Abstaksi Teks Laporan

By | June 13, 2020

Abstaksi Teks Laporan – Sebelumnya, kita sudah memahami karakteristik teks laporan observasi. Laporan observasi haruslah bersifat umum, cermat, dan sistematik.

Abstaksi Teks Laporan

Abstaksi Teks Laporan

Abstaksi Teks Laporan

Pada materi kali ini, kalian akan belajar memahami lebih dalam lagi tentang laporan hasil observasi dengan cara mengabstraksi teks tersebut, mencari informasi penting dengan lebih cepat, menceritakannya kembali, atau menuangkannya ke dalam bentuk ringkasan. Untuk itu, kita wajib memahami seluk-beluk pengertian tentang teks.

Teks merupakan produk bahasa yang membangun satu-kesatuan makna dan tercipta di dalam suatu konteks situasi dan konteks kultural. Dalam hal ini, secara fungsional, teks digunakan untuk mengekspresikan suatu tujuan dan merealisasikan suatu keinginan ke dalam bentuk bahasa.

Ketika berbahasa, kita memang tidak dapat terlepas dari kedua konteks di atas. Konteks kultural dapat diartikan sebagai situasi budaya si pemakai bahasa yang mencakup sistem nilai dan norma. Sistem nilai ini termasuk apa saja yang dianggap benar dan salah, baik dan buruk, termasuk ideologi. Di sisi lain, norma adalah realisasi sistem nilai yang membentuk hukum dan aturan atas apa yang harus dan tidak boleh untuk dilakukan dalam melakukan suatu proses sosial.

Konteks situasi merupakan lingkungan langsung saat kita berbahasa. Konteks situasi setidaknya memunculkan tiga hal, yaitu medan, pelibat, dan sarana. Medan mengacu pada peristiwa atau suatu kejadian dengan lingkungannya mencakup jawaban atas pertanyaan apa,kapan, dimana, dan bagaimana. Pelibat adalah diri kita dan orang-orang yang ikut berpartisipasi di dalam kejadian tersebut, termasuk dalam hal ini status dan peran sosial yang dilakukan oleh partisipan tersebut. Sarana meliputi dua aspek, yaitu aspek saluran dan aspek media. Aspek saluran berbicara tentang gaya bahasa yang digunakan untuk merealisasikan kejadian tersebut, baik secara lisan maupun tulis, sedangkan media bisa berupa media tulis, audio, visual, atau audio-visual.

Jika kita pahami secara sederhana, setiap teks akan mengandung ide, ekspresi, dan logika. Ketika mencoba untuk mengabstraksi sebuah teks, kita diharapkan mampu mencari ketiga hal tersebut.
Ide, ekspresi, serta logika pengarang akan termuat dalam kalimat utama suatu paragraf (jika teks tersebut berbentuk tulisan). Kalimat inilah yang harus kita cari lalu kita gunakan dan kita susun dengan tepat. Dengan kata lain, kalimat utama adalah bahan penting dalam membuat ringkasan.

Sebuah paragraf idealnya memiliki dua unsur: kalimat utama dan kalimat penjelas. Kalimat utama adalah sebuah kalimat yang mengandung informasi umum, bersifat definisi, dan mampu mewakili kalimat lain dalam paragraf tersebut. Kalimat utama dapat muncul di setiap kalimat, baik di awal, tengah, maupun akhir. Kalimat penjelas adalah kalimat yang memperkuat dan mendukung ide kalimat utama. Namun, hanya kalimat utamalah yang dapat kita pakai dalam menyusun abstraksi laporan.

Perhatikan!

Contoh teks laporan hasil observasi

Perang dunia adalah suatu perang yang berskala besar dan melibatkan sebagian besar negara yang jangkauannya antarbenua dengan melibatkan persekutuan militernya.Sejarah mencatat telah terjadi dua kali perang dunia, yaitu Perang Dunia I (1914 – 1918) dan Perang Dunia II (1939 – 1945).

Perang Dunia I adalah perang global di Eropa yang dimulai tanggal 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918. Perang besar yang menciptakan dua kubu pertentangan, yaitu sekutu (triple etente: Inggris-Perancis-Rusia) dan Kekuatan Sentral (Triple Alians: Jerman-Austria-Hongaria-Italia) ini disebabkan oleh terbunuhnya Adipati Agung Franz Ferdinand dari Austria pada tanggal 28 Juni 1914.

Perang Dunia II adalah perang global yang berlangsung lebih lama dibandingkan PD I karena berlangsung selama ± 6 tahun (1939 – 1945). Jumlah korban yang cukup banyak membuat perang ini disebut sebagai konflik paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia. Perang ini dimulai ketika Jerman menginvasi Polandia tanggal 1 September 1939 yang kemudian diikuti oleh pernyataan perang dari Inggris dan Perancis tanggal 3 September 1939.

Mari kita ulas!

Perlu kita pahami bahwa dalam setiap paragraf hanya akan terdapat satu gagasan utama. Jika teks di atas terdiri atas tiga paragraf, ini berarti akan terdapat tiga gagasan utama. Tiga gagasan utama inilah yang akan kita pakai dalam membuat ringkasan/abstraksi.

Paragraf pertama memiliki dua kalimat. Kalimat pertama mengandung definisi atas perang dunia, sedangkan kalimat kedua berisi klasifikasi perang dunia menurut sejarah. Berdasarkan informasi ini, kalimat pertamalah yang mampu menjadi kalimat utama.

Untuk paragraf kedua, definisi muncul pada kalimat pertama, sedangkan kalimat kedua berisi deskripsi peristiwa dan sebabnya. Kalimat utama paragraf ini terletak pada kalimat pertama.
Paragraf ketiga memiliki tiga kalimat. Kalimat pertama merupakan kalimat definisi, sedangkan kalimat kedua dan keetiga adalah kalimat deskripsi. Dengan demikian, kalimat pertama adalah kalimat utama.
Setelah mendapatkan semua gagasan utama, tugas selanjutnya adalah menyusun kembali gagasan utama tersebut secara kronologis mulai dari paragraf I hingga paragraf III sehingga abstraksi yang kita dapatkan akan seperti ini.

Perang dunia adalah suatu perang yang berskala besar dan melibatkan sebagian besar negara yang jangkauannya antarbenua dengan melibatkan persekutuan militernya. Telah terjadi dua kali perang dunia, yaitu Perang Dunia I adalah perang global di Eropa yang dimulai tanggal 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918 dan Perang Dunia II adalah perang global yang berlangsung lebih lama dibandingkan PD I karena berlangsung selama ± 6 tahun (1939 – 1945).

Poin penting

• Abstraksi sama dengan ringkasan.
• Ringkasan disusun berdasarkan gagasan utama secara kronologis.
• Satu paragraf hanya terdiri atas satu gagasan utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *