Tema, Pesan, Latar, Watak, dan Alur dalam Cerita Anak

By | April 5, 2020

Tema, Pesan, Latar, Watak, dan Alur dalam Cerita Anak – Sukakah kamu membaca buku cerita anak? Cerita anak biasanya berisi kisah yang seru, menarik, menghibur, dan mengandung banyak hikmah yang bisa diambil. Dalam topik sebelumnya, kamu telah belajar membaca dan menceritakan kembali cerita anak. Nah, kali ini kamu akan belajar membaca dan menelaah lebih dalam tentang cerita tersebut.

Tema, Pesan, Latar, Watak, dan Alur dalam Cerita Anak

Tema, Pesan, Latar, Watak, dan Alur dalam Cerita Anak

Cerita Anak

Cerita anak adalah karangan pendek tentang suatu peristiwa yang dikemas secara khusus untuk dibaca atau didengarkan oleh anak-anak.

Nah, sekarang bacalah satu cerita anak di bawah ini dengan saksama!

Tema dalam Cerita Anak

Tema merupakan ide utama atau gagasan pokok dalam sebuah cerita. Dari tema inilah, penulis mengembangkannya menjadi sebuah cerita. Tema yang diangkat dalam cerita anak bisa mencakup hal apa saja. Misalnya tentang hubungan orang tua dan anak, perjuangan meraih cita-cita, kepahlawanan, pengabdian guru, dan lain-lain. Untuk menemukan tema dari sebuah cerita, kamu harus membaca atau mendengarkan cerita anak tersebut secara keseluruhan. Sebagai contoh, jika kita baca keseluruhan cerita anak berjudul “Semut yang Hemat” di atas maka dapat disimpulkan bahwa tema yang diangkat adalah hidup hemat.

Pesan dalam Cerita Anak

Pesan merupakan hikmah atau amanat yang hendak disampaikan oleh pengarang dalam ceritanya. Di balik ceritanya yang menghibur, cerita anak juga secara tidak langsung mengajarkan kepada kita tentang ajaran moral, memberikan teladan, atau contoh budi pekerti.

Pesan atau amanat dalam cerita anak dapat disampaikan dengan beberapa cara, yaitu secara langsung (disampaikan/dituliskan secara gamblang dalam teks cerita) dan secara tidak langsung (tidak disebutkan secara gamblang dalam cerita, tapi bisa kita tarik sebagai simpulan yang tersirat setelah kita membaca sebuah cerita anak).

Pesan bisa diterima secara berbeda antara satu orang dan orang lainnya karena setiap orang bisa menafsirkan isi cerita secara berbeda. Untuk menemukan pesan yang utuh, kamu harus membaca cerita anak tersebut secara keseluruhan.

Berikut ini adalah contoh pesan yang dapat ditarik dari cerita anak “Semut yang Hemat” di atas.

  • Hendaknya kita hidup berhemat dengan memikirkan masa depan.
  • Kita bisa belajar dari siapa saja, termasuk dari semut.
  • Kita harus hidup berdampingan dengan makhluk hidup lain, seperti yang dicontohkan Sang Raja.

Latar dalam Cerita Anak

Latar adalah segala keterangan waktu, tempat, dan suasana yang dikisahkan dalam cerita anak. Keterangan tentang latar ini bisa disebutkan secara gamblang dalam cerita, tapi bisa juga disimpulkan dari keterangan-keterangan yang terdapat dalam cerita tersebut.

Latar dapat dibagi menjadi tiga unsur pokok, yaitu:

1. Latar Tempat

Latar tempat adalah lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan. Dalam cerita anak “Semut yang Hemat” di atas, latar tempatnya adalah di kerajaan Mesir kuno.

2. Latar Waktu

Latar waktu adalah waktu terjadinya peristiwa yang diceritakan. Dalam cerita anak “Semut yang Hemat” di atas, latar waktunya adalah zaman Mesir kuno.

3. Latar Suasana

Latar suasana adalah hal-hal yang turut menggambarkan kondisi atau suasana yang diceritakan. Dalam cerita anak “Semut yang Hemat” di atas, latar suasananya adalah suasana senang saat semut diberikan roti, khawatir saat semut takut Raja tidak mengingatnya sebulan kemudian, dan senang saat Raja membuka tabung dan menyatakan akan belajar dari semut.

Tokoh/Watak dalam Cerita Anak

Tokoh merupakan orang-orang atau pihak-pihak yang dikisahkan dalam cerita anak. Sementara watak merupakan sifat atau karakter dari tokoh tersebut. Keterangan tentang tokoh dan watak ini bisa disebutkan secara gamblang dalam cerita, tapi bisa juga disimpulkan dari keterangan-keterangan yang terdapat dalam cerita anak tersebut.

Berikut ini contoh tokoh dan watak yang terdapat dalam cerita anak “Semut yang Hemat” di atas.

  • Sang Raja Mesir Kuno wataknya penyayang, baik hati, dan bijaksana.
  • Semut wataknya rendah hati, berpikir tentang masa depan, dan suka berhemat.

Alur Cerita Anak

Alur cerita merupakan rangkaian atau jalinan peristiwa yang diceritakan. Alur cerita yang baik dan mengalir akan membuat cerita menjadi hidup, menarik untuk dibaca, dan gampang dimengerti. Secara garis besar, alur cerita bisa dibagi menjadi tiga (tidak harus berurutan), yaitu:

1. Bagian Awal (Perkenalan)

      Bagian awal berisi perkenalan tokoh serta perkenalan latar waktu dan tempat sebelum konflik terjadi. Berikut ini contoh bagian perkenalan dalam cerita anak “Semut yang Hemat”.

  • Terdapat raja Mesir kuno yang penyayang terhadap binatang.
  • Sang Raja mendatangi seekor semut dan berbincang.

2. Bagian Tengah (Konflik)

      Bagian tengah menceritakan detail konflik yang terjadi pada tokoh dalam cerita anak. Sebagai contoh, berikut adalah bagian konflik dalam cerita anak “Semut yang Hemat”.

  • Raja lalu mengetahui kalau semut belum makan.
  • Raja merasa iba dan akhirnya menawarkan roti yang bisa dimakan untuk setahun.
  • Semut masuk ke dalam tabung yang berisi roti dari Raja dan akan dibuka setahun lagi.

3. Bagian Akhir (Penyelesaian)

      Bagian akhir berisi penyelesaian konflik dan akhir dari cerita. Berikut adalah contoh bagian penyelesaian dalam cerita anak “Semut yang Hemat”.

  • Setahun kemudian, Raja membuka tabung, tapi rotinya masih tersisa setengah.
  • Rupanya semut berjaga-jaga jika Raja lupa membuka tabungnya, dia masih punya persediaan makanan hingga setahun ke depan.
  • Raja merasa kagum dan menjadikannya teladan untuk rakyatnya.

Selain itu, alur cerita berdasarkan waktunya bisa dibagi menjadi tiga, yaitu 1) Alur maju yaitu bila cerita dibawakan secara maju ke masa depan; 2) Alur mundur yaitu bila cerita dibawakan secara mundur ke masa lalu; 3) Alur campuran yaitu bila cerita dibawakan dengan kombinasi alur maju dan alur mundur.

Secara keseluruhan cerita anak “Semut yang Hemat” di atas menggunakan alur maju karena seluruh cerita dibawakan secara maju dari awal hingga akhir cerita.

Poin Penting

  1. Tema merupakan ide utama atau gagasan pokok dalam sebuah cerita. Dari tema inilah, penulis mengembangkannya menjadi sebuah cerita.
  2. Pesan merupakan hikmah atau amanat yang hendak disampaikan oleh pengarang dalam ceritanya.
  3. Latar adalah segala keterangan waktu, tempat, dan suasana yang dikisahkan dalam cerita anak. Latar dibagi menjadi tiga, yaitu 1) Latar tempat yaitu lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan.; 2) Latar waktu yaitu waktu terjadinya peristiwa yang diceritakan.; 3) Latar suasana yaitu hal-hal yang turut menggambarkan kondisi yang diceritakan.
  4. Tokoh merupakan orang-orang atau pihak-pihak yang dikisahkan dalam cerita anak. Sementara watak merupakan sifat atau karakter dari tokoh tersebut.
  5. Alur cerita merupakan rangkaian atau jalinan peristiwa yang diceritakan. Berikut ini adalah bagian-bagian dari rangkaian cerita.
  • Bagian awal (perkenalan)
  • Bagian tengah (konflik)
  • Bagian akhir (penyelesaian)

Alur cerita berdasarkan waktunya bisa dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

  • Alur maju, bila cerita dibawakan secara maju ke masa depan
  • Alur mundur, bila cerita dibawakan secara mundur ke masa lalu.
  • Alur campuran, bila cerita dibawakan dengan kombinasi alur maju dan alur mundur.

Komentar Terhadap Buku Cerita dengan Santun dan disertai Alasan Logis

Sukakah kamu membaca buku cerita anak? Cerita anak biasanya berisi kisah yang seru, menarik, menghibur, dan mengandung banyak hikmah yang bisa diambil. Dalam topik sebelumnya, kamu telah belajar membaca dan menelaah lebih dalam tentang cerita anak. Kali ini kita akan belajar mengomentari buku cerita yang dibaca, tetapi tentunya dengan santun dan disertai alasan yang logis.

Cerita Anak

Cerita anak adalah karangan pendek tentang suatu peristiwa yang dikemas secara khusus untuk dibaca atau didengarkan oleh anak-anak. Nah, sekarang bacalah satu cerita anak di bawah ini dengan saksama!

Mengomentari Buku Cerita Anak

Coba sebutkan buku cerita favoritmu, dan ingat-ingat lagi mengapa kamu menyukainya! Setelah selesai membaca buku, kita boleh memberi komentar tentang buku tersebut. Komentar terhadap sebuah buku sifatnya subjektif atau bisa berbeda-beda bergantung dari pandangan orang yang membacanya. Hal itu boleh-boleh saja asalkan kita menggunakan alasan yang logis. Logis maksudnya adalah memiliki penjelasan yang masuk akal.

Dalam berkomentar, pastikan kamu menyebutkan kelebihan (pujian) dan kekurangan (kritikan) dari buku yang dibaca! Hal itu untuk memastikan bahwa kamu memberi penilaian yang berimbang, tidak fokus kepada kelebihan atau kekurangannya saja.

Hal lain yang perlu diingat adalah kamu harus selalu menggunakan kalimat yang sopan. Saat menyampaikan kelebihan, sampaikan alasannya. Begitu juga saat mengkritik, jangan sampai terkesan menghina atau merendahkan, tetapi sampaikan juga masukan untuk memperbaiki kekurangan tersebut.

Objek Komentar

Semua hal yang terdapat dalam buku cerita bisa dikomentari. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.

1. Judul buku

2. Fisik buku, misalnya dari segi sampul, tebal buku, penggunaan huruf, dan sebagainya

3. Isi buku

  • tema atau masalah yang diangkat
  • pesan atau amanat
  • latar cerita (waktu, suasana, dan tempat)
  • tokoh dan watak
  • alur cerita

4. Bahasa

  • penggunaan bahasa
  • susunan kalimat

Berikut ini adalah contoh komentar terhadap cerita “Semut yang Hemat” di atas.

Cerita “Semut yang Hemat” memberikan pesan moral yang sangat kuat dan menarik. Kita diajak untuk belajar dari semut tentang kesederhanaan, tentu akan berguna bagi kita di masa depan. Bahasa yang digunakan juga sangat lugas dan sederhana sehingga mudah dimengerti.

Hal yang perlu diperbaiki menurut saya adalah judulnya yang kurang menarik, meskipun isi ceritanya sebenarnya sangat bagus. Jika judul tersebut dapat diganti dengan yang lebih menarik, tentu akan semakin banyak pembaca yang mau meliriknya.

Poin Penting

  1. Komentar terhadap sebuah buku sifatnya subjektif, atau bisa berbeda tergantung dari pandangan orang yang membacanya. Hal tersebut boleh saja, asalkan kita menggunakan alasan yang logis.
  2. Dalam berkomentar, pastikan kamu menyebutkan baik kelebihan (pujian) dan kekurangan (kritikan) dari buku yang dibaca.
  3. Dalam berkomentar, gunakan kalimat yang sopan. Sertakan alasan atau saran perbaikan.
  4. Semua hal yang terdapat dalam buku cerita bisa dikomentari. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.
  • judul buku
  • fisik buku, misalnya dari segi sampul, tebal buku, penggunaan huruf, dan sebagainya
  • isi buku (tema, pesan, latar, tokoh, watak, alur)
  • bahasa (penggunaan bahasa, susunan kalimat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *