada pembahasan kali ini, kamu akan belajar cara menganalisis ketiga unsur tersebut. Akan tetapi, sebelumnya, coba kamu simak kembali contoh laporan perjalanan berikut!

Analisis Pola Urutan Waktu, Ruang, dan Objek dari Contoh Laporan

Analisis Urutan Waktu

Urutan waktu adalah pengembangan laporan dengan memaparkan kegiatan dengan waktu yang runtut. Pola urutan waktu ditentukan juga oleh urutan peristiwa dalam perjalanan. Selain dengan penulisan tanggal atau hari yang jelas, cara lain mencari pola urutan waktu adalah dengan adanya kata hubung penunjuk waktu, misalnya ketika, setelah itu, dan akhirnya. Perhatikan beberapa pola urutan waktu berdasarkan contoh laporan perjalanan yang telah kamu simak tadi!

  1. Pada hari Senin tanggal 29 April 2014, siswa-siswi SMP 1 Magelang berkumpul ….
  2. Sebelum berangkat, kami semua dibagikan tas kecil dari pihak “Wahana Tour & Travel”.
  3. Sesudah itu kami diberi pengarahan oleh Bapak Hengki Kurniawan selaku pembina.
  4. Setelah kami menerima pengarahan, kami semua harus menunggu kedatangan ….
  5. Beberapa menit kemudian, Bapak Drs. Sulistiyo Permadi pun hadir ….
  6. Sesudah itu kami semua berangkat meninggalkan Kota Magelang …. Urutan waktu selanjutnya bisa kamu analisis dengan cara sama seperti di atas.

Analisis Urutan Ruang

Urutan ruang atau tempat adalah pengembangan laporan dengan mengurutkan ruang atau tempat yang ada dalam objek yang dilaporkan. Selain dengan penulisan nama tempat yang jelas, cara lain untuk menganalisinya adalah dengan adanya kata depan yang menunjukkan tempat, misalnya di, ke, dan dari. Perhatikan beberapa contoh pola urutan ruang dari contoh laporan sebelumnya!

  1. Objek pertama yang kami datangi adalah Museum PP IPTEK yang berada di kawasan TMII.
  2. Di sana kami dapat melihat, menyentuh, dan mempraktikkan penemuan-penemuan atau percobaan-percobaan.
  3. Kami diberi waktu untuk mengelilingi Museum PP IPTEK selama 1 jam 45 menit.
  4. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Theatre IMAX Keong Mas yang masih berada di kawasan TMII.
  5. Di sana kami menyaksikan film 3D.
  6. Kami semua melanjutkan perjalanan menuju Kota Bogor.
  7. untuk mengunjungi objek kedua yaitu Taman Safari Cisarua Bogor. Urutan ruang selanjutnya bisa kembali kamu analisis dengan cara sama seperti di atas.

Analisis Urutan Topik

Urutan topik terdiri atas dua macam, yaitu sebagai berikut.

  1. Klimaks naik adalah pemaparan hal-hal sederhana bertahap menuju hal-hal bagus atau klimaks. Sebagai contoh, perhatikan penggalan laporan perjalanan berikut!
  2. Klimaks turun adalah penyampaian dimulai dari hal-hal besar berangsur-angsur ke hal-hal kecil/sederhana. Sebagai contoh, perhatikan penggalan laporan perjalanan berikut!
    Pemandangan pada ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut itu sungguh menakjubkan. Di sebelah timur, Kota Garut terlihat samar-samar. Di sebelah barat, perkebunan teh terhampar bagai permadani raksasa. Menghadap ke utara, kami melihat Gunung Puntang berdiri menantang. Lalu di selatan tampak garis biru Lautan Hindia. Hilanglah segala kepenatan sehari sebelumnya setelah lelah mengayuh sepeda.

Poin Penting

  1. Sebuah laporan perjalanan biasanya berbentuk narasi yang memiliki unsur-unsur berupa rangkaian waktu, ruang, dan topik.
  2. Urutan waktu adalah pengembangan laporan dengan memaparkan kegiatan dengan waktu yang runtut.
  3. Urutan ruang atau tempat adalah pengembangan laporan dengan mengurutkan ruang atau tempat yang ada dalam objek yang dilaporkan.
  4. Urutan topik terdiri atas dua macam, yaitu sebagai berikut.
  • Klimaks naik adalah pemaparan hal-hal sederhana bertahap menuju hal-hal bagus atau klimaks, misalnya pada contoh laporan tadi.
  • Klimaks turun adalah penyampaian dimulai dari hal-hal besar berangsur-angsur ke hal-hal kecil/sederhana.

Sitematika Laporan Perjalanan dengan Baik

Menulis sebuah laporan perjalanan tentulah harus mengikuti aturan yang telah ditentukan agar laporan perjalanan tersusun rapi dan mudah dibaca orang lain. Sebelumnya, kamu telah diberikan materi tentang cara menulis teks laporan perjalanan. Nah, pada pembahasan sekarang, kamu akan diberikan penjelasan mengenai sistematika penulisan laporan perjalanan.

Sebuah laporan perjalanan terdiri atas tiga bagian, yaitu sebagai berikut.

  1. Pendahuluan
    Bagian ini biasa berisi tujuan perjalanan, waktu pelaksanaan, tempat kegiatan, dan peserta kegiatan.
  2. Isi
    Isi menjelaskan proses dan hasil temuan selama perjalanan, dari mulai persiapan berangkat sampai dengan akhir perjalanan. Dalam bagian ini, dibahas juga kegiatan yang dilakukan.
  3. Penutup
    Bagian ini berisi simpulan kegiatan/perjalanan yang telah dijalani. Selain itu, dalam bagian ini dicantumkan juga saran untuk berbagai pihak, mulai dari peserta, panitia penyelenggara, dan pihak-pihak lain yang berhubungan dengan kegiatan/perjalanan.

Contoh Bagian-Bagian Sebuah Laporan Perjalanan

PENDAHULUAN

1) Tujuan

  • untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan di luar sekolah;
  • untuk membekali diri dengan ilmu, khususnya di bidang pendidikan dan pariwisata;
  • untuk menambah pengalaman hidup;
  • untuk rekreasi.

2) Waktu Pelaksanaan
Kegiatan studi wisata berlangsung pada hari Rabu s.d. Sabtu tanggal 4 s.d. 7 Mei 2011.

3) Tempat Kegiatan

  • Bandung (Museum Geologi, pusat sepatu Cibaduyut, dan Puspa IPTEK Sundial)
  • Jakarta (Museum Lubang Buaya, Gelanggang Samudra Ancol, DUFAN, dan ITC Cempaka Mas)

4) Peserta
Peserta yang mengikuti studi wisata adalah siswa kelas VIII, tiga belas guru pendamping, serta ditambah tour leader dan sopir.

ISI

Sebelum berangkat study wisata, kami melakukan beberapa persiapan, di antaranya check-in peserta, pengarahan dari Kepala Sekolah SMP N 4 PEMALANG, dan doa bersama. Pada hari Rabu, 4 Mei 2011, kami berangkat menuju Kota Bandung terlebih dahulu pukul 21.00 dan esoknya kami sampai di Bandung. Kami transit di RM Sukahati pukul 04.00-06.00 untuk mandi dan sarapan. Sesudah dari RM Sukahati, kami melakukan perjalanan ke Museum Geologi. Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Di Museum Geologi,kami menelusuri jejak masa lalu awal kehidupan.

Disana terdapat beberapa batuan dan fosil peninggalan masa lalu. Pertama, kami melihat jenis-jenis batuan yang ada terlebih dahulu. Ada beberapa batuan yang di pajang di museum, misalnya batuan Elipsocrphalus hoffi barrande, filit, dan masih banyak lagi. Setelah melihat-lihat batuan, kami diajak melihat film di museum tentang bumi dan waktu. Setelah menonton film, kami pun melihat beberapa fosil dinosaurus dan manusia purba. Setelah dari Museum Geologi, kami menuju ke Cibaduyut pukul 10.00 WIB.

Perjalanan menuju Cibaduyut kurang lebih 30 menit. Kami tiba di Cibaduyut sekitar pukul 10.30. Disana banyak orang yang berjualan sepatu, sandal, tas, kaos, boneka, dan masih banyak lagi. Saya pun mendapatkan boneka dan kaos yang harganya cukup murah. Setelah berbelanja, kemudian kami makan di RM Ampera pukul 13.00 s.d. 14.00 untuk makan siang. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Puspa IPTEK Sundial.

PENUTUP

1) Simpulan
Dari dua kota dengan tujuh objek yang didatangi, kami mendapatkan beberapa temuan yang dapat menambah wawasan kami, seperti penemuan batuan dan fosil zaman dahulu kala di Museum Geologi, bermain alat peraga dalam bidang teknologi di Puspa Iptek Sundial, dan melihat sumur tua tempat pembuangan para pahlawan di Museum Lubang Buaya.

2) Saran

  • Untuk para panitia sebaiknya pada saat di tempat wisata kami diberikan waktu yang cukup lama supaya kami bisa mencari informasi dan pengalaman tanpa terburu-buru.
  • Untuk guru dan panitia penyelenggara diharapkan tahun-tahun mendatang tujuan wisata yang belum pernah dikunjungi tahun-tahun lampau.
  • Untuk adik kelas sebaiknya jika ada studi wisata diharapkan agar dapat mengikuti kegiatan studi wisata tersebut karena selain menyenangkan juga menambah pengalaman dan wawasan bersama teman-teman dan guru-guru.

Selain sistematika di atas, laporan yang baik adalah laporan yang memenuhi kriteria berikut ini.

  1. Laporan ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  2. Terdapat tanggal dan angka sebagai penguat hasil perjalanan.
  3. Penyampaiannya berupa fakta yang objektif.

Poin Penting

1) Penulisan laporan perjalanan harus mengikuti aturan yang telah ditentukan agar laporan perjalanan tersusun rapi dan mudah dibaca orang lain.
2) Sistematika laporan perjalanan terdiri atas:

  • Pendahuluan yang memuat tujuan, waktu, tempat, dan peserta perjalanan
  • Isi yang menjelaskan proses dan hasil temuan selama perjalanan.
  • Penutup yang terdiri atas simpulan dan saran.

3) Laporan yang baik adalah laporan yang memenuhi kriteria berikut ini.

  • Ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  • Terdapat tanggal dan angka sebagai penguat hasil perjalanan.
  • Penyampaiannya berupa fakta yang objektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *