Analisis isi Teks Cerita Ulang dan Bahasa Teks Cerita Ulang

Analisis isi Teks Cerita Ulang dan Bahasa Teks Cerita Ulang – Setelah mampu memahami struktur dan ciri kebahasaan teks ulang, pada materi kali ini, kita akan masuk ke dalam tahapan berikutnya, yaitu belajar menganalisis isi. Analisis bertujuan agar kita mampu dengan mudah menemukan informasi-informasi penting pada setiap teks yang kita temukan.

Analisis isi Teks Cerita Ulang dan Bahasa Teks Cerita Ulang
Analisis isi Teks Cerita Ulang dan Bahasa Teks Cerita Ulang

 

Analisis isi Teks Cerita Ulang

Tahapan menganalisis isi teks ulang adalah sebagai berikut.

(1). Menemukan bagian-bagian struktur teks ulang
Dalam tahapan ini, kita harus dapat mengidentifikasi bagian-bagian dari struktur teks ulang, mulai dari orientasiurutan peristiwareorientasi. Bagian orientasi dan urutan peristiwa adalah bagian yang wajib hadir dalam teks ulang, sedangkan bagian reorientasi yang merupakan bagian pendapat pribadi tentang hal yang diceritakan masuk ke dalam bagian opsional. Dengan kata lain, bagian ini boleh muncul ataupun tidak.

(2). Menggali informasi yang ditemukan pada teks
Saat membaca teks ulang, kita akan menemukan informasi-informasi yang berkaitan dengan hal yang diceritakan. Informasi tersebut dapat berupa
a) informasi dasar,
b) riwayat hidup (jika teks ulang berbentuk biografi), dan
c) rangkaian peristiwa yang terjadi.

(3). Mencermati penggunaan ciri kebahasaan
Setelah dua tahapan di atas kalian lakukan, kita harus mencermati penggunaan ciri kebahasaan sebagai bagian khusus dari ciri teks ulang.

Perhatikanlah!

1. Winston Leonard Spencer-Churchill atau yang lebih dikenal dengan Winston Chruchill adalah seorang Perdana Menteri Inggris yang menjabat selama dua periode, yaitu tahun 1940 – 1945 dan 1951 – 1955. Ia termasuk tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah dunia karena kepiawaiannya sebagai ahli strategi, orator, diplomat, dan politisi terkenal.

2. Ia lahir di Oxfordshire, Inggris, pada tanggal 30 November 1874. Ia masih memiliki hubungan darah dengan keluarga Spencer, keluarga Putri Diana. Namun, ia menggunakan nama keluarga ayahnya, Lord Randolph Churchill, yang merupakan seorang tokoh politik. Sebagai anak bangsawan, ia menghabiskan masa kecilnya di asrama sekolah. Saat itu, hubungannya dengan ibunya tidak dekat karena sang ibu sangat jarang mengunjunginya sampai-sampai Churchill selalu menulis surat agar ibunya mau datang bertemu dengannya. Akan tetapi, saat dewasa, hubungan Churchill dengan ibunya menjadi sangat dekat bagaikan kakak-beradik.

3. Dalam hidup, ia sangat menghormati ayahnya dan ingin mengikuti jejaknya.

4. Saat kecil, Churchill tidak memiliki banyak teman dan prestasinya di Sekolah Harrow tidak memuaskan. Ia sering dihukum karena mendapatkan nilai yang buruk dan dianggap tidak mau belajar dengan baik. Walaupun demikian, Churchill menunjukkan bakat besarnya pada bidang sejarah dan anggar.

5. Pada usia dewasa, Churchill mengikuti akademi militer di Sandhurst dan lulus pada umur 20 tahun. Ia bergabung dengan tentara sebagai Subaltern (setaraf letnan) di regimen kavaleri Hussar dan ditempatkan di India. Ia sempat cuti dan kembali ke Inggris, tetapi saat mendengar adanya pemberontakan di Pathan, India, ia kembali ke sana. Pada masa ini, ia menulis artikel di The Pioneer dan The Daily Paragraph. Bulan Oktober 1897, ia kembali ke Inggris dan menerbitkan buku tentang konflik tersebut yang berjudul The Story of Malakand Field Force pada bulan Desember.

6. Karier politik ia jalani dengan masuk sebagai anggota Partai Konservatif lalu pindah ke Liberals dan menyertai kabinet ketika berusia tiga puluh tahunan. Ia kemudian dilantik sebagai kanselir keuangan pada tahun 1926 sesuai dengan cita-citanya saat kecil. Karier politiknya terus menanjak. Pada awal Perang Dunia II, ia dilantik sebagai sebagai First Lord of the Admiralty dan pada tahun 1940 ia dilantik sebagai Perdana Menteri Inggris menggantikan Chamberlain. Ucapan awalnya kala pertama kali menjadi perdana menteri adalah “Saya tidak mempunyai apa-apa untuk ditawarkan kecuali darah, kerja keras, air mata, dan peluh.” Posisinya sebagai perdana menteri saat itu sangat memengaruhi peran Inggris dalam Perang Dunia II. Ia meninggal pada tanggal 24 Januari 1965.

Mari analisis

Orientasi pada teks di atas muncul pada bagian no. 1. Bagian urutan peristiwa kehidupan tokoh muncul pada bagian no.2 – no. 6. Bagian reorientasi tidak muncul di dalam teks ulang tersebut.
Informasi dasar kita temukan pada bagian orientasi. Informasi ini berupa siapa nama tokoh, tanggal lahirnya, dan kehidupan karier yang membuatnya terkenal. Urutan peristiwa dimulai dari masa kecil tokoh hingga saat ia dewasa. Berikut adalah rinciannya.
Nama: Winston Leonard Spencer-Churchill
Tempat, Tanggal lahir: Oxfordshire, 30 November 1874.
Orang tua : Lord Randolph Churchill (ayah)
Riwayat Pendidikan : Harrow, Akademi Militer Sandhurst
Karier militer : Resimen Kavaleri Hussar, India (letnan)
Karier Politik : anggota Partai Konservatif
Anggota Partai Liberal
Kanselir Keuangan (1926)
First Lord of the Admiralty
Perdana Menteri Inggris (1940)
Meninggal: 24 January 1965.

Penggunaan ciri kebahasaan
• Teks di atas menggunakan pronomina persona saya (pertama), ia (ketiga), dan –nya (kepemilikan).
• Penggunaan verba material banyak ditemukan di dalam teksnya, seperti menjabat, menggunakan, menghabiskan, mengunjungi, menulis, mengikuti, melakukan, mendapatkan, belajar, bergabung, cuti, kembali, menerbitkan, pindah, menyertai, menggantikan.
• Penggunaan konjungsi juga banyak ditemukan, baik intrakalimat maupun antarkalimat, seperti yang, yaitu, dan, namun, saat itu, akan tetapi, karena, walaupun demikian.

Poin penting

Tahapan-tahapan analisis isi teks ulang.
1. Menemukan bagian-bagian struktur teks ulang
2. Menggali informasi yang ditemukan pada teks
3. Mencermati penggunaan ciri kebahasaan

Siswa dapat menganalisis teks cerita ulang, baik melalui lisan maupun tulisan

Teks cerita ulang adalah suatu teks yang ditulis berdasarkan suatu peristiwa yang pernah terjadi atau pernah dialami seseorang. Artinya peristiwa itu pernah ada dan terjadi lalu ditulis dan diceritakan kembali kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan. Itulah sebabnya disebut cerita ulang.

Salah satu cerita ulang yang dimaksud adalah cerita ulang biografi. Teks cerita ulang biografi bertujuan untuk menyampaikan keteladanan seorang tokoh dalam perjalanan hidupnya. Keteladanan tokoh ini akan memotivasi siswa untuk giat belajar dan menginspirasi para siswa untuk berbuat lebih baik, suka kerja keras, dan berusaha menjadi manusia yang unggul. Oleh sebab itu, supaya cerita ulang biografi ini mudah dipahami pembaca, sebaiknya menggunakan bahasa yang tepat pula. Ciri kebahasaan dalam teks cerita ulang dapat menggunakan gaya cerita bersifat narasi atau deskripsi. Penggunaaan kata ganti/pronomina bertujuan agar cerita itu tidak membosankan bagi pembaca. Misalnya, dalam sebuah teks ulang selalu menyebut kata nenek. Hal itu dapat membosankan. Oleh sebab itu, perlu mengunakan kata dia, beliau, perempuan tua itu. Selain itu, digunakan juga kata penunjuk/pengacu; ini, itu. Tujuannya agar terbentuk kohesi atau kekompakan antarkalimat.

Selain pronomina, digunakan pula penggunaan kata kerja material/verbal me- yang menandakan bahwa kalimat tersebut aktif. Supaya terjadi relasi yang logis antarkalimat satu dengan yang lain, diperlukan konjungsi/kata sambung yang tepat pula. Misalnya meskipun, tetapi, jika, sehingga, akibatnya, dan lain-lainnya. Tergantung hubungan antarkalimat atau dalam kalimat itu menyatakan apa. Selain itu, bentuk kalimat sebaiknya kalimat simpleks/tunggal. Tujuannya agar isi teks cerita ulang biografi mudah dipahami pembaca. Penggunaan kalimat sederhana ini memudahkan pembaca mencari keteladanan tokoh dalam teks tersebut.
Dengan demikian, analisis kebahasaan teks cerita ulang berarti mencermati gaya cerita teks tersebut. Mencermati lebih dalam ciri-ciri kebahasaan teks cerita ulang yang dimaksud.

Mari kita analisis contoh berikut!

1). Kakek yang biasa kupanggil “Mbahkung” ini telah hidup selama 90 tahun. 2). itulah umur beliau sekarang. 3) Tidak mengherankan bila umurnya mencapai angka tersebut karena beliau selalu “ bekerja” setiap hari yang membuat dia selalu merasa tetap sehat seperti saat muda dulu. 4) Itulah jawabnya jika aku tanyakan rahasia umur panjangnya.
Dalam contoh kutipan teks cerita ulang tersebut, kita dapat menganalisis sebagai berikut.
1. Terdapat kata pronomina, yaitu dia, beliau, sebagai pengganti kakek.
2. Kata pengacu/penunjuk, yaitu itulah.
3. Kata kerja material/verbal, yaitu mencapai, membuat.
4. Memakai konjungsi, yaitu karena.
5. Kalimat simpleks/tunggal ada pada kalimat yang pertama.

Poin Penting

• Analisis bahasa adalah analisis gaya cerita dan unsur/ciri kebahasaan yang ada dalam teks cerita ulang.
• Ciri bahasa yang dipakai dalam cerita ulang adalah pronomina, kata kerja material, konjungsi, kalimat simpleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *